BOGOR (Lead.co.id) – PMKRI Cabang Bogor menyampaikan apresiasi atas kinerja Pemerintah Kota Bogor. Apresiasi itu disampaikan oleh Ketua Presidium terpilih periode 2023-2024, Mayo De Quirinno saat audiensi dengan Wali Kota Bogor, pada Rabu (26/7/2023).
“Sampai saat ini hubungan Pemerintah Kota Bogor dengan Hierarki Gereja Katolik sangat harmonis. Ini sesuai dengan harapan Uskup Bogor, Mgr Paskalis Bruno,” ungkap Mayo dalam keterangannya usai beraudiensi.
Menurutnya, harapan terutama Bapa Uskup yakni, terkait dengan komitmen Kota Bogor yang menjunjung tinggi kerukunan antar umat beragama agar tetap diteruskan oleh Walikota selanjutnya sesuai dengan harapan Hierarki Gereja Katolik.
Apresiasi juga disampaikan oleh Maria Stefani selaku pengurus PMKRI Cabang Bogor. Pasalnya, Pemerintah Kota Bogor juga telah mendukung anak-anak muda untuk belajar literasi keuangan.
Menurut dia, kolaborasi Pemerintah Daerah dengan Otoritas Jasa Keuangan dan Bursa Efek Indonesia dengan membuat kampanye “ayo menabung” agar Indonesia bisa bergerak memberi kesan sangat positif, memperkenalkan tentang lembaga keuangan, produk dan layanan jasa keuangan, dan perencanaan keuangan.
“Kegiatan ini meningkatkan orang muda untuk merencanakan dan mengelola keuangan untuk hal bermanfaat,” ungkap Maria.
Richardus Pingger, selaku Tim Pembina PMKRI Bogor menyampaikan kembali kepada PMKRI Bogor selain apresiasi dan kesan positif terhadap kinerja Walikota.
Richard berharap, dengan hadirnya sepeda listrik lewat program Kerjasama Pemerintah dan pihak swasta agar lebih tertib dan tidak mengganggu lalu lintas yang berpotensi adanya kecelakaan.
“Ini sesuai dengan semangat iman katolik yang menjunjung perbaikan lingkungan agar lebih baik. Jangan sampai semangat itu rusak karena ulah pengguna yang tidak tertib,” jelas Richard.
Dia menambahkan, PMKRI Cabang Bogor juga telah bertemu dengan Kapolresta Bogor, Kombes Pol Bismo Teguh Prakoso terkait persoalan tahun 2019 di sekitar sekretariat PMKRI Bogor, terdapat kejadian yang cukup menghebohkan masyarakat.
Dirinya berharap agar Wali Kota Bogor ikut mendorong kinerja kepolisian agar mengungkapkan kejadian tersebut agar lebih terang hingga proses peradilannya bisa seadil-adilnya.
Sementara itu, Wali Kota Bogor, Bima Arya mengatakan bahwa, kehadiran PMKRI sudah cukup memberikan warna bagi mahasiswa di Kota Bogor.
Pada periode akhir jabatannya itu, Bima berharap kepada penggantinya nanti tetap meneruskan komunikasi kepada para pemuka agama di Kota Bogor demi terwujudnya masyarakat yang plural dan menerima perbedaan sebagai keragaman yang positif.
Terkait dengan persoalan di tahun 2019 yang cukup menghebohkan masyarakat, Bima mengaku sudah melihat Polresta Bogor beserta jajarannya telah mulai mengungkap kembali persoalan hukum tersebut.
“Saya yakin Kapolres bekerja dengan baik dan mampu membuka fakta-fakta yang ada, hingga kasusnya bisa selesai,” kata Bima.
Dia juga berharap, PMKRI Cabang Bogor bisa ikut andil untuk mendukung Pemerintah Kota Bogor sampai periode jabatan Wali Kota berakhir.
“Dukungan PMKRI Cabang Bogor bisa berupa sinergi program kolaborasi, seperti persoalan permasalahan stunting di Kota Bogor. Saya berharap PMKRI mampu menyusun program itu, seperti pencegahan dan melakukan sosialisasi,” harapnya.
Alexander Philiph mewakili Dewan Pertimbangan PMKRI Cabang Bogor mengundang kehadiran Wali Kota Bogor dalam rangka pelantikan kepengurusan yang baru. Dia berharap, kehadiran Wali Kota bisa memberikan semangat yang lebih bagi regenerasi PMKRI untuk bekerja baik dalam periode ini.
“Ada harapan, Walikota Bogor terkait kolaborasi program stunting itu lebih menyasar kepada kegiatan yang menyentuh para Ibu hamil, tidak hanya melakukan sosialisasi. Saya menyakinkan adek-adek ini, mampu,” kata Philiph.
“Terkait dengan undangan, saya menyampaikan minta maaf karena pada tanggal tersebut ada agenda pertemuan bersama para Wali Kota se-ASEAN. Nanti saya komunikasikan kepada Wakil Wali Kota untuk menghadiri agenda PMKRI,” tutup Bima.





