Prestasi, Proses Izin KKP Selesai Empat Jam

oleh -206 views
ekspor, ikan, Eropa, Amerika, Muhammadiyah, KKP
Para penjual ikan hasil tangkapan para nelayan (Foto: Antara)
Ilustrasi ikan (sumber: BC)

LEAD.co.id | Proses pengurusan izin ekspor ikan di Maluku yang sebelumnya paling cepat satu minggu, ditambah dengan biaya tak terduga, kini hanya berlangsung empat jam.

Kalangan dunia usaha mengapresiasi izin ekspor tersebut. Kondisi ini dapat menumbuhkan bisnis perikanan di Maluku.

Direktur PT Aneka Sumber Tata Bahari, Kun Kusno mengatakan, pengurusan administrasi dimaksud adalah pemberitahuan ekspor barang dan sertifikat kesehatan ikan.

Dua dokumen itu wajib dikantongi perusahaan yang hendak melakukan ekspor. Pengurusan melibatkan instansi terkait.

Kemarin, di Pelabuhan Yos Sudarso, Ambon, perusahaan tersebut tengah mempersiapkan pengiirman 25,5 ton ikan cakalang ke Jepang dengan nilai ekspor sekitar 36.000 dollar AS.

Baca :  Dilepas Danramil, Kontingen 0621-12 Bogor KBPC Triwijaya Siap Raih Prestasi Piala Kasad I

Dan itu terlebih dahulu dibawa menggunakan kapal laut ke Surabaya, kemudian ke Jepang. Di Jepang, cakalang merupakan bahan baku kutsuobushi atau ikan kayu kulaitas premium.

“Kami menyampaikan terima kasih atas kemudahan ekspor dari pemerintah,” kata Kun di Ambon, Jumat (18/9/2020).

“Hal ini ikut memberikan semangat bagi kami untuk terus melakukan ekspor. Sejak kami terlibat dalam usaha perikanan mulai tahun 1993, kelancaran urusan ekspor kali ini merupakan yang tercepat semua unsur yang terkait sangat cepat membantu kami,” imbuhnya

Ia mengatakan, secara umum, permintaan pasar dunia melemah. Namun, ada negara tertentu seperti Jepang yang membutuhkan pasokan ikan dari Indonesia, terutama Maluku.

Baca :  Corona Membuka Literasi Menuju Prestasi

Importir Jepang menginginkan ikan dari Maluku yang ditangkap menggunakan mata pancing. Bagi mereka, kualitas ikan yang dipancing tersebut premium.

Harga ikan cakalang yang dipancing sekitar 1,52 dollar AS per kilogram. Selain kualitas penangkapan ikan dengan pancing juga dianggap mendukung semangat keberlanjutan sumber daya perairan.

Satu mata pancing hanya menangkap satu ikan . Ini berbeda dengan pukat atau jaring yang meraup hampir 20 ton ikan berbagai jenis dan ukuran.

Reporter: Moh Hasanuddin

Editor: Aru Prayogi

Sumber: Kompas.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *