Pamekasan, (LEAD.co.id) | Salah satu pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Pamekasan, Ali Masykur meminta pengganti Wakil Bupati (Wabup) Pamekasan merupakan putra daerah setempat.
“Saya menginginkan sosok yang menjadi pengganti wakil bupati adalah orang kelahiran Pamekasan, bukan orang luar Pamekasan,” kata Ali Masykur. Jumat (25/6/2021).
Selain itu, pria yang akrab disapa Almas ini mengatakan, kalau bisa keterwakilan tersebut berasal dari daerah Pantura. Karena Almarhum Raja’e juga adalah orang Pantura.
“Dan kalau bisa adalah istri almarhum (Yuni Raja’e). Karena beliau adalah orang terdekat almarhum,” katanya.
Pria yang juga menjabat sebagai ketua Angkatan Muda Ka’bah (AMK) Pamekasan itu mengatakan, menjelang pergantian antar waktu (PAW) Wabup Pamekasan, pihak Partai Koalisi Baddrut Tamam-Raja’e (Berbaur) melakukan silaturahmi ke berbagai partai politik (parpol) di Kabupaten Pamekasan. Tak terkecuali kepada PPP.
Ia berpesan, silaturrahmi yang dilakukan parpol koalisi Berbaur kepada parpol-parpol lainnya itu akan sia-sia jika tidak meminta masukan dan saran kepada parpol dan tokoh-tokoh yang dikunjungi.
“Dan menjadi sia-sia ketika partai koalisi berbaur ini tidak bisa menyampaikan kepada kita (kader parpol) apabila tidak menerima masukan yang rasional ini,” ungkapnya.
Anggota DPRD Kabupaten Pamekasan itu berharap, di momentum PAW Wabup Pamekasan ini, parpol koalisi Berbaur selektif dalam memilih sosok pengganti Wabub Raja’e.
“Juga harus mampu menekan Bupati supaya betul-betul memilih calon yang kompeten, kredibilitas, dan loyalitasnya tidak diragukan terhadap masyarakat Pamekasan,” ungkapnya.
Ali Masykur juga mengingatkan agar parpol koalisi Berbaur ini harus bertanggung jawab terhadap baik buruknya pemerintahan berbaur ini dan selesai akhir masa jabatan.
“Parpol pengusung itu harus bertanggung jawab apabila dikemudian hari rakyat tidak begitu puas dengan keputusan parpol koalisi yang mengusung pasangan Berbaur. Sanksinya adalah sanksi politik di Pemilu yang akan datang,” tandasnya.
Reporter: Kholisin Susanto
Editor: Moh Hasanuddin





