LEAD.co.id | Pasca terjadi bencana banjir dan longsor di wilayah Kabupaten Bogor, para relawan masih terus melakukan penanganan terhadap warga yang terdampak.
Sumber LEAD.co.id menyebutkan, di Desa Sukaraksa, Kecamatan Cigudeg, setidaknya ada 14 rumah warga rusak akibat bencana banjir. Sebanyak 77 KK, atau 284 jiwa masih dalam pengungsian.
Relawan dari Cigudeg, Rizky Muhammad mengungkapkan kondisi pengungsian terdampak bencana. Menurutnya, kebutuhan urgen saat ini yaitu tenda, sedangkan stok logistik cukup untuk dua hari kedepan.
“Berangkat dengan ilmu pengetahuan tentang pengurangan resiko bencana relawan asal Cigudeg distribusikan tenda darurat yang layak huni,” ungkap Rizky kepada redaksi LEAD.co.id, Jumat (17/1/2020).
Pada saat melalukan asessment, Rizky yang aktif di Karangtaruna Kec. Cigudeg ini mengaku sudah bisa menentukan kebutuhan darurat untuk keselamatan jiwa warga yang terdampak.
Setelah berkoordinasi dengan pihak Kecamatan Cigudeg, pihaknya bersama aparat Pol PP mendirikan tenda darurat untuk puluhan pengungsi terdampak bencana banjir dan longsor.
“Sebuah tenda darurat untuk 80 orang berhasil didirikan bersama warga dan petugas Pol PP, meski harus melewati jalan yang sulit ditempuh pada saat akses jalan sempat terisolasi,” ungkapnya. (Red)

