Pilpres 2024: Mega-Prabowo Jilid II atau Batu Tulis Jilid II ?

oleh -255 views
Siklus, Menteri, Presiden, Kepala Daerah
Igor Dirgantara

Oleh: Igor Dirgantara

Ada tiga skenario koalisi PDIP-Gerindra yang bisa diwujudkan pada 2024. Ketiga skenario ini sama-sama punya potensi kemenangan di Pilpres 2024.

Pertama, Megawati-Prabowo. Ini pasangan gaek antara ketum kedua parpol. Punya pengalaman berduet di Pilpres 2009, berikut kedekatan Megawati dan Prabowo menjadi indikasi kuat. Dengan skema ‘presidential threshold’ pasangan ini akan kokoh dalam berkoalisi dan menjadi opsi Mega-Prabowo jilid II. Tetapi kuatnya oligarki parpol dan gerontokrasi bisa menjadi isu kampanye negatif yang akan dimainkan oleh lawan. Kelebihan pasangan ini, akan dapat dukungan maksimal relawan sukarnoisme dan bisa di-endorse Presiden Jokowi.

Baca :  Pilpres 2024, Jangan Paradoks dan Anomali

Kedua, Prabowo-Puan. Pasangan ini paling mungkin diwujudkan dan dinilai cocok karena faktor usia (tua-muda), jenis kelamin (pria-wanita), serta latar belakang militer-sipil. Salah satu kendala dari pasangan ini adalah pandangan bahwa PDIP sebagai parpol pemenang pemilu dengan 128 kursi di parlemen apa mau memposisikan kandidatnya di posisi RI-2 ?. Jawabannya tentu bisa mengingat elektabilitas Prabowo yang jauh lebih tinggi, begitu juga dengan pengalamannya. Bisa saja dilakukan redefinisi ulang perjanjian Batu Tulis.

Jika Batu Tulis 2009 (jilid I) ada klausul bahwa Prabowo sebagai cawapres Megawati akan di dukung oleh PDIP maju sebagai Capres 2014 – yang akhirnya batal karena akhirnya PDIP mencalonkan Jokowi. Maka kebalikannya, Batu Tulis 2024 (jilid II) juga bisa dibuat klausul bahwa jika Puan Maharani menjadi cawapres Prabowo di 2024, maka Gerindra gantian mendukung pencalonan Puan Maharani sebagai Capres pada tahun 2029 berikutnya.

Baca :  Pilpres 2024, PKS Kota Bogor Deklarasi Dukung Anies Baswedan

Ketiga, Ganjar Pranowo- Sandiaga Uno. Ini sebenarnya lebih realistis karena regenerasi kepemimpinan nasional serta elektabilitas dan popularitas yang bagus di mata publik, terutama di medsos.

Justru, pasangan Ganjar-Sandi ini yang punya peluang paling tinggi untuk juara, tetapi justru paling rendah untuk bisa diwujudkan dalam koalisi nasionalis PDIP-Gerindra nanti di 2024. Karena, meski keduanya kader partai berprestasi dari PDIP dan Gerindra, punya jabatan publik sebagai Gubernur Jateng dan Menparekraf, namun mereka berdua tidak punya power untuk disupport partai dalam Pilpres 2024.

Baca :  Deklarasi KIB: Golkar, PPP, dan PAN Usung Capres Sendiri

Bagaimanapun Pemilu 2024 masih jauh. Politik sangat dinamis. Segala sesuatu masih mungkin terjadi di “injury time” dalam politik. Selalu ada faktor X” yang tidak pernah bisa diduga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *