BOGOR (LEAD.co.id) – Para Petani telah membentuk Kelompok Tani Tananan Hias, di Desa Jabon Mekar, Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor, pada Kamis (14/7/2022).
Berita acara pembentukan dibuat dan ditandatangani oleh Kepala Desa dan penyuluh pertanian serta para pengurus kelompok tani dan anggotanya. Nanti, penyuluhannya akan mendaftarkan kelompok tani ke sistem Penyuluhan Pertanian, dan akan tercatat di Kementrian Pertanian.
Pada kegiatan tersebut hadir Camat Parung yang diwakili oleh Oji, Kepala Desa Jabon Mekar Ina Yuliana, Sekdes Nike Kusumawati, Babinsa Serma Juwari, Ketua Karang Taruna Desa Jabon Mekar Ruby Falahadi, Tokoh Pemuda, Tokoh Agama, Para Petani Tanaman Hias.
Tampak petugas dari Badan Penyuluhan Pertanian Wilayah VIII Ciseeng dengan Koordinator Penyuluhan (Korluh) Herman Sihite, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Ertha Kartika, Penyuluh Pertanian Swadaya (PPS) Mochammad Afif.
Ketua BPD Desa Jabon Mekar, Tri Suryanto dalam sambutannya mengatakan, pembentukan kelompok tani itu karena ada 46 lapak tanaman hias di Desa Jabon Mekar.
Pasalnya, lapak tanaman hias itu sudah sering mendapatkan order dari luar. Untuk itu petani tanaman hias berharap kepada Dinas Pertanian untuk bisa membantu para petani di Kampung tersebut.
Sementara itu, Nike Kusumawati yang mewakili Pemerintah Desa Jabon Mekar berharap para petani tanaman hias itu bisa lebih berkembang maju. Pasalnya, dalam keseharian mereka mencari nafkah dengan bertani tanaman hias.
“Diharapkan para petani kompak dalam menentukan harga jual, sehingga para petani bisa lebih berkembang dan lebih maju,” tutur Nike.
Mewakili Camat Parung, Oji Syahputra menjelaskan bahwa, tanaman hias ini sangat digemari masyarakat dari desa hingga kota. Dia berharap, petani tanaman hias bisa berkembang lagi.
Oji menambahkan, kelompok tani di Kecamatan Parung sudah banyak, tapi kelompok tani tanaman hias baru pertama kali dibentuk di Kecamatan tersebut.
Koordinator Penyuluh Pertanian, Herman Sihite mengapresiasi kepada kelompok tani tanaman hias di Desa Jabon Mekar. Menurutnya, kelompok tani itu dikukuhkan dari dan untuk para petani tanaman hias untuk menghindari permasalahan diantara mereka.
“Untuk menghindar permasalahan maka dibentuk kelompok-kelompok Tunas Mekar mudah-mudahan menjadi tunas di Desa Jabon Mekar,” ungkapnya.
Sambutan terakhir disampaikan oleh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Ertha Kartika yang menjelaskan tugas-tugas yang diembannya dan di Kecamatan Parung menangani 9 desa sendiri, hanya didampingi PPS Mochammad Afif dari kelompok tani.
Tugas Ertha adalah mendampingi kelompok tani sebanyak 17 kelompok, dan paling banyak adalah KWT (Kelompok Wanita Tani) yang senantiasa melakukan kegiatan biasa tapi juga harus ada pengembangan, peningkatan dan peluang.
Acara ditutup dengan membentuk susunan pengurus kelompok tani tanaman hias Tunas Mekar Desa Jabon Mekar, disusul dengan pengguntingan pita dan pembacaan do’a serta ramah tamah.





