BOGOR (Lead.co.id) – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melakukan penanda-tanganan kerja sama dengan IPB University tentang Masterplan Kawasan Agrowisata Halal di Kelurahan Rancamaya, Kecamatan Bogor Selatan.
Penanda-tanganan dilakukan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Syarifah Sofiah dan Wakil Rektor Bidang Internasionalisasi, Kerja Sama dan Hubungan Alumni IPB, Prof Dodik Ridho Nurrochmat di Ruang Sidang PSP3 – LPPM IPB, Jalan Pajajaran, Kota Bogor, pada Jumat (25/3/2022).
“Alhamdulillah MoU ini bisa ditandatangani. Kalau dilihat dari lokasinya memang bagus dan dari IPB University juga jatuh cinta,” kata Syarifah.
Luasannya, kata dia, kurang lebih 9 hektar. Pada saat membuat master plan sudah ada beberapa floating dan ada beberapa yang sudah digunakan PDAM.
“Ada beberapa juga yang kita rencanakan menjadi kebun durian dan kopi,” sebutnya.
Ke depan lokasi ini rencananya akan dibangun kawasan agrowisata. Di sisi lain, aksesibilitas strategis mengingat dekat dengan Tol Bogor Ciawi Sukabumi (Bocimi) yang memungkinkan ke Bogor, Sukabumi, Cianjur bahkan Jakarta, sehingga mendukung untuk suplai.
Ia mengaku tertarik dengan konsep IPB karena membuat UMKM halal food atau semacam smart halal food center. Apalagi master plan kawasan agrowisata halal sinergi dengan kebijakan Pemkot Bogor yang sejak tahun 2010 yang telah menerbitkan Perwali Kota Halal.
“Harus diakui memang kurang berjalan dengan baik, tapi dengan adanya kesepakatan ini semoga jadi awal yang lebih baik dalam mewujudkan Kota Bogor sebagai kota halal,” jelasnya.
Dalam penanda-tanganan itu, Syarifah didampingi Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Anas Rasmana, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Deni Wismanto, Camat Bogor Selatan Hidayatullah, Lurah Rancamaya Hardi Suhardiman, dan perwakilan perangkat daerah terkait.
Smentara itu, Prof Dodik Ridho Nurrochmat mengaku senang mendapat kepercayaan dari Pemkot Bogor untuk bersama-sama membuat masterplan kawasan agrowisata halal.
Dari masterplan tersebut, kata dia, ada dua hal yakni wisata halal yang diharapkan bisa membantu Pemkot dan masyarakat yang betul-betul fungsional, tidak hanya gambarnya yang indah, tetapi bisa dimanfaatkan untuk perkembangan agrowisata halal.
Selain itu tentu saja sangat penting tidak hanya dari segi arsitektur, tapi aksesibilitas dan sosial ekonomi juga harus diperhatikan.
“Melihat potensi pasar dan pengalaman, kami yakin rencana ini memiliki dampak yang positif,” kata Dodik.
Dodik juga berharap bukan hanya gambar saja, tetapi menjadi upaya bersama agar tempat itu benar-benar bisa fungsional.
“Nanti harus kita kaji juga apakah aksesibilitas, sosial dan ekonomi bisa masuk. Kemudian agrowisata produk halal, tentu saja kita siapkan tidak hanya tempatnya tetapi produknya juga,” ungkapnya.
Usai penanda-tanganan, kegiatan dilanjut dengan agenda kick-off meeting, membahas rencana pendukung dengan menghadirkan Prof Yonny Koesmaryono dengan materi rencana kegiatan penyusunan masterplan Agrowisata Halal Rancamaya.
Sugiyono menyampaikan pengembangan pusat distribusi pangan halal terintegrasi, dan terakhir Prof Khaswar Syamsu yang memaparkan pengembangan UMKM Center berbasis rantai produk halal.
Reporter: Jhonie





