Pendapat, Kesan dan Pesan pada HUT 80 Tahun Usia Ongaku Edward Arfa

oleh -476 views
Pendapat, Kesan, Pesan, HUT, Onga, Apendi Arsyad, Edward Arfa

Oleh: Dr Apendi Arsyad

Bismillaahir Rahmaannir Raahiem.

InsyaAllah, ongaku Haji Edward Arfa SH (ongaku EA) di penghujung tahun ini, tepatnya pada hari Kamis tgl 30 Desember 2021, kakakku (bahasa Cerenti nama panggilan, sebutan anggota keluarga senior “onga”), onga EA akan berulangtahun (HUT) ke 80 (delapan puluh) tahun. InsyaAllah beliau dalam kondisi sehat walaffiat dan tak kurang sesuatu apa pun.

Sungguh ini merupakan sebuah kenikmatan, karuniaNya yang dianugerahi umur yang panjang oleh Allah SWT Maha Pencita dan Pemelihara langit dan bumi beserta isinya ini. Ongaku Edward telah mendapat “bonus” usia yang cukup banyak dilihat dari perspektif usia Nabi dan Rasulullah Muhammad SAW yang hanya berusia 63 tahun. Hal ini sepatutnya onga EA dan saya adiknya Apendi Arsyad (AA) mensyukuri nikmat Allah SWT tersebut. Walaupun kita sudah paham bahwa setiap makhluk hidup sudah ada catatannya kapan lahir, hidup dan matinya sudah ada, tercatat dalam kitab lauh- mahfudz.

Saya tentunya sangat merasa senang dan berbahagia di masa lanjut usia (lansia), ongaku EA, beliau masih bisa menulis da kami pun masih lancar berkomunikasi dengan baik, terutama membicarakan hal-2 yang berguna dan maslahat buat pengembangan masyarakat desa, nagori asal kami Cerenti Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Provinsi Riau, dimana tempat kami dilahirkan dan dibesarkan oleh orangtua kami.

Saat ini saya adiknya AA diberi tugas, surat kuasa untuk mengurus dan mengelola cetakan penerbitan buku karangannya berjudul “Mendulang Butir-2 Budaya dan Adat Istiadat Masyarakat Melayu Cerenti Kuansing Riau”, buku setebal 221 halaman lengkap gambar-2nya ke manajemen IPB Press, salah satu penerbit yg cukup prestisius, beken yang kini ada di Kota Bogor, Jawa Barat.

Rencananya karya monumental buku ongaku EA itu, akan dicetak dan dipasarkan IPB Press, dan insyaAllah nanti hasilnya {fee-royaltinya 10 %} akan digunakan untuk pemberian dana program beasiswa bagi anak-2 yatim yang sedang bersekolah tingkat dikdasmen (SD, MTs, SMP, SMA dan SMK) yang ada di Kecamatan Cerenti Kuansing-Riau. InsyaAllah sebagian profitnya, dana royalti dari usaha bisnis penjualan buku tersebut akan dikelola secara profesional dan dipercaya oleh manajemen Yayasan ARSYADA Madani (ACM) yang sudah saya dirikan (Kamis tgl 24/2-2021 yang lalu, sehari setelah ibu kandungku, omak Hj.Darana binti Djamin, wafat di usia 106 thn) bersama beberapa anak dan para kemenakan dari keluarga besar the Arsyad Family di Cerenti Kuansing.

Kita sadar dan tahu bahwa pekerjaan mengarang dan menerbitkan buku adalah salah satu perbuatan yang memerlukan energi kreatif, inovatif dan menuntut kecerdasan (intelegencia) pada level tertentu. Kehadiran buku akan sangat bermanfaat dalam mencerdaskan kehidupan masyarakat dan bangsa. Kontribusi buku sangat berdampak positif dalam membangun kualitas sumberdaya manusia (SDM) yang sadar literasi, dan melahirkan masyarakat yang berbudaya madani dan bermatabat (civil society and society dignity), khususnya bagi masyarakat di Cerenti Kuansing Provinsi Riau.

Pekerjaan menyelesaikan karangan dan penerbitan sebuah buku bermutu dan mendidik, bukanlah sesuatu pekerjaan yang mudah dan ringan. Aktivitas-2 seperti ini menuntut adanya sikap keteguhan hati, kemampuan berliterasi karena gemar dan banyak membaca buku-2 dan media massa (koran dan majalah etc) yang berkualitas; adanya idealisme seseorang yang kuat, komitmen yg tinggi untuk meraih kemajuan, rela berkorban untuk mengangkat derajat kehidupan masyakatnya, kesabaran dan ketekunan berbuat yang terbaik, berpikir tertib dan disiplin waktu. Terakhir adanya semangat ongaku EA yang bergelora dalam sanubarinya ingin berbagi pengalaman yang maslahat bagi masyarakat/bangsa/negaranya, kemudian beliau ingin beribadah semata-mata karena Allah SWT untuk mendapatkan ridho dan pahala dari Allah SWT sebagai bekal kehidupannya di akhirats kelak.

Demikian narasi mengenai watak, karakter dan perilaku baik (best behavior) dari sosok dan vigur ongaku EA yang terrefleksi dalam karya 2-3 bukunya tersebut.

Demikianlah sekilas karakter, akal budi dan jiwa-semangat yang tersembunyi dan terpatri dalam diri dan sanubari ongaku EA 80 thn yang tampak. Orangnya memang kreatif, inovatif dan genius serta berjiwa sosial tinggi untuk bisa memberikan manfaat pada lingkungan sosialnya. Saya mencermati betul pola perilakunya kesehariannya, sambil terkagum- kagum.

Nampaknya beliau ongaku EA memiliki stok energi yang banyak, dan saya sangat mengappresiasinya. Walaupun beliau ongaku EA dalam kondisi sakit, setelah ditimpa kecelakaan lalu lintas, dan lukanya mendapat belasan jahitan dari dokter di RS Angkatan Laut Tg Pinang, beliau masih menahan sakit tetapi tetap bisa berkarya menulis buku authobiografi 80 tahun, luar biasa dan begitu mantapnya sikap mental dan semangat hidup ongaku EA itu.

Diam-2 saya berikhtiar mencontoh terhadap apa-2 yang baik beliau lakukan selama ini, disela-sela kesibukannya menjalankan profesi ASN yakni selaku hakim, pengacara dan urusan bisnis jasa konsultan, urusan keluarga dan penyaluran hobbynya berkebun di lahan sekitar villanya, serta juga suka bertamasya ke Jakarta dan luar negeri, memang orangnya sangat sibuk (very busy). Namun beliau masih menyempatkan diri untuk melakukan peran sebagai pegiat dan pengamat sosial serta berbuat kebajikan antar sesama.

Baca :  Sekedar Klarifikasi Mengapa Saya Menulis

Orangnya, ongaku EA adalah pekerja keras, sehari-hari hampir semua waktu 24 jam terpakai, tidak ada waktu berleha-leha. Watak ayah kami pekerja keras menular kepadanya. Ongaku EA selain menjalankan tugas selaku pejabat kehakiman, pembela dan penegak hukum di masyarakat pencari keadilan. Beliau ongaku EA juga suka bekerja “kasar”, dengan tangannya bekerja mau berkubang-kubang tanah seperti membersihkan sampah di halaman pekarangan rumahnya, menanam dan merawat bunga-2 di taman rumahnya yang apik, bercocok tanam di kebun yang agak luas, berdiri villa tempat istirahatnya yang cantik dan nyaman, di sekitar daerah pegunungan Bintan Kep.Riau.

Saya juga tahu bahwa hasil-2 kebun tersebut tidak pernah dijual, tetapi hasil-2 kebunnya seperti pisang, singkong, cempedak (nangka), kedondong, ikan Emas, Gurami, Lele kolam air tawar lainnya, mangga, cabe, sayur-2an dll, dibagi-bagikan dan sedeqahkan buat para dunsanak, kerabat dan tetangganya sekitar rumahnya.

Jujur saya berkata, begitu banyak kaum senior terdidik dan terpelajar asal kampungku Cerenti, yang lama merantau dan telah sukses berkarier menjadi pejabat eselon tinggi di Lembaga dan birokrasi pemerintah dan sukses berbisnis di perusahaan-2nya, tetapi maaf, saya komentari amat sedikit dan jarang sekali saya lihat dan menemukan sosok senior apalagi yunior orang2 putra Cerenti yang tingkat kepeduliannya dan siap berkarya menulis buku untuk mendokumentasikan sistem nilai budaya dan adat masyarakat Cerenti, yang mulai pudar dan terlupakan, dia yang peduli itu adalah Haji Edward Arfa SH. Hal ini membuktikan ongaku EA telah berkemauan keras, mampu dan ikut berperan serta membantu upaya pelestarian budaya berbasis kearifan lokal (local wisdoms).

Ongaku EA pada thn 2003 pernah menggerakan dan mensponsori penyelenggaraan Seminar Adat Istiadat Masyakarakat Cerenti, menghadirkan banyak para perantau (“diaspora”) Cerenti, para pejabat Dinas dan termasuk Ketua DPRD dan Bupati Kuansing. Beliau ongaku EA membuat prosedingnya yang kemudian dijadikan buku dan diterbitkan IPB Press. Selain itu beliau onga EA, juga gemar dan pernah mengalokasikan sebagian rezekinya berupa dana dari uang pribadinya untuk membangun sarana-prasarana ibadah agama dan sosial di kampung halamannya sendiri, Cerenti, ongaku EA melakukannya dengan penuh ikhlas. Saya dan kita tentu merasa bangga dan sulit mencari tandingannya watak orang Cerenti seperti ini baik dulu maupun hingga sekarang (zaman now).

Beliau bukanlah termasuk tipe manusia “orang yang godang bual dan otah”, dengan mudahnya mengobral jargon-2 tak masuk akal (gombal), seperti “Cinta Nagori Cerenti” di WAG, medsos, padahal faktanya nihil. Tetapi ongaku EA telah membuktikan, berbuat dan berkarya nyata untuk mendukung kemajuan pembangunan kampung halamannya, nagori Cerenti yang beliau cintai.

Ongaku EA sudah sejak lama melakukan kegiatan-2 pengabdiannya, mulai dari beliau masa aktif menjabat anggota majelis Hakim dan menjabat Ketua Pengadilan Negeri (PN) hingga beliau masuk masa pensiunan (istirahat ASN). Pada saat ini beliau berhasil menjadi penegak hukum sebagai pengacara dan konsultan hukum dari sejumlah perusahaan (coorporate lawyer consultans). Dari profesi konsultan hukum inilah, beliau mendapatkan rezeki “melimpah”, dengan menerima penghasilan yang lumayan banyak, hidupnya berkecukupan, sehingga bisa berbuat membantu program-2 pengembangan masyarakat desa (village community development), termasuk membantu merenovasi dan membangun sarana ibadah spt masjid, musholah, dan surau yang rusak dan mulai roboh bangunan yang ada di kampung halamannya di beberapa desa di Cerenti (baca buku “Memori Kenangan Perjalanan Hidupku, Hingga Usia 70 Tahun: Edward Arfa SH, penerbit Yusticia Bellen Tg Pinang, 213 halaman).

Seingat saya 10 tahun yang lalu, pada usia ke 70 tahun, beliau onga EA sudah berhasil membuat buku Authobiografi: Perjalanan Hidupku hingga 70 thn: H.Edward Arfa SH. Saya AA selaku Ketua Ikatan Keluarga Cerenti (IKC) daerah se Jabodetabek ikut diminta memberikan kata sambutan di buku tersebut.

Kembali, saat ini ongaku EA ingin menerbitkan lagi sebuah buku, peringatan HUTnya yang ke 80 tahun. Dalam hati saya pun berkata, salut, luar biasa semangat ingin berbagi pengalaman (experience sharing) saudaraku yg satu ini, beliau gemar mentransformasikan nilai-2 dan norma-2 kebaikan dan perbuatan maslahat serta kebajikan, seperti yang pernah beliau lakukan dalam keseharian hidupnya. Hal ini hendaknya bisa dipahami oleh orang lain, generasi penerus, para Dunsanak sebagai sarana pembelajaran, teristimewa bagi para pembaca penggemar riwayat hidup (authobiografi) seseorang yang sukses. Biasanya penulisan buku authobiografi para pejabat negeri ini dan tokoh masyarakatnya banyak ditulis oleh orang lain (pengarang dan jurnalis) yang profesional yang kemudian dibayar imbalan jasanya. Akan tetapi bagi ongaku EA tidaklah demikian. Beliau menulis sendiri tentang pengalaman dan riwayat hidupnya yang berliku-liku dan penuh romantika.

Jadi kehadiran buku 80 tahun onga EA jelas bermutu, lebih original dan memberikan pelajaran dan sekaligus pembelajaran (lesson learned) dan informasi faktual dan utuh, yang bisa diadopsi dan dipetik manfaatnya dalam proses dan dinamika kehidupan generasi berikutnya. Barangtentu, bagi mereka yang membacanya akan menarik, terkesan positif sebab materinya bersifat edukatif dan inspiratif.

Langka orang terampil menulis buku 70 thn dan 80 thn ini, tidak banyak orang bisa melakukannya. Apabila kita membaca Autobiografi onga EA, kita akan menemukan data dan informasi yang berkaitan suka duka hidupnya, perjalanan karier sebagai abdi negara/hakim (ASN = Aparat Sipil Negara), di masa pensiunan ASN mengabdi sebagai pengacara untuk tugas penegak hukum, dan kerja-2 pengabdian sosial yang bermaslahat bagi kehidupan masyarakat, bangsa dan negara lainnya, terutama kiprahnya dalam upaya memajukan budaya dan adat istiadat masyarakat Cerenti, yang sekarang sudah tetbit menjadi sebuah buku yang bisa diakses publik, semua stakeholders (via internet,.”mbah” geogle). Jika para pembaca menyimak isi kedua buku tersebut, mereka nantinya akan mengenal sosok dan vigur ongaku EA dengan baik dan benar. Ongaku EA bukan saja sebenar berstatus “manula” artinya manusia lanjut usia, alhamdulillah beliau usianya mencapai 80 thn (tgl 30/12-202, Kamis nanti), akan tetapi “manula”, makna sesungguhnya adalah manusia langka. Onga EA adalah manusia langka, jarang dan sulit ditemukan sosok seperti ini bahkan tidak pernah kita temukan seorang sosok dan vigur yang mau dan mampu menjalankan tugas, fungsi dan peran sosial-publik dan.kerja-2 individualnya sebagaimana beliau kemukakan pada artikel-2 dalam 2 (dua) buku Autobiografinya yang telah terbit.

Baca :  Bedah Buku: Jihad Intelektual untuk Kemajuan Indonesia

Pada tulisan ini jujur saya berucap bahwa untuk orang Cerenti yang peduli nagori dan mau serta mampu berkarya menulis menggali nilai-2 Budaya dan Adat istiadat Masyarakat Cerenti, adalah beliau satu-2nya yang ada hingga kini.
Ongaku EA adalah seorang anak manusia yang amat langka, yang lahir dan pernah dibesarkan di kampungnya Cerenti Rantau Kuantan Riau.
Ongaku EA putra H.Arsyad bin Kahar (alm.thn 1971), beliau hidup dan berjuang dengan segala keprihatinan, di sela tugas kehakiman sempat mengajar ilmu hukum di Universitas Sam Ratulangi Manado, dan Universitas Tadulako Palu untuk menambah rezeki selain menyalurkan bakat dan hoby mengajar, tetapi alhamdulillah beliau berhasil berkarier dalam dunia penegakan hukum, beliau pernah bertugas di Sulawesi (Manado, Palu etc), Kalimantan (Pontianak etc), Jawa dan Sumatera (Batam), terakhir di Kepulauan Riau sebagai Ketua Pengadilan Negeri (PN) kelas 1 Kota Tanjung Pinang dengan daerah kerja Ranai (Natuna), Tg Balai Karimun, Lingga (Dabo Singkep) dll.

Semasa beliau berprofesi hakim, saya banyak tahu dari cerita orang lain, sahabatnya, koleganya bahwa karier ongaku EA mengalami “pasang surut” akibat sikap kekritisannya, berintegritas memegang prinsip dan pemberani etc. Walaupun saya mengetahui dan mengalami berinteraksi dengan beliau, harap berhati-hati, orangnya perpect.(segala sesuatu ingin sempurna) dan kesannya agak tempramental “pemarah”, apabila beliau tersinggung dan tidak suka melihat perilaku yg tak berkenan di hatinya misalnya malas dan berperilaku tidak senonoh, spontan seketika itu, beliau langsung menegur dan terkadang “marah”. Ongaku EA nalurinya agak tempramental kata orang. Inilah kelebihan sikapnya dan sekaligus kelemahannya bagi orang tak paham karakter kerasnya.
Jika “kemarahannya” ini muncul di hadapan kita, sikap kita tidaklah perlu takut dengannya, dan jangan dimasukan kedalam hati, apalagi ada “dendam” janganlah, karena marah beliau hanya sesaat, setelah itu ongaku EA lupa dan melupakan. Bahkan setelah dia marah, ongaku EA itu, kemudian dia bertanya kepada seseorang yg dimarahinya, kamu sudah makan atau belum?, setelah itu dengan sikap kedermawanannya beliau kasih uang jajan kepada orang yg dimarahi tadi dengan ikhlas, tanpa ada komentar apa-apa lagi.

