Pemerhati Budaya Protes Kegiatan Bogor Street Fest CGM

oleh -1,484 views
Pemerhati Budaya, Lawang Suryakencana, Imlek, Bogor Street Fest CGM
Lawang Suryakencana saat malam Tahun Baru Imlek, sebagai pusat kegiatan Bogor Street Fest CGM

LEAD.co.id | Acara tahunan, ‘Bogor Street Fest CGM 2020’ yang diklaim sebagai ‘Ajang Budaya Pemersatu Bangsa’, akan digelar pada 8 Februari 2020 di kawasan jalan Surya Kencana.

Meski demikian, Bogor Street Fest ini tidak melulu diterima oleh semua kalangan, masih ada pihak pihak yang kurang setuju jika CGM dijadikan ajang “pesta rakyat Bogor”.

Sumber LEAD.co.id menyebutkan, CGM atau Cap Go Meh melambangkan hari terakhir dari perayaan Tahun Baru Imlek (hari ke-15) bagi komunitas Tionghoa di seluruh dunia, termasuk di Bogor – Indonesia.

Baca :  CGM Bogor Street Festival 2022 Digelar 15 Februari, Embracing Diversity

Setelah sebelumnya mendapat penolakan dari Forum Muslim Bogor (FMB) pada tahun 2019, kini giliran Budayawan Sunda mengeluhkan kegiatan tersebut karena disisi lain kegiatan kebudayaan sunda kurang diperhatikan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor.

“Saya termasuk sangat menghargai pluralisme dan kebineka ikaan. Namun saya sangat sedih kegiatan acara kasundaan sangat kurang di perhatikan,”  tulis Pemerhati Budaya Sunda, Atma Wirya melalui surat terbuka yang diterima LEAD.co.id, Sabtu (25/1/2020).

Pada surat terbuka yang ditujukan Walikota Bogor dan Panitia CGM, Atma juga mengaku menghargai Kebhinekaan, khususnya di Bogor. “Pertama saya mengucapkan selamat hari raya imlek th Tikus,” tulis pembuka isi surat terbuka tersebut.

Baca :  Menteri Wishnutama: Gaungkan Seperti Bogor Street Fest CGM 2020

Sumber Tim LEAD.co.id melaporkan, setidaknya kegiatan CGM mendapat bantuan Rp. 500 jutaan dari swakelola dinas serta bantuan langsung dan tidak langsung.

Menanggapi itu, Atma mengaku bahwa kegiatan kebudayaan Sunda kurang mendapat perhatian Pemkot Bogor, khususnya dalam hal support anggaran dana.

“Dalam beberapa event kita selalu kurah koreh cari pendanaan aja susah,” ungkap Ketua Umum BBRP ini.

Sebelumnya, Wali Kota Bogor Bima Arya menyatakan bahwa, Bogor Street Fest CGM 2020 merupakan salah satu bentuk keberpihakan Pemkot Bogor terhadap kebersamaan dalam keberagaman.

Baca :  Demo Kemendag RI, GMN Protes Impor Bawang

“Suryakencana merupakan kawasan inspiratif tentang pluralisme,” ujar Bima saat menjadi narasumber acara Kick Andy Show, pekan lalu (18/1).

Untuk mewujudkan kebersamaan dalam keberagaman di Kota Bogor, Bima mengajak semua meyakini untuk menyelesaikan permasalahan yang ada secara bersama-sama, karena itu menjadi hutang dan tanggungjawab bersama. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *