Pelantikan 7 Anggota Baru PMKRI Bogor Berjalan Sesuai Rencana 

oleh -474 views
Pelantikan PMKRI, Anggota Baru, PMKRI Bogor, PMKRI, Sesuai Rencana
Peserta calon anggota baru PMKRI Bogor saat melakukan sosialisasi soal Covid-19 di Tugu Kujang, Kota Bogor, pada hari Minggu 30 Mei 2021

Bogor (LEAD.co.id) – Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Bogor, di Aula Marga Putra Kota Bogor, melantik 7 anggota baru Secara offline, di aula Marga Putra Kota Bogor, pada Minggu (30/5/2021). Mereka dilantik setelah mengikuti beberapa tahapan Pendidikan kaderisasi Calon Anggota Baru PMKRI.

Ketua Panitia Pelaksana Masa Bimbingan (Mabim) Tahun 2021 DPC PMKRI Cabang Bogor, Jelsius Nong Osko Mada Mengatakan, sebanyak anggota baru ini dinyatakan lulus sesuai Keputusan DPC PMKRI Cabang Bogor. Proses pelantikan dilakukan oleh Ketua Presidium (Kapres) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PMKRI Bogor Santo Joseph a Cupertino.

Anggota muda atau anggota baru tersebut kata, Jelsius Nong Osko Mada telah mengikuti pendidikan formal berjenjang mulai dari Masa Penerimaan Anggota Baru (MPAB) dan Masa Bimbingan (MABIM) yang dilaksanakan pada 22-23 Mei 2021 dan Masa Bimbingan (MABIM) Pada 29-30 Mei selama empat hari dalam dua sesi.”Kami menyampaikan penghargaan kepada Dewan Pembina danDewan Pertimbangan serta Alumni PMKRI atau Anggota Penyatu PMKRI, stakeholder dan semua pihak yang telah membantu menyukseskan kegiatan MPAB,MABIM hingga pelantikan anggota baru ini.

Baca :  PMKRI Fasilitasi Ruang Dialog, BEM Fisib Unpak Minta Maaf

Ferdinandus Wali Ate, Ketua Presidium PMKRI Bogor Kedepan DPC PMKRI Bogor akan selalu terus mengedepankan nilai-nilai tiga benang Merah PMKRI dalam menghadapi perkembangan zaman dalam situasi pendemi covid-19 anggota baru harus siap menghadapi tantangan zaman agar kelak menjadi pemimpin bagi gereja dan bangsa. setiap kader harus berpegang teguh pada prinsip dan nilai-nilai PMKRI yang menjadi landasan tiga benang merah PMKRI dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.

DPC PMKRI Cabang Bogor akan selalu mendampingi anggota baru, dengan tema “Membentuk Kader Menjadi Pemimpin Dengan Semangat Tiga Benang PMKRI” ini berdasarkan pertimbangan diskusi rapat DPC PMKRI Bogor dimana tantangan hari ini dihadapkan dengan situasi Pandemi dan Learning Management Sistem (LMS). Teruslah menumbuhkan literasi baca dan literasi Learning Management Sistem (LMS).

Baca :  PMKRI Bogor Kutuk Aksi Teror di Gereja Katedral Makassar

Berproses di perhimpunan ini bukan hanya sampai pada momentum ini saja melainkan masih banyak momentum yang akan Rekan-rekan anggota baru lalui. Besar harapan saya kiranya rekan-rekan dapat mengikuti setiap proses yang ada dalam wadah perhimpunan ini agar kelak menjadi kader yang militan.
Pemuda-pemudi yang peduli terhadap gereja dan tanah air. Seperti halnya semboyan PMKRI yaitu ‘Pro Ecclesia Et Patria’ atau ‘Demi Gereja dan Tanah Air . Berjuang secara terlibat dan berpihak bagi kaum tertindas , sesuai dengan Visi Misi PMKRI.
Pro Ecclesia et Patria!

Albert Hutabarat Selaku Presidium Pendidikan kaderisasi, Dengan mengangkat tema “Membentuk Kader Menjadi Pemimpin dan Semangat Tiga Benang Merah PMKRI”, maka pada tanggal 22-23 Mei dan 29-30 Mei, para kader muda telah berproses dalam rangkaian kegiatan MPAB-MABIM. Diharapkan, ke depannya para kader baru dari PMKRI mampu untuk mewujud-nyatakan tema tersebut, yakni sebagai calon pemimpin generasi baru dan tetap berpegang teguh pada tiga benang merah PMKRI.

Baca :  Hidupkan kaderisasi, HMI Kota Bogor Adakan LK II

Mayo De Quirino, Selaku Gerekan Kemasyarakatan, PMKRI adalah sata satu wadah yang dimana setiap kader di cetak untuk menjadi pribadi yang militan, jiwa sosial yang tinggi dan dan rasa kemanusiaan. Untuk menunjangi itu pada hari minggu 30 mei 2021 dalam kegiatan masa bimbingan, Calon anggota baru melakukan sosialisasi soal Covid 19 di tugu kujang.

Setiap calon diperprsilakan untuk mengemukakan pendapatnya dengan bermodal materi publick speaking yang tela diberikan. Fakta covid 19 masi ada itu adalah suatau hal yang tida bisa dipungkiri, dia masi berjalan pada jalurnya dengan baik. Adapaun vaksin ditawarkan oleh pemerinta tapi sejauh ini masi dipertanyakan tingkat keakuratanya.

Sampai saat ini Tida ada solusi yang lebi baik selain menjaga protokol kesehatan yaitu denggunakan masker, mencuci tangan dan tetap menjaga stamina.

Reporter: Jhonie Arya
Editor: Aru Prayogi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *