BOGOR (LEAD.co.id) – Inisiator Perjuangan Ide Rakyat (INSPIRA) Cabang Bogor berunjuk rasa di depan kantor Bupati Bogor, pada Jumat, (20/8/2021). Aksi ini terkait pengelolaan Barang Milik Daerah (BMD) yang tidak optimal.
Dalam tuntutan aksinya, demonstran meminta Bupati Bogor mencopot Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) dan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor terkait pengelolaan aset daerah.
Hafiz Azami, Ketua Umum INSPIRA Cabang Bogor menuturkan bahwa, banyak aset daerah dikuasi pihak ketiga tanpa didukung sertifikat dan sebanyak 27 penyewa telah telat membayar uang sewa.
“Kami berangkat dari temuan BPK 2019 dan 2020, lalu kami kaji dan kami melakukan aksi unjuk rasa, karena kami nilai sangat berantakan para pejabat yang mengelola aset daerah,” ungkapnya.
Dalam aksi ini, massa dari kader INSPIRA Cabang Bogor melakukan orasi bergartian selama 30 menit dengan melaksanakan Protokol Kesehatan menjaga jarak dan memakai masker
Robby, Salah satu orator menyampaikan pesan kepada Sekretaris Daerah dan BPKAD agar mundur karena dinilai selama ini banyak aset daerah berbentuk kendaraan dan mesin sebanyak 1.222 unit tidak diketahui keberadaannya.
“Banyak sekali aset daerah yang bergerak tidak diketahui keberandannya, jika ditaksir ke rupiah hampir 1 Miliar lebih, ini tidak bisa dibiarkan,” katanya.
Atas hal itu, Zayyanul Iman selaku Koordinator Lapangan meminta Bupati Bogor agar memenuhi tuntutannya. Zayyen sapaan akrabnya menyatakan akan melakukan unjuk rasa kedua jika tuntutannya tidak dipenuhi.
Harapannya, agar tidak adanya Abouse Of Power (Penyalah gunaan Kekuasaan), untuk itu ke depan kita akan kawal kembali bersama Kawan kawan untuk melakukan aksi unjuk rasa yang kedua pada hari Rabu depan dengan massa yang lebih banyak.
Diketahui, massa bergerak mulai pukul 14.00, puluhan pemuda membawa bendera tulisan di karton, salah satunya dengan tulisan. “Mari selamatkan aset daerah Kabupaten Bogor,” sebutnya.
Reporter: Nina Karningsih





