MAMUJU (Lead.co.id) – Direktorat Riset dan Inovasi (DRI) IPB University bersama Pemerintah Kecamatan Tapalang Barat, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Evaluasi Data Desa Presisi (DDP) di Kantor Kecamatan Tapalang Barat. Kegiatan berlangsung pada Rabu, 30 September 2026 yang diikuti unsur pemerintah kecamatan, pendamping desa, serta kepala desa/perwakilan dari tujuh desa yang menjadi lokasi DDP di Tapalang Barat.
FGD dihadiri Camat Tapalang Barat Jaharuddin, S.IP. Tim IPB University dipimpin Muh Faturokhman, S.Pt., M.Si. sebagai ketua tim, bersama Dr. Marta Sundari, M.Si. dan Rijaluddin, S.E., M.Si. Forum ini menjadi bagian dari rangkaian evaluasi dan konfirmasi terhadap Data Desa Presisi Sulawesi Barat yang dikumpulkan pada tahun 2022.
Melalui FGD, Tim IPB University memaparkan gambaran umum hasil analisis yang bersumber dari DDP dan meminta tanggapan peserta berdasarkan kondisi aktual di lapangan. Pembahasan mencakup isu pembangunan desa, SDGs Desa, ketimpangan, kondisi sosial-ekonomi, serta dinamika agribisnis dan non-agribisnis pada desa dengan karakter wilayah yang berbeda.
Ketua Tim IPB University, Muh Faturokhman, menyampaikan bahwa tujuan utama kegiatan bukan sekadar mempresentasikan angka, melainkan menguji apakah hasil analisis selaras dengan realitas desa. Informasi dari peserta digunakan untuk menjelaskan faktor-faktor lokal yang tidak seluruhnya dapat ditangkap melalui data kuantitatif.
Pada kesempatan tersebut juga, Dr. Martha Sundari yang merupakan Dosen Universitas Indraprasta PGRI Jakarta menyampaikan bahwa data DDP sangat relevan dengan kebutuhan Pemerintah Daerah karena sangat lengkap dan presisi, sehingga akan sangat membantu proses pembangunan ditingkat desa.
Camat Tapalang Barat Jaharuddin, S.IP. menekankan pentingnya diskusi sebagai bahan referensi bagi pemerintah desa. Hasil FGD diharapkan dapat memperkaya pemahaman desa terhadap kondisi wilayah masing-masing dan menjadi masukan dalam penyusunan perencanaan maupun pelaksanaan program pembangunan.
Rundown kegiatan mencakup sesi penghimpunan dan konfirmasi data, pendalaman dan klarifikasi isu, identifikasi kebutuhan prioritas, pleno hasil diskusi, serta penyusunan rangkuman dan tindak lanjut. Proses tersebut dirancang agar informasi dari DDP dapat dibaca bersama dengan pengalaman pemerintah lokal dan masyarakat desa.
FGD Tapalang Barat juga memperkuat pesan bahwa pemanfaatan DDP perlu diikuti pemutakhiran data, peningkatan kapasitas pengguna di tingkat desa dan kecamatan, serta keberlanjutan pendampingan. Dengan pendekatan tersebut, data diharapkan dapat lebih efektif mendukung pengambilan keputusan yang berbasis kondisi nyata wilayah.
IPB University dan Pemerintah Kecamatan Tapalang Barat berharap hasil kegiatan ini dapat menjadi bagian dari penguatan tata kelola data desa dan memperkaya rekomendasi pembangunan di Sulawesi Barat. Masukan lapangan akan digunakan untuk menyempurnakan analisis penelitian serta menjadi bahan pembelajaran bagi pengembangan pendekatan Data Desa Presisi ke depan.
Penyelenggara: Direktorat Riset dan Inovasi (DRI) IPB University
Mitra kegiatan: Pemerintah Kecamatan Tapalang Barat, Kabupaten Mamuju





