BOGOR (LEAD.co.id) – Virus Corona (Covid-19) telah menyasar sebanyak 32 Santri Bina Madani, Kota Bogor usai mudik lebaran di kampung halamannya. Puluhan santri ini langsung melakukan isolasi mandiri, dan sebagian dijemput oleh keluarganya.
“Para santri yang akan datang kembali ke pondok, kami meminta untuk membawa hasil test swab, karena itu salah satu persyaratan yang ditentukan oleh pihak yayasan,” kata Samsuri Nasution, Kepala Pesantren Bina Madani kepada Tim LEAD.co.id, pada Sabtu (5/6/2021).
Samsuri mengatakan, Pesantren Bina Madani telah mengikuti aturan dari pemerintah untuk menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah Covid-19. Santri yang telah pulang ke kampung halaman, harus mengikuti aturan dengan membawa surat Swab Antigen.
Sebelumnya, pada Kamis (3/6), para santri yang sudah membawa surat swab ini kembali menjalani Test Swab Antigen yang difasilitasi oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemerintah Kota Bogor.
“Mereka langsung diperiksa kembali oleh Dinas Kesehatan Kota Bogor, dengan di tes swab antigen kembali,” terang Yusuf Hidayat, Ketua Yayasan Pesantren Bina Madani saat ditemui Tim LEAD.co.id, pada Kamis (3/6/2021).
Dari hasil tes Swab Antigen yang dilakukan Dinas Kesehatan Pemkot Bogor, sebanyak 32 santri ternyata positif Covid-19. Pemerintah telah mengevakuasi para santri yang terpapar Covid-19 untuk karantina (isolasi) mandiri.
Wali Kota Bogor Bima Arya langsung mendatangi Pesantren ini untuk melakukan pengecekan. Dia meminta petugas BPBD untuk melaksanakan penyemprotan (sterilisasi) lokasi Pesantren tersebut.
“Saya langsung perintahkan ke jajaran Satgas Covid-19 untuk terus melakukan pengawasan dan membuat posko bersama, bagi siapa saja yang keluar masuk harus didata,” tegas Bima.
Pihaknya juga mengimbau para Santri untuk tidak keluar masuk selama penanganan dilakukan oleh Satgas Covid-19 Kota Bogor. Satgas Covid-19 mengaku akan melakukan tracing terhadap para Santri.
Dikatakan Bima, semua kebutuhan di Pesantren ini akan dipenuhi oleh Pemkot Bogor melalui Perumda Pasar Pakuan Jaya (PPJ) selama penanganan Covid-19 yang menyasar puluhan Santri. Namun, seluruh santri dan pengurus Pesantren tidak boleh ada satu pun yang keluar masuk.
“Jadi jangan sampai yang dari dalam belanja keluar atau belanja sendiri ke pasar karena mereka sedang isolasi. Di sana juga dibentuk posko gabungan antara ASN, TNI-Polri,” pungkasnya.
Reporter: Jhonie Arya
Editor: Aru Prayogi





