Program SLT di Pamekasan Bantu Masyarakat Lebih Berdaya

oleh -334 views
Pamekasan, LEAD.co.id | Program Sekolah Lapang Tembakau (SLT) yang dilakukan Dinas Ketahan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Pamekasan sejak Juli 2021 terus dilakukan.Di Pamekasan sendiri ada 10 kelompok tani (Poktan) se kabupaten itu yang menjadi sasaran program tersebut.
Dari 10 Poktan itu tersebar di 10 kecamatan sentra penghasil tembakau se Pamekasan.

Hingga saat ini, kegiatan sekolah lapang tembakau tersebut sudah berjalan beberapa kali pertemuan dan akan terus dilaksanakan di 10 kecamatan sentra penghasil tembakau.

Kepala Bidang Produksi Pertanian DKPP Pamekasan, Achmad Suadi mengatakan, ada berbagai fasilitas yang disediakan dari adanya pelaksanaan sekolah lapang tersebut, antara lain, setiap Poktan disediakan lahan seluas setengah hektar untuk praktek menanam dan membudidayakan tembakau dengan menggunakan bibit tembaukau varietas prancak 95.

“Mulai bulan Juli sudah mulai. Ada beberapa kali pertemuan. Jadi mereka difasilitasi waktu pertemuan. Pada masing-masing kelompok pelaksanaan kegiatan sekolah lapang, mereka menanam setengah hektar tembakau varietas prancak 95,” katanya.

Menurut Suaidi, varietas prancak 95 merupakan varietas tembakau asli Madura yang cukup dikenal dan disukai pabrikan. Dari aromanya yang khas, pabrikan sangat membutuhkan itu.

“Varietas itu disebar ke seluruh kecamatan sentra penghasil tembakau,” katanya.

Suaidi menjelaskan, praktik budidaya tembakau ini dilakukan bertujuan agar peserta sekolah lapang lebih tahu kelebihan dari pada varietas prancak 95. Selain itu, agar para peserta juga mengetahui seberapa besar biaya pokok produksi dari masing-masing pelaksanaan kegiatan itu.

Ia mencontohkan, semisal untuk daerah sawah atau tegal atau gunung itu biaya produksinya apa ada perbedaan, titik tekannya disitu.

“Disitu kita belajar bersama nanti, dan mereka akan tahu apakah mereka dalam hal ini bertani tembakau itu menguntungkan atau tidak,” katanya.

Suaidi mengukapkan, selain mendapatkan materi tentang budidaya tembakau dan penyediaan fasilitas lahan praktik tanam tembakau varietas prancak 95, mereka juga diberi fasilitas berupa bantuan mesin prajang berikut genset.

Tujuan pemberian fasilitas alat itu, kata Suaidi, agar dapat menekan biaya pokok produksi.

“Kalau misalnya satu kelompok tani (peserta sekolah lapang) berjumlah 25 orang, maka secara keseluruhan sudah bisa mengakomodir paling tidak 250 anggota Poktan sekolah lapang tembakau se Pamekasan,” ujar dia.

Reporter: Kholisin Susanto
Editor: Moh Hasanuddin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *