Oleh: El’gusti
“Pak Dasco siapa yang punyaa. Pak Dasco siapa yang punyaa. Pak Dasco siapa yang punyaa. Yang punyaaa kita semuaaa!.” Begitulah bunyi yel-yel yang diserukan oleh Masyarakat Tangerang ketika menyambut kedatangan Dr Sufmi Dasco Ahmad, Wakil Ketua DPR RI saat melakukan Reses masa Sidang I tahun 2021-2022 di GOR Puri Beta, Jl. Puri Beta Nomor 65, Kota Tangerang, Banten pada hari Sabtu, 9 Oktober 2021. Antusiasme Warga Tangerang saat menyambut kedatangan Sufmi Dasco menandakan intimasi yang kuat antara dirinya sebagai wakil rakyat dengan Masyarakat Tangerang yang diwakilinya sejak Tahun 2014 lalu.
Yel-yel yang menggema dari wajah-wajah bahagia di arena tersebut bisa dipastikan bukanlah sesuatu yang By Design, melainkan spontanitas dan ketulusan warga yang memang merasakan kehadirannya sebagai politisi yang merakyat. Faktanya energi kerakyatan yang dipancarkan Sufmi Dasco tak hanya dirasakan oleh bagi warga Tangerang sebagai konstituennya, namun juga dirasakan oleh masyarakat Indonesia. Dan tulisan ini hanyalah “potret kecil” yang dirumuskan dari bahan-bahan sederhana yang terserak di media massa. Tujuannya pun sangat sederhana, yakni memotret sosok sederhana yang telah memberi kontribusi nyata bagi bangsa dan negara.
Profil Dr Sufmi Dasco Ahmad
Dr. Sufmi Dasco Ahmad dilahirkan pada tanggal 7 Oktober pada tahun 1957, di Bandung, Jawa Barat. Sebelum terjun ke dunia politik praktis di Fraksi Gerindra pada tahun 2008, dirinya lebih dikenal sebagai pengusaha, Advokat, Peneliti dan juga aktivis di berbagai organisasi pemuda, masyarakat dan juga olahraga.
Dalam dunia akademik, Sufmi Dasco mengawali pendidikan dasar di SD Negeri 66 Palembang pada 1973 dan SMP Negeri 43 Jakarta pada 1979. Dan, kemudian melanjutkan pendidikan di SMA Negeri II Manado dan lulus pada 1985. Pasca lulus SMA, dirinya melanjutkan kuliah di Fakultas Teknik, Jurusan Elektro di Universitas Pancasila.
Setelah mendapat gelar sarjana teknik di Universitas Pancasila pada tahun 1993, Dasco kembali melanjutkan karir akademiknya di dunia Hukum pada tahun 2005 s/d 2009 di Universitas Jakarta. Setelah lulus S1, dirinya melanjutkan Magister di Universitas Islam Jakarta pada tahun 2009, dan lulus di tahun 2012. Setelah resmi mendapat gelar Master, dirinya kembali melanjutkan Program Doktoralnya di Universitas Islam Bandung, dan meraih gelar doktor pada tahun 2015.
Dalam dunia bisnis dirinya tercatat sebagai direktur di berbagai perusahaan seperti PT Randika Dwa Perkasa pada tahun 1989-2007, PT Pasopati Indorisk [2010 – 2014], dan PT Omerta Cipta Securita [2007-2014]. Sedangkan Di dunia Aktivisme, dirinya pernah menjadi pengurus organisasi Pelajar Islam Indonesia [PPI] pada tahun 1983 saat usianya baru menginjak 16 tahun. Tak hanya di PPI, dirinya tercatat pernah menjadi Majelis Pemuda di DPP KNPI pada tahun 2011 dan menjadi dewan pembina di Ikatan Pedagang Pasar Indonesia, Serikat Pengacara Rakyat dan Konas Menwa. Disamping karir organisasi dan juga bisnis, dirinya juga menjabat sebagai Rektor di Universitas Kebangsaan Republik Indonesia [UKRI] Bandung.
Bekerja dalam Senyap
Segudang pengalaman organisasi, bisnis dan advokasi yang dimilikinya menjadi modal berharga bagi Sufmi Dasco Ahmad untuk terjun ke dalam dunia politik praktis bersama Partai Gerindra yang didirikannya bersama Bapak Prabowo Subianto, Fadli Zon, dan sejumlah tokoh ternama lainnya. Pada tahun 2014 dirinya berhasil lolos ke parlemen mewakili suara rakyat dari dapil III Banten. Dan di pemilu selanjutnya, pada tahun 2019, dirinya kembali terpilih sebagai Anggota DPR RI dari dapil yang sama. Namun tak banyak cerita mengenai sosoknya yang ternyata memilik peran besar dalam upaya merendahkan volume kegaduhan publik pasca pilpres sampai ke level terendahnya.
Pemilu Tahun 2019 bisa dikatakan sebagai pemilu “terpanas” dalam sejarah Bangsa Indonesia. Saking “panasnya”, residu pasca pemilu masih bisa dirasakan masyarakat pasca berakhirnya pesta demokrasi tersebut. Namun tensi tersebut akhirnya menjadi surut ketika Capres Joko Widodo dan Prabowo Subianto melakukan perbicangan hangat di Stasiun MRT Lebak Bulus, pada hari Sabtu, tanggal 13 Juli 2019.
Tak cukup sampai di situ, sebelas hari kemudian, dua pucuk pimpinan Partai, Megawati dan Prabowo kembali melakukan pertemuan di kediaman mantan Presiden ke lima Republik Indonesia itu di Jalan Teuku Umar, pada hari Jumat, tanggal 23 Juli 2019. Dua pertemuan besar pasca pemilu 2019 ini menjadi fenomena politik yang sangat sejuk dilihat oleh setiap mata di Republik ini. Namun masyarakat tentu tidak terlalu fokus dengan siapa sebenarnya sosok yang menjadi “jembatan penghubung” bagi dua pertemuan besar tersebut.
Dalam Keterangan yang dipetik dari politisi Senior Gerindra, Habiburokhman, terdapat dua sosok penting dari dua kubu berbeda yang menjadi mediator dua pertemuan bersejarah dalam kancah politik nasional. Dua orang tersebut adalah dua sosok yang tidak terlalu sering tertangkap kamera, yakni : Budi Gunawan dari kubu Petahana, dan Sufmi Dasco Ahmad dari kubu Prabowo. Ya. Nama Sufmi Dasco memang jarang terdengar oleh telinga masyarakat. Dirinya memang dikenal sebagai kader partai yang loyal dan politisi yang tidak peduli dengan “Citraan”. Dirinya lebih memilih untuk bekerja dalam senyap, jauh dari gaduh pertanyaan dan sorotan kamera para kuli tinta. Kepentingan bangsa dan negara adalah yang utama baginya.
Wakil Ketua DPR RI Periode 2019-2024
Sufmi Dasco Ahmad di periode keduanya di Parlemen, dipercayakan amanah baru oleh Prabowo Subianto sebagai Wakil Ketua DPR RI Bidang Ekonomi dan Keuangan menggantikan Fadli Zon [2014-2019]. Ditunjuknya Sufmi Dasco sebagai Wakil Ketua DPR RI pada saat itu sama sekali tak menimbulkan resistensi dari masyarakat. Masyarakat justru menyambut baik keputusan Prabowo tersebut. Dan keputusan tersebut terbukti tepat mengingat kehadirannya di Parlemen sebagai salah satu dirigen Parlemen mendatangkan banyak manfaat bagi masyarakat.
Salah satu manfaat yang dinilai banyak pengamat dan juga masyarakat memuaskan adalah kemampuannya dalam membangun komunikasi politik yang baik dengan pelbagai pihak. Sejak menjabat sebagai Wakil Ketua DPR RI bidang Ekonomi dan Keuangan, dirinya mampu memproduksi wacana-wacana produktif, sejuk dan menenangkan.
Komitmen Untuk Rakyat di Parlemen
Di tahun 2021 ini, isu Resuffle Kabinet kembali mencuat ke permukaan. Nama Sufmi Dasco adalah salah satu nama yang seringkali disebut oleh sejumlah pengamat dan juga aktivis sebagai salah satu calon kuat menduduki posisi menteri. Dalam banyak pemberitaan, Sufmi Dasco dinilai banyak pengamat cocok menjadi Menkopolhukam menggantikan Mahfud MD.
Mundur setahun ke belakang, tepatnya di akhir Tahun 2020 lalu, dirinya sempat diisukan untuk menggantikan Edhy Prabowo sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan. Namun maraknya berbagai pemberitaan tentang dirinya masuk dalam bursa menteri baru Jokowi gugur seketika saat dirinya memilih mantap meneruskan tanggung jawab di Parlemen. Dalam keterangan singkat yang dipetik dari Youtube Kompas TV, dirinya mengakui beratnya tanggung jawab yang dipikul sebagai salah satu pimpinan DPR. Dirinya dengan tegas memilih fokus untuk mengimbangi kerja pemerintah dalam memerangi wabah Covid-19 di Indonesia.
Fokus dan tanggung jawab Sufmi Dasco dalam mengemban tanggung jawab sebagai salah satu pimpinan DPR RI adalah suatu yang dinilai istimewa bagi masyarakat Indonesia. Perannya di Parlemen dinilai sangat dibutuhkan ketimbang di dalam Kabinet. Sekalipun banyak orang yang menaruh kepercayaan yang tinggi pada dirinya untuk menduduki posisi menteri, dirinya dengan halus menolak usulan publik tersebut. Pada posisi ini bisa diambil konklusi sederhana betapa tidak ambisiusnya seorang Sufmi Dasco dengan kekuasaan [jabatan].
Fokus pada fungsi dan tanggung jawabnya di DPR RI menjadi keutamaan yang tidak memiliki ruang tawar sesenti pun. Apalagi di masa Sulit Pandemi seperti ini. Kerja Parlemen dan Pemerintah begitu berat dalam upaya mengatasi wabah beserta dampak buruk yang disebabkannya. Tak hanya fokus pada Pemulihan kesehatan nasional, Pemulihan Ekonomi Nasional [PEN] dan lainnya menjadi sangatlah penting dalam kondisi saat ini. Ribuan triliun anggaran negara dikerahkan untuk memulihkan Republik ini. Dan tentunya butuh pengawalan ekstra dari Parlemen agar segenap program yang dicanangkan Pemerintah berjalan sesuai track atau tepat sasaran.
Sebagai penutup tulisan, izinkan penulis melantunkan kembali “Yel-Yel” kekaguman Masyarakat Tangerang ketika menyambut kedatangan Sufmi Dasco : “Pak Dasco siapa yang punyaa. Pak Dasco siapa yang punyaa. Pak Dasco siapa yang punyaa. Yang punyaaa kita semuaaa!.” Ya. Sufmi Dasco memang “milik” masyarakat Tangerang. Kehadirannya sebagai wakil rakyat memang sangat dirasakan oleh masyarakat khususnya di Tangerang Raya.
Reses masa Sidang I tahun 2021-2022 adalah kesempatan berharga bagi masyarakat Tangerang untuk berdiskusi dan menyampaikan aspirasi mereka kepada Pak Dasco, sebagai representasi mereka di Parlemen. Namun bagi penulis, apa yang telah dibuat Pak Dasco di Parlemen sejauh ini telah melampaui sekat-sekat teritorial atau wilayah. Karena Energi kerakyatan yang dipancarkannya dapat dirasakan pula oleh orang-orang di luar konstituennya. Akhir kata penulis ucapkan Selamat Reses, dan Selamat Ulang Tahun yang ke 54 untuk Pak Dasco. Semoga nafas Perjuanganmu tetap panjang!.
Penulis adalah Aktivis dan Jurnalis Kota Bogor





