BOGOR (Lead.co.id) – Perayaan sahabat Nahdlatul ulama tingkat kota Bogor berlangsung sebagai bagian peringatan 100 tahun NU berdiri. Dalam perayaan tersebut sahabat NU melakukan berbagai kegiatan yang berlangsung pada Minggu, 1 Februari 2026.
Kegiatan dimulai dari jalan santai mengelilingi lingkar istana Kebun Raya Bogor hingga adanya sosialisasi empat pilar kebangsaan. Dalam program 100 tahun NU itu juga dilakukan pengukuhan satgas peduli bencana yang akan bersinergi dengan pemerintahan daerah dalam kebencanaan.
Hadir Walikota Bogor, Dedie Rachim yang menjelaskan bahwa, saat ini kiprah NU ditunggu sehingga sahabat-sahabat Nahdlatul ulama bisa memberikan kontribusi nyata. Suasana alam sekitar saat ini banyak terjadi bencana sehingga nantinya NU dapat berkiprah lebih jauh dari penanganan membantu masyarakat.
“Langkah tersebut lebih berarti sehingga NU tidak hanya bersifat seremonial. NU bisa memberikan arti penting bagi kehidupan pembantu korban bencana turun langsung dalam penanganan tanggap darurat,” ujar dia.
Menyikapi hal tersebut Ketua PCNU Kota Bogor, Edi Nurokhman mengungkapkan bahwa, peran sahabat NU dalam membantu masyarakat sangatlah berarti. Untuk itu, dalam kesempatan 100 tahun NU berdiri maka di kota Bogor juga mengukuhkan satgas penanggulangan bencana.
“Satgas tersebut akan berkoordinasi dengan sejumlah relawan kebencanaan untuk bisa siap menghadapi musibah. NU juga akan hadir dalam program peduli lingkungan membantu masyarakat mengurangi resiko bencana,” katanya.
Kemudian kiprah NU juga akan terus berlangsung dengan gerak dan langkah sahabat-sahabat dalam memberikan sumbangsih kepada bangsa dan negara. Dalam kesempatan tersebut juga berlangsung program empat pilar kebangsaan yang membahas terkait upaya penguatan jati diri bangsa Indonesia oleh anggota MPR DPR RI Neng Eem.





