Hari Air Sedunia: Pramuka Kota Bogor Bebersih Sungai Ciliwung

oleh -404 views
Hari Air Sedunia, Pramuka, Pramuka Kota Bogor, Bebersih, Sungai Ciliwung, Ciliwung
Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Bogor membersihkan Sungai Ciliwung, pada Minggu (21/3/2021) 

LEAD.co.id | Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Bogor melakukan giat Bebersih Sungai Ciliwung, pada Minggu (21/3/2021). Kegiatan ini dalam rangka memperingati Hari Air Sedunia setiap 22 Maret.

Dalam kegiatan ini, Pramuka bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Satgas Naturalisasi Ciliwung dan aparatur wilayah, serta warga. Kegiatan dilaksanakan secara tersebar di enam titik di Kota Bogor (Bogor Timur, Bogor Tengah, Bogor Utara dan Tanah Sareal).

Dedie A Rachim, Ketua Kwarcab Pramuka Kota Bogor menuturkan, salah satu aktivitas rutin Pramuka adalah menjaga kelestarian alam dan berkontribusi dalam pemulihan lingkungan hidup yang rusak karena ulah segelintir manusia yang tidak bertanggung jawab.

Baca :  Jalankan Dasa Darma, Bima Arya Ajak Pramuka Terjun ke Lapangan

“Hari ini bersama dengan OPD dan unsur wilayah telah mengumpulkan 500 karung sampah yang diangkat dari 6 titik lokasi acara. Mudah-mudahan dapat menggugah masyarakat untuk menjaga sungai dan air sebagai sumber kehidupan,” kata Dedie Rachim yang juga Wakil Wali Kota Bogor.

Sementara itu, Kepala DLH Kota Bogor, Deni Wismanto menjelaskan, di Hari Air Sedunia ini DLH bersama pihak lainnya melakukan bebersih di enam titik aliran sungai Ciliwung.

Maksud dan tujuannya adalah agar sungai Ciliwung tetap terjaga, karena sungai merupakan sumber saluran air dan air merupakan sumber kehidupan yang harus dijaga kebersihannya.

Baca :  Gandeng Damkar, Pramuka Kota Bogor Gelar Pelatihan Potensi SAR

Di Hari Air Sedunia ini Deni mengajak warga, khususnya warga di sekitar sungai untuk tidak membuang sampah ke sungai karena bisa mencemarinya.

“Kita juga mengajak adik-adik pramuka membantu menyosialisasikan untuk tidak membuang sampah sembarangan kepada orang terdekat, keluarga dan lingkungan sekitar,” kata Deni yang juga menjabat Waka Abdimas Kwarcab Pramuka Kota Bogor.

Ia juga mengajak warga untuk mengurangi sampah sebelum diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS). Caranya dengan memilah sampah yang jika diolah akan mendatangkan nilai ekonomi.

Salah satunya sampah organik yang bisa dimanfaatkan untuk pupuk maupun untuk pakan budidaya maggot.

Baca :  Mayat Bayi Ditemukan Dalam Tas di Sungai Ciliwung

“Karena 500-600 ton sampah di Kota Bogor 60 persennya adalah sampah organik. Jika bisa dikelola baik, maka akan menjadi sumber pendapatan warga,” jelasnya.

Belum lama ini, Kota Bogor mendapatkan penghargaan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) sebagai satu dari 13 kota yang progresif melakukan upaya pengurangan sampah.

“Mudah-mudah kita bisa lebih optimal mengurangi dan memanfaatkan sampah. Tentunya pemerintah tidak bisa sendiri, harus dibantu semua elemen warga,” katanya.

Reporter: Jhonie Arya
Editor: Aru Prayogi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *