Pelayanan RSI Bogor Mengecewakan

136
0

LEAD.co.id | Banyaknya peserta pendaftaran layanan kesehatan di berbagai Fasilitas Kesehatan publik sering membuat berbagai Rumah Sakit (RS) kewalahan. Tak jarang peserta berobat pun dirujuk ke RS lainnya dengan alasan kurangnya peralatan atau ruangan sudah penuh.

Rumah Sakit Islam (RSI) Bogor yang berbasis syariah sendiri pun dalam menangani pendaftaran peserta kesehatan dinilai para calonnya tidak maksimal.

Kekecewaan dialami oleh Yani Suryani, salah satu calon peserta kesehatan poli jantung yang tidak mendapatkan nomor antrian. Padahal dirinya telah menunggu sejak satu jam sebelum loket pendaftaran dibuka demi mendapatkan nomor antrian.

Baca :  Deklarasi Maraton, Barjab Siap Menangkan Jokowi-Amin di Bogor

“Saya sudah menunggu 1 jam sebelum loket dibuka, harapannya bisa dapat antrian. Tapi ketika loket dibuka sisa antrian hanya tinggal 5 saja,” ujarnya kepada LEAD.co.id (14/06).

Yani menambahkan, bagi peserta lama pendaftaran dapat melalui WhatsApp (Online) sedangkan peserta baru langsung datang melalui loket.

“Seharusnya ada keterangan berapa jumlah kouta pendaftar baik itu melalui online maupun datang langsung sehingga kami tak merasa dikecewakan begini,” tambahnya.

Hasil penelusuran LEAD.co.id, terdapat beberapa informasi yang terpampang di loket pendaftaran seperti mekanisme pendaftaran peserta lama hingga rujukan menggunakan BPJS dan Umum.

Baca :  Kunjungi Basis Fakhru Rizal, Ravindra Disambut Ulama Sukaraja

Ditempat yang sama, Nita selaku Humas RSI Bogor menjelaskan, terkait dengan pendaftaran poli jantung pembatasan jumlah peserta berdasarkan kemampuan dokter tersebut.

“Kuota harian peserta kesehatan itu berdasarkan kapasitas dari dokternya dalam melayani pasien. Poli jantung sendiri diberikan kouta online sebanyak 25, datang langsung 20, dan umum 5,” tambahnya (17/06) saat ditemui di ruang pelayanan informasi RSI.

Terkait dengan calon peserta pendaftaran kesehatan yang menginap dikarenakan kehabisan antrian sehingga memilih untuk menunggu esok hari, dirinya membantah jika calon peserta diperbolehkan menginap di area RSI.

Baca :  Menangkan Jokowi di Bogor, Barjab Dapil 4 Gelar Deklarasi dan Bimtek

“Tidak boleh calon peserta menginap di sekitaran area, selain keamanan dari RSI sendiri juga kita dipantau CCTV untuk melihat aktivitas yang ada, dan area pendaftaran tersebut steril tidak diperbolehkan menginap,” tegasnya.

Nita menyarankan untuk calon peserta kesehatan agar dapat melihat terlebih dahulu jadwal praktek dokter dan bagi calon peserta kesehatan baru diperbolehkan mendaftar melalui via telpon 0251-7558-159. (AP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here