Puncak Hari Kesehatan, Bima Arya: Jangan Terkuras Terhadap Isu Pandemi

oleh -540 views
Hari Kesehatan, Bima Arya, Isu Pandemi, Pandemi Covid-19

BOGOR (LEAD.co.id) – Wali Kota Bogor, Bima Arya mengingatkan bahwa, persoalan kesehatan bukan hanya Covid-19, namun ada pekerjaan rumah (PR) yang harus diselesaikan dari hulu ke hilir untuk mewujudkan Kota Bogor sebagai Kota Sehat.

“Sisakan tenaga kita untuk tetap mengurusi kesehatan dari hulu ke hilir,” kata Bima saat menghadiri Puncak Hari Kesehatan Nasional ke-57 Tingkat Kota Bogor, di Puri Begawan, pada Jumat (10/12/2021).

Menurut dia, target di tahun 2024 yang ditetapkan seharusnya stunting lebih rendah dari 10,7 atau bahkan 5 persen. Karena, lanjut Bima, jika semua kerja keras secara bersama-sama tidak ada yang tidak bisa dicapai.

“Jangan terkuras terhadap isu pandemi yang memang menguras hati, sisakan ruang-ruang kesiapan kita untuk menangani kesehatan dari hulu ke hilir,” kata Bima.

Dia meminta jangan hanya kuratif dan rehabilitatif, tetapi preventif, promotif dan preemtif, tapi juga penting untuk mengajak semua bergerak menerapkan pola hidup bersih, menggelorakan semangat olahraga menjadikan Kota Bogor menjadi kota yang peduli kesehatan.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor, Sri Nowo Retno mengungkapkan, rangkaian Hari Kesehatan Nasional ke-57 Tingkat Kota Bogor telah dilaksanakan selama November 2021 dengan seluruh jajaran fasilitas kesehatan dan seluruh organisasi profesi kesehatan.

Baca :  Siap Dibuka, Pemkot Bogor Ngeliwet Bareng Warga di Jembatan Otista

Mulai dari edukasi penyuluhan kesehatan, Geber Covid-19, sidak KTR, talkshow terkait sehat dalam masa pandemi, pengabdian masyarakat, pemberian sarana protokol kesehatan (Prokes), donor darah, pencanangan komitmen cegah stunting.

“Peringatan ini menjadi momentum untuk bersyukur, karena kondisinya sudah cukup melandai dibanding kasus bulan Juli 2021. Bahkan sabtu minggu lalu nol kasus, harus dipertahankan. Capaian vaksinasi mencapai 89,43 persen, dahsyatnya varian delta mengakibatkan 460 nakes Kota Bogor terpapar Covid-19,” sebutnya.

Retno dalam laporannya menyampaikan bahwa, 57 tahun bukan waktu singkat, telah banyak upaya kesehatan yang dilakukan untuk mewujudkan Kota Bogor yang sehat.

Namun, lanjut dia, masih banyak tantangan yang harus dihadapi bersama. Tidak hanya Covid-19, tetapi juga beban ganda penyakit, seperti masih tingginya penyakit menular dan tidak menular.

Penyakit degeneratif, hipertensi, jantung, kardiovaskuler, stroke dan kanker yang angkanya di Kota Bogor semakin meningkat. Selain itu ditambah stunting, status gizi, sanitasi, kesehatan lingkungan juga menurunkan angka kematian ibu dan bayi.

Baca :  HUT ke-22 APEKSI, Bima Arya Ajak Bangkitkan Ekonomi Lewat Produk Lokal

“PR bersama lainnya adalah sanitasi, kesehatan lingkungan dan ODF,” tambah Retno.

Dalam acara ini, diberikan penghargaan kepada pihak-pihak yang telah membantu program kesehatan di Kota Bogor. Selain itu, juga penghormatan bagi para tenaga kesehatan yang telah mengorbankan jiwanya dalam penanganan Covid-19 dan vaksinasi.

Hadir pimpinan Forkopimda Kota Bogor, Wakil Wali Kota Bogor, Wakil Ketua TP PKK Kota Bogor, perwakilan sejumlah lembaga, pimpinan BUMD Kota Bogor, rumah sakit, lembaga atau organisasi profesi kesehatan, OPD dan puskesmas di Kota Bogor.

Dikatakan Bima, ada tiga hal yang dilakukan Kota Bogor dalam menghadapi dan menangani di bidang kesehatan, khususnya di masa pandemi Covid-19, yakni dahsyatnya kolaborasi, indahnya inovasi dan kesabaran tanpa henti dari semua pihak di Kota Bogor.

Menurutnya, kalau tidak sabar tidak mungkin bisa menghadapi situasi pandemi. Adapun teguran yang ada untuk kebaikan semua, bukan personal. Dia menyatakan kata kunci bahwa, ketika bertugas harus melampaui tupoksi, berpikir melampaui tupoksi, bekerjasama, berkolaborasi dan terus melakukan inovasi

Baca :  Penutupan Festival Merah Putih, Bima Arya: Kreativitas Tidak Bisa Dihalangi

“Kalau ada kepala dinas yang paling sering saya marahi, itu adalah Kadinkes. Kalau ada Camat atau Lurah dipanggil Pak Kapolresta, saya bilang sabar, jangan berpikir macam-macam, ini untuk kebaikan semua,” kata Bima.

Ketua Satgas Covid-19 Kota Bogor ini juga menyampaikan apresiasi secara khusus kepada Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro dan Dandim 0606 Kota Bogor, Kolonel Inf Roby Bulan dengan kegigihannya melakukan inovasi membantu menangani pandemi Covid-19 di Kota Bogor.

Karena, hasil yang didapat tidak hanya bermanfaat bagi Kota Bogor, tetapi juga menjadi benchmarking bagi daerah lain di Indonesia, di antaranya penerapan Ganjil Genap, pelantikan para kepala dinas menjadi direktur vaksin berkolaborasi dengan berbagai pihak.

“Hari ini situasinya berbeda, ini tentu bukan pesta kemenangan dan belum saatnya untuk dirayakan. Tapi harus disyukuri, jadikan masa sulit yang kita lewati menjadi pembelajaran bagi kita semua. Ini adalah hasil kesabaran semua, tapi semua tetap harus antisipasi dan tidak boleh lengah,” tegasnya.

 

Reporter: Jhonie
Editor: Aru Prayogi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *