LEAD.co.id | Generasi Pemuda Cinta Nusantara (Peci Nusantara) menggelar Istighosah Ngaji Kebangsaan dan deklarasi menolak radikalisme agar bangsa Indonesia bisa aman dan tentram.
Ketua Generasi Pemuda Cinta Nusantara, Ustad H. Fahrudin Fahlevi mengatakan, istighosah ini dilakukan untuk mencegah radikalisme. Dirinya mengaku khawatir masyarakat bisa kebablasan atau terbawa faham tersebut.
“Kami laksanakan Istighosah ini untuk upaya menangkal faham radikalisme, Intoleransi dan ekstrimisme,” kata H. Fahrudin usai deklarasi di Kampung Cisalopa, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, pada Selasa (29/12/2020).
Menurutnya, Ngaji Kebangsaan dan deklarasi ini untuk menyatukan tekad para tokoh pemuda maupun tokoh masyarakat, apalagi mereka yang memiliki santri wajib untuk mengetahui ini dan bisa disampaikan kepada masyarakat.
“Jika pemilik Pondok Pesantren memahami faham tersebut, nantinya, sebagai pelajaran yang bis diserap oleh para santri,” ujar dia.
Pihaknya mengajam bersama-sama pemuda maupun tokoh masyarakat serta tokoh agama, untuk mendukung pemerintah dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) agar tetap kokoh.
“Kami sangat berharap, bagi masyarakat yang sama untuk mendukung pemerintah ini, kita bersatu melawan keradikalisan, Intoleransi dam extrimisme bila perlu jika pemerintah membubarkan ormas yang radikal kita dukung,” pungkas dia.
Reporter: Jhonie
Editor: Aru Prayogi

