LEAD.co.id | Dewan HAM Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) memutuskan untuk meluncurkan penyelidikan secara terbuka atas pelanggaran dalam konflik 11 hari antara Israel dan kelompok Palestina di Gaza, serta pelanggaran “sistematis” di wilayah Palestina yang diduduki oleh Israel.
Dalam sambutan pembukaan, Kepala hak asasi manusia (HAM) PBB, Michelle Bachelet menduga serangan Israel di Jalur Gaza yang menewaskan lebih dari 200 warga Palestina sebagai bentuk kejahatan perang.
“Jika ditemukan tidak proporsional, serangan semacam itu mungkin merupakan kejahatan perang,” kata Bachelet kepada 47 anggota forum Jenewa seperti dikutip Aljazeera, pada Kamis (27/5/2021).
Dalam pemungutan suara forum yang beranggotakan 47 perwakilan negara ini, sebanyak 24 suara mendukung, sembilan menentang, 14 abstain. Forum tersebut mengadopsi resolusi setelah sesi khusus yang dibawa oleh Organisasi Kerjasama Islam (OKI) dan delegasi Palestina ke PBB.
Kristen Saloomey dari Al Jazeera melaporkan dari New York, sesi khusus dewan hak asasi manusia diadakan “setelah tingkat pengawasan dan tekanan internasional yang belum pernah terjadi sebelumnya”.
Resolusi tersebut menyerukan pembentukan Komisi Penyelidikan permanen, alat paling ampuh yang dimiliki dewan HAM PBB untuk memantau dan melaporkan pelanggaran hak di Israel, Gaza, Tepi Barat dan Yerusalem Timur.
Komisi ini juga akan menyelidiki “semua akar penyebab ketegangan yang berulang, ketidakstabilan dan berlarut-larutnya konflik” termasuk diskriminasi dan penindasan.
Hamas menyambut baik penyelidikan tersebut, dan menilai tindakannya sebagai “perlawanan yang sah”. Sementara Israel menyatakan tidak akan bekerja sama dengan penyelidikan itu.
“Keputusan memalukan hari ini adalah contoh lain dari obsesi anti-Israel Dewan Hak Asasi Manusia PBB yang terang-terangan,” kata Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam pernyataannya.
Otoritas Palestina menyambut baik resolusi yang dinilai sebagai “pengakuan internasional atas penindasan sistemik Israel dan diskriminasi terhadap rakyat Palestina”. Namun, Amerika Serikat sangat menyesali keputusan Dewan HAM PBB itu.
“Tindakan hari ini malah mengancam akan membahayakan kemajuan yang telah dibuat,” sebut delegasi AS untuk PBB di Jenewa.
Serangan 11 hari di Jalur Gaza, yang dimulai pada 10 Mei, menewaskan sedikitnya 254 warga Palestina, termasuk 66 anak-anak, dan melukai lebih dari 1.900 orang, menurut kementerian kesehatan di Gaza.
Sedikitnya 12 orang, termasuk tiga pekerja asing dan dua anak, tewas di Israel oleh roket yang ditembakkan oleh Hamas dan kelompok bersenjata lainnya dari Gaza selama periode yang sama.
Reporter: Jhonie Arya
Editor: Aru Prayogi
Sumber: Aljazeera





