PGN Surabaya Gelar Nderes Pancasila, Dipadukan dengan Manaqib

oleh -484 views
PGN, Surabaya, Pancasila, Manaqib
PGN Jawa Timur Makoda Kota Surabaya saat menggelar acara Nderes Pancasila

LEAD.co.id | Patriot Garuda Nusantara (PGN) Jawa Timur Makoda Kota Surabaya kembali menggelar acara Nderes Pancasila, di Yayasan Aula Pondok Pesantren Bureng, Wonokromo, Surabaya, Senin (7/9/2020). PGN merupakan ormas lintas agama, lintas suku, bangsa dan, budaya.

“Alhamdulillah hari ini PGN Kota Surabaya bisa menggelar Ngaji Pancasila ‘deres pancasila gemakan kebhinnekaan dan persatuan indonesia’ seperti makoda makoda PGN lainya yang ada di Jawa Timur,” H. Hamid Alamudin (Gus Hamid) selaku Panglima PGN Kota Surabaya.

Dia melanjutkan, khusus di Makoda PGN Surabaya ini, pihaknya memadukan dengan Manaqib Syekh Abdul Qodir Jailani sebagai munajat kepada Allah Tuhan yang maha esa agar negara ini selalu diberikan keberkahan, kemakmuran, kedamaian, dan agar wabah pandemi covid 19 Ini cepat hilang dari bumi dan doa bersama lintas agama.

Baca :  Kenakan Pakaian Adat, Jokowi Pimpin Peringatan Hari Lahir Pancasila

Gus Hamid mengatakan, acara hari ini juga dihadiri oleh Panglima/Pimpinan PGN jawa timur Abah Drs Akhmad Baidhowi MTS beserta jajaran pengurus PGN Jatim. Dia selaku Pimpinan PGN Kota Surabaya mengaku hanya melaksanakan instruksi dari PGN jawa timur untuk menggelar kegiatan Ngaji Pancasila.

Menurutnya, Nderes Pancasila merupakan program kegiatan yang dirintis oleh Gus Waluyo Wasis Nugroho (Sekretaris PGN jawa timur) dan Abah Baidhowi (Panglima PGN jawa timur), yang kemudian dipadukan dengan khotmil Alqur’an, Manaqib Syekh Abdul Qodir Jailani dan doa bersama lintas agama secara bergantian.

Sementara itu, Drs Akhmad Baidhowi MTS (Abah Baidhowi) Panglima/Pimpinan PGN jawa timur mengatakan bahwa Apa yang dilakukan oleh Gus Hamid Alamudin bersama jajaran PGN Surabaya adalah Pesan kepada seluruh anak bangsa dimanapun berada, bahwa hanya merah putih yang layak dan boleh berkibar di atas tanah Indonesia, di atas Tanah Ibu Pertiwi. Hal itu agar masa depan anak cucu kita kelak tidak suram, bangsa kita selamat, aman makmur damai, pancasila tetap lestari nan abadi, dan budaya kita tetap terjaga.

Baca :  Gemakan Kebhinekaan, PGN Jatim Gelar Ngaji Pancasila

“Jangan lagi ada bendera hitam ataupun bendera HTI Khilafah berkibar di Indonesia dari sabang sampai merauke, untuk itu mari kita bersama sama jaga kampung dan desa dari bahaya laten khilafah komunis, intoleransi, radikalisme terorisme,” tandasnya.

Abah Baidhowi (Panglima PGN Jawa Timur) menambahkan, di era new normal dan di beberapa daerah juga menggelar pilkada serentak saat ini, PGN jawa timur mengajak kepada seluruh lapisan masyarakat jawa timur khususnya dan masyarakat Indonesia pada umumnya untuk teta waspada terhadap penularan bahaya virus covid 19 Ini, dengan tetap menjaga kesehatan, mematuhi protokol kesehatan yang berlaku dan tetap menggunakan masker.

Baca :  Kekeringan, PGN Jatim Distribusikan Air Bersih ke Warga

Selain waspada terhadap penyebaran virus covid 19 Ini, pihaknya mengimbau agar tetap waspada terhadap penyebaran paham HTI, Khilafah, Komunisme Intolernsni, Radikalisme, Terorisme, yang dinilali mulai masuk ke tengah tengah kampung dan desa desa.

“Kita mesti tetap waspada terhadap itu, karena paham paham tersebut lebih berbahayanya dari corona dan narkoba,” tutup Abah Baidhowi.

Reporter: Rieke
Editor: Aru Prayogi
Sumber: PGN Surabaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *