Site icon LEAD.co.id

Nobar KAHMI Bogor, Kilas Balik Perjuangan Pendiri HMI

BOGOR (Lead.co.id ) – Sebanyak 160 orang Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Korps Alumni HMI (KAHMI) Bogor, menggelar nonton bareng film Lafran, di Cinepolis Lippo Keboen Raya, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor.

Film Lafran Fane tersebut menceritakan perjuangan seorang pendiri HMI 5 Februari 1947, dalam memperjuangkan kemerdekaan dan membangun bangsa melalui pendidikan dan organisasi.

Koordinator Presidium KAHMI Bogor Prof. Dr. Yonny Koesmaryono mengatakan, generasi muda untuk menyumbangkan pikiran untuk mengisi kemerdekaan, dan menjadi generasi emas untuk mewujudkan Indonesia yang unggul, dan semakin kompetitif dengan tetap membawa nilai-nilai Islam dan kebangsaan.

“Melalui film ini, penonton akan diajak untuk mengenal lebih dekat sosok Lafran Pane, nilai-nilai kebangsaan yang ia perjuangkan, serta semangat pantang menyerah yang dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia,” ujar dia.

Menurutnya, pendiri HMI ini, salah satu pahlawan nasional, tetapi Lafran Fane sendiri seorang pendiri, meski demikian, satu momentum bagi regenerasi bangsa, yang harus bisa dijadikan motivasi bagi kader HMI.

“Ini adalah satu momentum saat kita menyaksikan satu kilas balik bagaimana penjualan Lafran pahane dari kecil dari Sipiro sampai ke Jogja, dia tetap istiqomah dalam perjuangannya, dan itu mudah-mudahan menjadi inspirasi. Bukan soal hmi ini, tapi soal keindonesiaan, keislaman,” ungkap dia.

Kilas balik ini, sambung dia, Walaupun tidak ada di HMI itu, nama Indonesia ini, tapi Lafran adalah orang Islam yang Indonesia. Nonton bareng ini diharapkan bisa menjadi satu inspirasi bagi generasi muda.

“Mudah-mudahan film ini menjadi satu inspirasi bahwa perjuangan itu tidak mudah, saya terkesan dengan bagaimana dia ditinggalkan oleh mahasiswa banyak. Ketika dia dihujat oleh beberapa organisasi dan sebagainya. Itu adalah salah satu bahwa perjuangan itu tidak mudah. Tapi akhirnya Panglima besar Sudirman, mendukung HMI,” tegas dia.

Lafran tadi mengatakan kan? Mendirikan. tahun 46 tahun ini persisnya 47, dia mendeklarasikan, jadi ketika dideklarasikan kan berdekatan dengan perjuangan kemerdekaan. yang gak setuju dan sebagainya.

Jadi Lafran dalam mendirikan HMI tahun 1947 itu mendeklarasikan Himpunan Mahasiswa Islam, tidak ada nama Indonesia-nya. Namun dia sangat Indonesia. Jadi Indonesia dan Islam. Islam dan Indonesia, dari nobar ini bisa memberikan satu inspirasi kepada anak-anak HMI yang hadir.

“Walaupun kami yang sudah tua-tua ini tapi tetap menjadi satu landasan bahwa HMI adalah Jalan untuk berkontribusi terhadap pembangunan SDM di negeri ini, dan yang nonton kami alumni, kader dan keluarganya,” tutur dia.

Dengan cerita tentang organisasi mahasiswa ini, kata dia, bahwa nobar yang diselenggarakan dibeberapa daerah, akan dilihat antusiasme dan masyarakat, film tentang pahlawan nasional ini, melihat dari durasi serta ada juga yang dipotong.

“Kita lihat dari beberapa daerah, film ini bukan hanya untuk kami, tetap untuk masyarakat Indonesia, intinya pergerakan mahasiswa bukan hanya HMI, tetapi pergerakan mahasiswa yang ada di jaman kemerdekatan Indonesia yang awalnya itu berkontribusi, itu yang kita harapkan, misalnya nanti ada ide Lafran Pane part 2,” tutup dia.

Exit mobile version