Site icon LEAD.co.id

Protes Penahanan Kolesnikova, Puluhan Aktivis Perempuan Ditangkap

Protes, Maria Kolesnikova, Belarusia, Aktivis, Perempuan

Pasukan bertopeng berusaha menahan dan mendorong mundur beberapa pengunjuk rasa yang didominasi perempuan, di Lapangan Kebebasan pusat Minsk, Sabtu, 12 September 2020. [Foto Al Jazeera]

LEAD.co.id | Polisi Belarusia dengan kejam menangkap puluhan demonstran perempuan saat aksi damai menuntut pembebasan Maria Kolesnikova, seorang pemimpin oposisi yang dipenjara.

Sebelum protes yang rencanakan pada hari Minggu, para demonstran perempuan tersebut berkumpul di Minsk pada hari Sabtu untuk aksi damai. Beberapa orang memukul panci dengan sendok sedangkan lainnya meneriakkan “Kembalikan Masha kami”, mengacu pada pemimpin oposisi Maria Kolesnikova.

Kolesnikova, 38, dipenjara minggu ini setelah dia menolak pengusiran paksa dari negara itu dengan merobek paspornya.

Al Jazeera melaporkan dari rekaman yang disiarkan saluran independen Belarusia (TV Belsat dan Tut.by) bahwa, bentrokan pecah akibat pasukan bertopeng berusaha menahan dan mendorong mundur beberapa pengunjuk rasa yang didominasi perempuan, di Lapangan Kebebasan pusat Minsk, Sabtu (12/9/2020).

Kelompok hak asasi Viasna mengatakan, sebanyak 30 pengunjuk rasa telah ditahan. Sedangkan Juru bicara kementerian dalam negeri, Olga Chemodanova, mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa, “wanita telah ditahan”, tapi tidak merinci berapa jumlahnya.

Belsat, saluran televisi oposisi yang berbasis di Warsawa mengatakan di Telegram bahwa, dua jurnalisnya yang meliput protes juga telah ditahan.

Demonstrasi terjadi di Belarusia sejak bulan lalu setelah Presiden Alexander Lukashenko, yang telah memerintah negara bekas Soviet itu selama 26 tahun, mengklaim telah mengalahkan kandidat oposisi Svetlana Tikhanovskaya  dan memenangkan pemilihan ulang dengan 80 persen suara, pada 9 Agustus.

Para pengunjuk rasa mengatakan, pemilihan itu dicurangi untuk memberi Lukashenko kemenangan telak dan bahwa Tikhanovskaya  – yang sejak itu melarikan diri ke Lithuania – adalah pemenang sebenarnya.

Reporter: Sally Sumeke
Editor: Aru Prayogi
Sumber: Al Jazeera, AFP, TV Belsat, Tut.by

Exit mobile version