Pemkot Bogor Tetapkan Status PSBB Rabu Ini!

0

LEAD.co.id | Setelah Jakarta, Gubernur Provinsi Jawa Barat, Ridwan Kamil tetapkan wilayah Bogor, Depok, Bekasi (Bodetabek) menjadi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Minggu Siang (12/4/2020) Wakil Wali Kota Bogor bersama unsur Muspida menggelar rapat koordinasi bersama Gubernur melalui video conference di rumah dinas walikota, Jl. Pajajaran. Dalam rapat tersebut, Gubernur memberikan arahan tentang 7 (tujuh) pintu jaring pengamanan sosial. Wakil Walikota Bogor, A Dadie Rachim menyampaikan, pelaksanaan PSBB di Kota Bogor akan dilaksanakan rabu mendatang.

“Hasilnya kita sudah mendapat arahan dari Gubernur tentang pelaksanaan PSBB di kota bogor pada rabu 15 april, mulai dari jam 00.00 WIB,” ucapnya kepada Lead.co.id.

Baca :  Demo Balaikota Bogor, KAMMI Minta Evaluasi Penataan PKL

Dedie menambahkan, pendataan dari mulai kesejahteraan sosial, kartu sembako, prakerja, Bantuan Sosial Presiden, Provinsi hingga Pemerintah Kota harus sesuai.

“Harus dipastikan data itu valid, data itu sedang proses verifikasi akhir untuk mengecek tidak ada duplikasi. Nantinya yang menerima bantuan dari negara hanya satu kali, mungkin nanti untuk durasinya akan diberikan selama 3 bulan,” tambahnya.

Selanjutnya, pemkot Bogor akan segera mempersiapkan Peraturan Walikota tentang PSBB yang bahas lebih lanjut oleh Forum Komunikasi Pimpinan Daerah besok.

“Intinya memang kita pilih pelaksanaan yg maksimal, akan ada beberapa titik pintu masuk ke Kota Bogor yang akan dilakukan check poin termasuk titik kumpulan masa yg selama ini memang menjadi perhatian seperti Stasiun dan terminal,” jelasnya.

Baca :  PSBB Kota Bogor Habis, Ojol hingga Hotel Boleh Beroperasi

Dadie juga mengajak seluruh pihak untuk mendukung PSBB agar efektifitas dan upaya untuk menurunkan Covid-19.

“Seperti yg sering kita gemborkan keinginan untuk 1 Syawal dan Sholat Ied bersama. Maka mulai saat ini kita harus disiplin, sabar dan patuh dengan aturan yang ada,” pungkasnya.

Dalam PSBB ini nantinya ada 10 titik jalan masuk utama Kota Bogor, pembatasan jadwal operasional angkot, jumlah kapasitas angkutan, proses transaksi pasar hingga perubahan restoran hanya melayani delivery atau take away.

Reporter : Wawan Supriatna
Editor : Aru Prayogi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here