Site icon LEAD.co.id

Pedagang Pasar Weleri Direlokasi ke Pasar Darurat, Lokasi Tidak Layak

Pedagang Pasar, Pasar Weleri, Direlokasi Pedagang, Pasar Darurat, Tidak Layak

KENDAL (LEAD.co.id) – Pemerintah Kabupaten Kendal merelokasi pedagang pasar Weleri ke pasar darurat di terminal Bahurekso Desa Jenarsari, Kecamatan Gemuh, pada Selasa (28/12/2021). Relokasi itu mendapat pengamanan sekitar 200 lebih dari petugas gabungan TNI, Polri, dan Satpol PP.

Pemindahan pedagang tersebut dinilai sebagai buah Simalakama karena lokasi baru sudah dua kali ambruk. Selain lokasinya kecil dan harus mengeluarkan biaya tambahan, kondisi pasar darurat juga tidak layak.

“Kami sebagai pedagang tidak punya pilihan lagi. Kalau tidak pindah tentu kami tidak punya lapak. Namun jika ikut pindah, hati kami khawatir kalau bangunan itu nanti ambruk lagi,” ungkap Farida, pedagang pakaian seperti dikutip Ayo Semarang.

Pedagang kelontong, Kaeroman juga mengaku kebingungan karena lokasi tidak cukup jika semua barang dipindahkan ke pasar darurat. Akhirnya, dia membawa dagangannya ke rumah, hanya beberapa saja yang dibawa di lokasi.

“Hanya beberapa barang saja yang dibawa, kalau semua tidak cukup karena di sana sempit dan masih terbuka,” ujar Kaeroman.

Sebelumnya, Pasar Weleri mengalami kebakaran besar pada Kamis malam, 12 November 2020. Kebakaran itu mengakibatkan seluruh kios di pasar tradisional tersebut hangus.

Bupati Kendal, Dico M Ganinduto mengaku telah menerima audiensi dari kelompok paguyuban pasar dan menyepakati relokasi sementara pedagang Pasar Weleri di pasar darurat.

“Sudah menerima audiensi dari Paguyuban Pasar Weleri dan sudah kita sepakati bersama bahwa 100 persen pedagang Pasar Weleri ini akan pindah ke relokasi di Terminal Bahurekso,” terangnya.

Menurut dia, setelah pedagang pindah ke pasar darurat, maka Pasar Weleri yang terbakar akan ditutup kemudian dikaji dan dibangun dengan kualitas yang lebih baik.

Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kendal, Ferinando Red Bonai mengatakan, mulai hari ini tidak ada lagi aktifitas di sini. Menurutnya, pedagang sayur yang ada di jalan dan di dalam sudah mulai kemas-kemas.

“Kemudian nanti yang dalam berangsur angsur mereka memperbaiki lapaknya yang ada di terminal Bahurekso, tapi toleransi kita hanya sampai tanggal 2,” katanya.

Dia mengaku telah menertibkan para pedagang dengan cara yang halus dan telah mengajak bicara para koordinator pedagang setempat terkait relokasi tersebut.

“Mereka sudah kami ajak bicara, semua pedagang ada kordinator ya masing masing dan sudah kita sosialisasikan,” kata Bonai

Kabag Ops Polres Kendal, Kompol Winarno mengatakan, penertiban hari ini sesuai dengan rapat yang dilaksanakan petugas gabungan TNI Polri dan instansi Kabupaten. Pihaknya sendiri telah mengerahkan sebanyak 131 personel untuk kegiatan ini

“Khusus dari Polres ada 131 personel kemudian untuk rekan-rekan dari TNI dari Kodim itu ada kurang lebih 60, kemudian dari Satpol PP dan dilaporkan ada 15, personil, dari Dishub pada kurang lebih 15, ditambah lagi dengan rekan-rekan dari KAI,” ujar Winarno.

Menurut dia, penertiban tidak mungkin dilakukan satu hari saja, tetapi secara bertahap karena cuaca di musim penghujan. Namun demikian, penertiban akan terus dilakukan sampai betul betul selesai.

“Intinya pedagang yang berada di pasar Weleri bisa geser ke Bahurekso dengan aman ya, sesuai dengan harapan Kabupaten,” pungkasnya.

 

Reporter: Jhonie
Editor: Aru Prayogi

Exit mobile version