BOGOR (Lead.co.id) – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mulai membiasakan warganya untuk menggunakan transportasi dengan tenaga listrik. Hal itu untuk menuju transportasi ramah lingkungan atau transportasi hijau.
Ikhtiar tersebut dimulai dengan kerja sama pengadaan sepeda listrik dengan penanda-tanganan MoU antara Pemkot Bogor dengan PT Beam Mobility Indonesia di Pedestrian SSA, Jalan Pajajaran, Kota Bogor, pada Jumat (23/9/2022).
Wali Kota Bogor, Bima Arya mengatakan, hari ini Kota Bogor memulai lagi babak baru untuk fasilitas publik dengan memasuki era baru, transportasi baru yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
“Kita akan mendorong penggunaan kendaraan listrik mulai tahun ini di Kota Bogor. Kita bermitra dengan Beam untuk membuat warga Bogor terbiasa dengan kendaraan listrik,” ujar dia.
Pada tahap awal, terdapat 100 titik tempat penyewaan sepeda listrik di Kota Bogor dengan armada yang telah disiapkan sebanyak 665 unit sepeda listrik.
“Harganya ini terjangkau bagi warga Bogor yang mau kerja, mau yang jalan-jalan mangga silahkan,” kata Bima.
Kota Bogor menjadi kota pertama di Indonesia yang dipilih PT Beam Mobility Indonesia untuk melakukan kerja sama menyediakan sepeda listrik.
Kerja sama ini kata Bima Arya, merupakan langkah awal Kota Bogor agar warganya terbiasa menggunakan transportasi yang ramah lingkungan.
Saat ini, Kota Bogor juga sedang berproses menyiapkan konversi bus diesel menjadi bus listrik dan konversi angkutan kota menjadi angkutan bertenaga listrik serta kendaraan operasional di lingkungan Pemkot Bogor dengan kendaraan listrik.
Di lokasi yang sama, Head Of Public Affairs & Government Relation PT Beam Mobility Indonesia, Ady Muzadi mengatakan, penggunaan sepeda listrik ini sangat mudah dan terjangkau.
Untuk caranya simple dengan mendownload aplikasi Beam, selanjutnya melakukan scan barcode yang ada di sepeda, kemudian bisa langsung dipakai.
“Pembayaran bisa pakai digital payment seperti shopeepay, gopay, dan debit, dan lain-lain,” ujarnya.
Dari sisi keamanan, pihak PT Beam Mobility Indonesia juga menyediakan asuransi bagi penggunanya. Sehingga ketika terjadi sesuatu di jalan, maka sudah terlindungi oleh asuransi.
“Dan ini sudah dirancang khusus, sehingga ini hanya bisa digunakan di 100 titik di wilayah Kota Bogor. Jadi jika melintasi batas kabupaten itu tidak bisa,” katanya.

