BOGOR (LEAD.co.id) | Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Bogor, Yuno Abeta Lahay mengungkapkan penurunan keterisian hotel setelah diberlakukan penutupan Jembatan Oto Iskandardinata (Otista) guna revitalisasi.
Menurutnya, hal itu langsung berdampak terhadap beberapa hotel yang berada disekitaran SSA.
“Jadi yang lucu pas minggu pertama penutupan jembatan otista dan adanya pengalihan jalur. Ada beberapa hotel dan resto yang langsung mengalami penurunan pada minggu pertama penutupan jembatan otista,” ungkap Yuno, ditemui awak media usai menghadiri Rapat Paripurna HJB ke-541 DPRD Kota Bogor, Sabtu (03/06/2023).
Yuno menambahkan, dua minggu sejak penutupan dan pengalihan arus lalu lintas, banyak pemesanan hotel yang yang dibatalkan.
“Dan beberapa hotel yang sudah mendapat bookingan dari lembaga malah di batalkan. Hal itu terasa pada minggu kedua dan ketiga,” katanya.
Lebih lanjut, adanya evaluasi dan publikasi yang baik dari Pemerintah Kota Bogor, untuk membantu dalam keterisian hotel dan pemesanan dapat kembali walau belum pulih sepenuhnya.
“Kemudian ada evaluasi kembali yang dilakukan oleh Pemkot Bogor. Kemudian diberlakukan lah sistem dua arah di seputaran istana Bogor. Namun, dengan publikasi yang cukup baik, okupansi di hotel sudah mulai cukup baik,” ungkapnya.
Untuk restoran, menurut Yuno, terdapat fenomena aneh, dimana minggu pertama penutupan jembatan Otista, pemasukan restoran yang terkena imbas penutupan mengalami penurunan sampai dengan 60 persen.
“Namun saat ada perubahan rute arah, sudah mulai ada peningkatan. Menurut nya, hal yang lucu pada restoran yang berada di sepanjang jalan Padjadjaran yang seharusnya tidak terpengaruh adanya penutupan jembatan otista. Ini omzet mereka malah turun semua,” ujar Yuno.
Diakhir, dirinya bersama dengan Wakil Ketua Bidang Restoran PHRI tengah mengkaji dan menyimpulkan terkait fenomena yang terjadi pada restoran pasca penutupan jembatan otista.
“Jadi, bisa kita simpulkan penyebabnya adalah restoran yang berada di sisi kiri saat keluar tol Jagorawi itu adalah second destinasi. Karena first destinasi wisatawan langsung ke Jl Suryakencana karena disana banyak oleh-oleh Bogor sehingga tidak berhenti (makan) di restoran,” pungkasnya
Reporter : Sally Sumeke
Editor : Aru Prayogi

