BOGOR (Lead.co.id) – SDN Bantarkemang 2 Kota Bogor telah melaksanakan kegiatan santunan kepada Anak Yatim untuk memperingati Tahun Baru Islam, Muharrom 1444 H, pada Senin (8/8/2022).
Santunan itu merupakan kegiatan tahunan di Sekolah Dasar (SD) tersebut. Bentuk santunan yang diberikan itu berupa Uang Saku dan Paket Sembako berasal dari para guru, orang tua siswa dan pihak luar.
“Dana santunan dikumpulkan dari para guru dan tenaga kependidikan di sekolah di SD kami, terdapat 21 siswa yang berstatus yatim piatu,” kata Siti Fittrina, Guru Agama SD Bantarkemang 2.
Sebagai guru agama, Siti berharap kegiatan santunan itu bisa lebih menanamkan rasa kasih sayang dan kepedulian siswa terhadap sesama.
“Tidak pada hari ini saja, tapi sampai akhir masa nanti,” kata Siti menambahkan.
Dia menambahkan bahwa, keutamaan bulan Muharram salah satunya adalah menyantuni anak yatim piatu. Pasalnya, bulan itu merupakan bulan yang mulia dan istimewa.
Muharam adalah bulan pertama pada penanggalan Hijriah, salah satu dari empat bulan haram dalam Islam. Bulan itu disebut sebagai bulan mulia (asyhurul hurum), bulan yang istimewa karena mengharamkan berbuat dosa.
Salah satu dalil sahih tentang anjuran menyantuni anak yatim adalah dari Sahl bin Sa’ad radhiallahu ‘anhu.
Dia berkata: Rasulullah SAW bersabda, “Aku dan orang yang menanggung anak yatim (kedudukannya) di surga seperti ini.”
Kemudian beliau shallahu ‘alaihi wa sallam mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengah beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, serta agak merenggangkan keduanya.
(HR Bukhari).
Selain itu, pada Surat Al-baqarah ayat 220 yang artinya: ”Mereka bertanya padamu tentang anak yatim, katakanlah memperbaiki keadaan mereka adalah baik.”
Kepala SDN Bantarkemang 2, Ade Kasdi berharap, kegiatan santunan ini dapat terus berlanjut setiap tahun agar semuanya dapat berbagi kebahagiaan dengan sesama, khususnya siswa siswi.
“Atas dasar tersebut, para guru dan tenaga kependidikan, mengumpulkan sebagian rejekinya untuk disumbangkan kepada siswa yatim piatu di SDN Bantarkemang 2,” pungkasnya.





