Pemerataan Pembangunan, Aktivis Pemuda Dorong Pemekaran Kabupaten Bogor Selatan

oleh -244 views
Muhammad Azrin Nahusy, HUT RI ke-80, Indonesia Merdeka

BOGOR (Lead.co.id) – Wacana pemekaran Kabupaten Bogor Selatan terus mendapat dukungan luas, terutama dari kalangan pemuda. Pemekaran itu dinilai sebagai langkah strategis untuk meningkatkan pelayanan publik dan pemerataan pembangunan.

Dengan luas wilayah Kabupaten Bogor yang sangat besar serta jumlah penduduk mencapai lebih dari 5,4 juta jiwa, pemekaran dianggap sebagai solusi realistis agar pelayanan kepada masyarakat bisa lebih efektif dan merata.

Adapun tujuh kecamatan yang diusulkan menjadi bagian dari Kabupaten Bogor Selatan adalah Ciawi, Cisarua, Megamendung, Caringin, Cijeruk, Cigombong, dan Tamansari.

Kecamatan Ciawi dinilai paling strategis untuk menjadi ibu kota kabupaten baru karena letaknya berada di jalur utama Bogor–Sukabumi serta dekat dengan kawasan Puncak. Pemekaran wilayah ini diyakini akan memperpendek jarak pelayanan publik yang selama ini terpusat di Cibinong.

Baca :  Rapat Terbatas, AMBS Wacanakan Pemekaran Bogor Selatan 

Wilayah Bogor Selatan memiliki kondisi geografis yang menantang, dengan banyak daerah perbukitan dan jarak antar kecamatan yang cukup jauh dari pusat pemerintahan. Kondisi ini membuat masyarakat sering kesulitan mengakses layanan dasar, mulai dari administrasi kependudukan hingga kesehatan dan pendidikan.

“Selama ini masyarakat di wilayah selatan kerap menghadapi kesulitan hanya untuk mengurus kebutuhan dasar. Perjalanan panjang ke Cibinong membuat banyak urusan menjadi lambat,” ujar Muhammad Azrin, aktivis Pemuda Bogor.

Selain itu, Bogor Selatan juga memiliki potensi ekonomi yang sangat besar. Sektor pariwisata di Cisarua dan Megamendung sudah terkenal hingga mancanegara, sementara Caringin, Cijeruk, dan Cigombong dikenal sebagai sentra pertanian dan perkebunan. Namun potensi besar ini belum tergarap maksimal akibat keterbatasan perhatian dan kebijakan pembangunan yang cenderung terpusat di wilayah utara dan tengah Bogor.

Baca :  Prabowonomics Sebagai Siasat Bertahan Hidup di Tengah Ancaman Perang Global

“Bayangkan jika potensi wisata dan pertanian ini dikelola dengan fokus yang jelas. Kabupaten Bogor Selatan bisa menjadi motor ekonomi baru Jawa Barat,” tambah Azrin.

Dari sisi pembangunan, masyarakat Bogor Selatan sering merasa terpinggirkan. Infrastruktur jalan, fasilitas kesehatan, serta kualitas pendidikan masih tertinggal dibanding wilayah lain. Pemekaran dianggap akan membawa pemerataan pembangunan sehingga masyarakat di selatan tidak lagi menjadi penonton dalam geliat pembangunan Bogor.

“Ini soal keadilan. Masyarakat di selatan berhak menikmati pembangunan yang sama seperti daerah lain,” tegas Azrin.

Secara administratif, beban Kabupaten Bogor induk saat ini memang sangat berat. Dengan 40 kecamatan, Kabupaten Bogor merupakan salah satu daerah dengan cakupan wilayah terbesar di Indonesia. Pemekaran Bogor Selatan dinilai akan meringankan beban administrasi sekaligus meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan di kedua wilayah.

Baca :  Refleksi 81 Tahun Republik Indonesia: Benarkah Bangsa ini Sudah Merdeka?

Gerakan pemuda bersama masyarakat sipil berkomitmen untuk terus mengawal aspirasi ini. Mereka mendorong agar pemerintah daerah, provinsi, hingga DPR RI segera merespons dengan kajian komprehensif serta melibatkan partisipasi aktif masyarakat di tujuh kecamatan tersebut.

“Pemekaran ini bukan kepentingan politik sesaat, tetapi kebutuhan riil masyarakat Bogor Selatan,” pungkas Azrin.