LEAD.co.id | Momentum 10 Muharam atau identik dikalangan masyarakat sebagai hari lebaran Yatim, kali ini dikemas apik dalam bentuk kegiatan yang menyedot animo masyarakat bahkan perayaan kali ini terlihat berskala besar tapi tetap mengedepankan protokoler kesehatan di masa Pandemi Covid 19. Bukti tersebut terlihat dari tamu yang hadir tetap mengedepankan Jaga jarak dan memakai masker.
Ketua RW 09 Kelurahan Tengah, Taslim S.Ap selaku tuan rumah perayaan 10 Muharam menuturkan, tradisi menyantuni anak yatim dan warga miskin itu, merupakan agenda rutin Kelurahan Tengah bertepatan 10 Muharram.
“Walaupun di masa covid 19 yang dirasakan saat ini tapi alhamdulilah masih bisa berbagi,” ungkap Taslim melalui keterangan pers yang diterima LEAD.co.id, Sabtu (29/8/2020).
Taslim menyatakan dana yang diberikan untuk santunan tersebut, berasal dari masyarakat yang dikolektif melalui RT/RW di kelurahan Tengah dan donatur yang memiliki ekonomi lebih sebagai bentuk derma atau shodakoh dari berbagai elemen masyarakat. Sehingga terbentuklah kegiatan saat ini.
Adapun dana terkumpul langsung dibagikan pada anak yatim dan kaum duafa di kelurahan Tengah pada Sabtu 29 Agustus 2020. Di Bantenan RW 09 Kelurahan Tengah, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor. Dengan jumlah santunan yang diberikan, 510 duafa dan 249 yatim.
Turut hadir diacara itu Camat Cibinong dan Lurah tengah, ketua LPM, Kapolsek, serta unsur Babinsa- Babinmas.
Dalam kesempatan tersebut Ketua Panitia Tingkat Kelurahan,10 Muharam tahun ini, H.Amsar menyampaikan santunan kali ini murni swadaya dan donatur dari warga 42 RT dan 9 RW yang ada di Kelurahan Tengah. Dimana kali ini diadakan di RW 9 Bantenan.
“Alhamdulilah acara ini bukti kerjasama dan kebersamaan itu dengan menghimpun dana dan mampu terkumpul dari warga dana yang dapat diberikan berupa paket sembako dimana tahun ini lebih meningkat. Juga diberikan bantuan uang untuk Yatim Rp.850.000 dan Dhuaffa Rp.100.000,” kata H Amsar.
Dilain hal, acara tersebut diisi tauziah dari Pembina Bengkel Akhlah AlGozali, KH.Ali Ghojali, MPd.
“Dalam kegiatan ini ada pesan moral mendalam walau dalam kondisi pendemi Covid kita tetap bersyiar mendakwahkan nilai- nilai Islamiah. Kebangkitan dan momentum Muharam ini kita merekatkan jalinan hubungan 3 dasar sendi bermasyarakat dan bernegara yakni memelihara si baik seagama,sesama umat agama, senegara ini yang harus dipahami jangan tumbuh fanatisme golongan yang akan menimbulkan perpecahan,” kata KH.Ali Ghojali.

