Pamekasan, (LEAD.co.id) – Pengurus Forum Wartawan Pamekasan (FWP) periode 2021-2024 resmi dikukuhkan. Pengukuhan berlangsung di Pendopo Budaya, Jalan Jokotole Pamekasan, Sabtu, dilakukan oleh Abd Aziz Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Pamekasan.
Sebelum pengukuhan, dilaksanakan serah terima jabatan oleh ketua FWP Demisioner, Dedi Priyanto kepada Ketua FWP terpilih, Ongki Arista UA disaksikan oleh seluruh tamu undangan.
Usai pengukuhan, dilanjutkan dengan penandatangan nota kesepahaman bersama (MoU) antara FWP dengan PWI Pamekasan tentang terbentuknya forum kajian khusus pers dan hoaks.
Ada lima poin dalam penandatanganan MoU tersebut antara lain, pertama, kajian jurnalistik berkala setiap bulan dengan sasaran peserta, LPM seluruh kampus di Madura, Siswa se-Madura dan masyarakat umum.
Kedua, narasumber atau pemateri dari unsur PWI yang ditugaskan oleh Ketua PWI atau dari pengurus FWP yang ditugaskan oleh Ketua FWP. Ketiga, kegiatan ini akan digelar rutin selama satu periode 2021-2024.
Keempat, kerja sama FWP dan PWI bersifat mengikat. Setiap pemateri akan mendapatkan honor layak baik dari unsur PWI atau FWP. Dan kelima, ketua PWI sebagai salah satu pemateri atau pengarah utama dalam kegiatan tersebut.
“Ikhtiar ini kita harapkan untuk dapatnya memberi ruang terbuka bagi para mahasiswa untuk dapat menggeleng diri menjadi insan pers yang paripurna,” kata Ketua FWP, Ongki Arista UA usai acara.
Sebab, kata dia, adanya kajian jurnalistik berkala dengan menghadirkan para pelaku pers yang kompeten yang profesional setidaknya akan berdampak bagaimana para mahasiswa belajar lebih dalam lagi mengenai dunia jurnalistik.
“Sehingga, ketika kemudian mereka telah purna menjadi mahasiswa dan terjun di dunia jurnalistik, mereka sudah memiliki bekal yang kuat dalam menjalankan kewajibannya sebagai penyampai informasi yang akurat, akuntabel, faktual,” imbuhnya.
Lebih lanjut, host Podcast Mahasiswa itu mengatakan, tidak hanya kajian jurnalistik, FWP juga memberikan ruang terbuka bagi pemerintah dan masyarakat umum untuk ikut andil dalam menangkal informasi bohong melalui wadah yang dimiliki yakni, pusat studi pers dan hoaks.
“Mudah-mudahan ini menjadi langkah awal yang baik dalam menangkal berita-berita bohong khususnya di Kabupaten Pamekasan ini,” tandasnya.
Sementara itu, Bupati Pamekasan Baddrut Tamam yang diwakili Asisten I Bidang Pemerintahan Sekkab Pamekasan Sigit Priyono menyambut baik kegiatan pengukuhan dan gagasan peluncuran gedung studi pers. Ke depan Sigit berharap mitra dengan pemerintah dapat dieratkan.
Sigit menyatakan, peran jurnalis dalam menghadirkan berita cukup berpengaruh. Satu berita kata dia, bisa mengubah minset banyak publik. Sehingga Sigit meminta agar wartawan bisa memberikan berita yang edukatif.
“Kalau perang pasukannya satu lawan satu, tapi tidak dalam masalah berita. Berita hadapannya dengan banyak pembaca,” ujarnya.
Untuk diketahui, selepas prosesi pengukuhan dan penandatanganan MoU antara FWP dengan PWI Pamekasan dilanjutkan dengan peluncuran pusat studi pers dan hoaks di sekretariat FWP di jalan Ronggosukowati No 14 Pamekasan.
Moh: Hasanuddin
Editor: Aru Prayogi