Cerita lucu ini juga pernah saya dapatkan dari 2 orang pengacara muda (Sarjana Hukum) staf dan asisten onga EA yg berkerja di Law Office Edward Arfa SH Asosiate di Kota Tg Pinang pada satu dasawarsa yang lalu. Waktu saya berkunjung ke kantor konsultan hukum onga EA tersebut, Saya bertanya kepada mereka, kok bisa kuat bekerjasama dengan kakakku/ ongaku? Mereka itu menjawab, bisa pak Apendi, bapak Edward Arfa SH, bos kami, beliau marah jika pekerjaan kami tidak sesuai harapannya (“seleranya”) bapak itu sebenarnya mendidik kami agar bekerja bagus dan profesional. Tapi enaknya setelah kami ditegur dan “dimarahi”,..” beliau (ongaku EA).,,” pun bertanya ? sudah makan belum !? Kemudian kami diberi uang makan dan bahkan pakaian, terkadang jika menang berperkara kami diberi uang bonus dan “succes fee” orangnya betul-2 tidak pelit,” hidupnya gemar berbagi, mudah bergaul.

Begitulah pengakuan koleganya yang pernah saya temukan di kantor konsultan hukumnya. Saya pun tertawa mendengarnya dan tidak kaget lagi, karena memang saya pernah mengalami hal serupa dan saya bersabar dan mengintropeksi diri. Sebaliknya jika saya adiknya AA berperilaku baik, hormat kepada senior, dan saling menghargai, kemudian kita berprestasi. Wow beliau pasti senang sekali, dia akan sayang dan membangga-banggakan kita adiknya kepada para sahabatnya.

Ketika berceramah di forum Musrenbang penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMD) Prov.Kepulauan Riau selaku konsultan kantor Gubernur Kep Riau, beliau ongaku EA senang dan berbahagia sekali. Saya pernah ceritakan suasana forum Musrenbang, sebelum mulai presentasi, saya perkenalkan diri bahwa saya Dr.AA adalah adik kandungnya bapak H.Edward Arfa SH, ketika itu saya lihat ekspresi beberapa Kepala Dinas, sahabat onga Edward, mereka agak “kaget” dan tersenyum . Ongaku EA di kalangan birokrasi sangat dikenal, beliau juga konsultan hukum sejumlah Pemkab se Prov.Kepri. Mendengar cerita ini saat kami berdua, santai minum dan sarapan pagi di kedai kopi, saya amati expresi wajah ongaku EA begitu ceria dan ikut bangga melihat keberhasilan saya AA adiknya sebagai konsultan.

Baca :  Geliat ICMI Bogor

Apabila ongaku EA senang dan sayang kepada adiknya AA seperti saya alami, rezeki yang tak disangka-sangka pun akan mengalir, dengan mudah dan sejumlah uang yang lebih dari cukup untuk saya adiknya AA. Alhamdulillah saya sendiri AA adiknya selama beliau sebelum dan sesudah pensiun ASN, dan kemudian aktif sebagai pengacara banyak juga mendapat bantuan hibah-material (dana) untuk membiayai pendidikan dan kebutuhan hidup selama menempuh pendidikan sarjana dan program pascasarjana (Magister dan Doktor), dan setelah tammat studi lanjut (pascasarjana) dan sudah berkeluarga pun saya sering menerima kiriman berupa barang-pakaian dan makanan seperti ikan Teri Tanjung Pinang yg enak dan terkenal itu. Ongaku EA orangnya memang benar-2 penyantun dan penolong, bukan saja kepada anggota keluarga dan para kerabatnya seperti kakak kandungnya tinggal di kampung, juga para kemenakan, cucu, sepupu dan iparnya, serta juga berbuat baik dengan para kolega kerjanya seperti yang saya ceritakan diatas.

Soal watak kedermawanan ongaku EA ini, ada beberapa fakta dan bukti yang saya temukan di lapangan dan lingkungan masyarakat. Diantaranya beliau suka menolong anak-2 orang miskin yang berasal dari pulau2 kecil menjadi anak angkatnya disekolahkan dan berhasil bekerja, suka menolong mencari lapang kerja bagi mereka kenal dan membutuhkan misal kerja dinas kantoran, perusahaan swasta dan pabrik dengan memanfaatkan jejaringan pergaulannya, senang mempromosikan bawahan ke jenjang karier (hakim) lebih tinggi, suka dan rutin berqorban di waktu hari raya Idul Adha untuk dibagikan dagingnya disertai sembako kepada para pakir-miskin. Dan terakhir, beliau gemar berinfaq/ bersedeqah dalam membangun rumah ibadah seperti masjid, musholah, surau dan majelis taklim di kantornya, kampung halamannya Cerenti dan di sekitar pemukimannya di Kota Tanjung Pinang Kep.Riau.

Sepengetahuan saya beliau membantu penuh para kemenakan kandung dalam hal kebutuhan pendidikan, kesehatan, perumahan dan bahkan kebutuhan pokok pangan. Begitulah watak ongaku EA, beliau telah menjadi paman kandung yang baik dan peduli kepada keluarga dan kerabat, termasuk koleganya dan orang lain.

Semoga perbuatan baik itu menjadi ladang amal soleh ongaku EA. InsyaAllah menjadi pahala dari Allah SWT sebagai tabungan akhirats. Kita sadar bahwa setiap kita manusia akan mati, apabila sudah sampai ajalnya. Ini bersifat ghaib hanya Tuhan Allah SWT yang maha tahu kapan waktunya dan dimana tempatkan kematian seseorang makhluk manusia, kita pun tidak tahu. Kita hanya bisa, semasa hidup di dunia hanya berupaya menyiapkan diri dengan berbekal perbuatan amal sholeh dengan niat beribadah kepada Allah SWT semata. Bagi mereka pernah membaca hadist sahih tersebut, bahwa..” Ketika anak Adam (manusia) meninggal dunia terputuslah segala amal perbuatannya di dunia ini, kecuali untuk 3 (tiga) perkara yakni: (1) anak yang sholeh yang selalu mendoakan, (2) harta diperoleh dgn rezeki yg halal dan toyib yang diwakafkan/ infaqkan/ sodaqohkan, dan (3) ilmu pengetahuan dan teknologi yang bermanfaat buat orang lain dan kemajuan masyarakat, seperti menulis buku2 yang berfaedah bagi kemajuan nagori, tempat kelahirannya Cerenti.

Jika melihat bunyi hadist soheh tersebut, ongaku EA, …beliau nampaknya memiliki kecerdasan emosional- spiritual (ESQ) yang luar biasa hebatnya, paham isi hadist ini, berusaha mengamalkannya,dan sesungguhnya patut disuritauladani (role model) bagi kita yang ingin meraih kemuliaan hidup dihadapan Allah SWT, guna meraih husnul khotimah, terutama mereka para pensiunan yang telah lansia (tua renta). Semoga Allah SWT meridhoi segala hal-2 baik yang telah dikerjakannya dan bermaslahat bagi orang lain dan masyarakat, bangsa dan negara (NKRI) yang sama-2 kita cintai.

Demikianlah narasi singkat opini (pendapat) kesan dan pesan tentang sosok dan vigur Ongaku EA yang amat saya hormati, dan pantas dijadikan panutan dan menginspirasi serta memotivasi kehidupan kita, agar gemar berbuat kemaslahatan dan kebajikan selama nyawa ini masih di kandung badan (hidup dan kehidupan) kita ini. Mohon maaf apabila ada ungkapan dalam tulisan ini, yang kurang berkenan di hati para pembaca sekalian. Kami sadar bahwa “tiada gading yang tak retak”.

Selamat Ultah ke 80 tahun, ongaku H.Edward Arfa.SH, sehat dan panjang umurnya, semoga Allah SWT selalu melindungi dan menolong dalam kehidupan hambaNya, “…hablumminalah waniakmal wakil minalmaula waniakman natsir…”

Penulis adalah Pendiri-Dosen/Assosiate Professor pada prodi Agribisnis Faperta Universitas Djuanda Bogor: Pendiri/Ketua Dewan Pakar ICMI Orwilsus Bogor, Ketua Majelis Pakar Dewan Koperasi Kab.Bogor, Ketua Dewan Pertimbangan Kadin Kab.Bogor dan sebelumnya Wakil Ketua 3 periode thn 1996-2020; Pendiri-Ketua Dewan Pembina ACM dan YAPIC, Sekwanhat MD Kahmi Bogor, Ketua Dewan Pendidikan Kota Bogor 2013-2019, dan Tenaga Ahli P3PD Ditjen Bina Pemdes Kemendagri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *