Rhoma Irama Dilaporkan, Bupati Bogor Dinilai Gagal Fokus

0
Rhoma Irama, Hajatan, Bupati Bogor
Rhoma Irama saat menghadiri acara Hajatan Abah Surya Atmaja, di Cisalak, Desa Cibunian, Kecamatan Pamijahan Kabupaten Bogor, Minggu (28/6/2020).

LEAD.co.id | Aktivis Kabupaten Bogor, Sabri Maulana Ibrahim mengkritisi Pelaporan yang dilakukan Bupati Bogor Ade Yasin terhadap Rhoma Irama dan pihak yang berkaitan pada acara Hajatan Abah Surya Atmaja yang digelar di Cisalak, Desa Cibunian Kecamatan Pamijahan Kabupaten Bogor, Minggu lalu (28/6/2020).

Laporan itu dinilai tebang pilih dan tendensius terhadap Rhoma Irama dan penyelenggara, karena mengesampingkan potensi sumber kerumunan lain di Kabupaten Bogor Seperti Wisata dan Pasar Di tengah pemberlakuan PSBB.

“Sikap Bupati Bogor sangat tendensius dan tebang pilih. Ini juga menjadi paradoks pemikiran Pemerintah kabupaten bogor dimana mereka tak ingin ada kerumunan namun di sisi lain mengizinkan Tempat Wisata dibuka dan pasar tidak diatur sedemikian rupa mengikuti Protokol kesehatan. Kalo tak ingin pandang bulu, tindak semua!,” ujar Aktivis yang akrab disapa Sabri.

Baca :  Rakerda Himpaudi, Bupati Bogor Minta Para Pendidik Berinovasi

Sementara itu ada 365 kasus corona di Kabupaten Bogor, positif yang masih dirawat di rumah sakit sebanyak 235 orang. Pasien sembuh bertambah 1 orang sehingga total menjadi 109 orang. Sementara pasien meninggal 18 orang Dalam Pantauan (ODP) 240 orang, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) 393 orang. PDP meninggal 135 orang.

Sabri menegaskan bupati mestinya berlaku adil, dan tidak berlaku tendensius

Namun tidak menanyakan sanksi bagi potensi Sumber kerumunan lainnya, kalau mereka tidak melaksanakan aturan terkait Covid-19.

“Faktanya, penyebaran Covid-19 tidak membedakan latar kegiatan dan profesi,” ujarnya

Menurutnya, Gugus Tugas Covid 19 Kab Bogor telah Gagal karena pembatasan sosial yang mestinya dilakukan untuk setiap kegiatan keagamaan, fasilitas umum, sosial budaya, Wisata dan aktivitas moda transportasi masih sangat minim.

Baca :  Webinar BEM FH UNPAK: Tantangan Demokrasi Indonesia Masa Depan

“Seperti contoh di sektor wisata, masih banyak yang buka dan diserbu pengunjung seperti Bukit alas bandawasa, Taman Safari, Kawasan wisata villa khayangan, Puncak dan masih banyak lagi yang di dominasi oleh pengunjung Asal Jakarta, Bekasi Depok, Banten. Sangat jelas PERBUP Nomer 35 tahun 2020 tak ada taringnya” kata Sabri jelasnya.

Lalu Tedi Lesmana Menambahkan “kami rasa hari ini ada hal yang tak kalah penting dari keramaian di kecamatan Pamijahan Desa cibunian di kediaman Abah Surya Atmaja, yaitu yang mana hari ini perlu menjadi perhatian kita semua dan elemen pemerintahan khususnya yaitu perihal bansos covid 19 di kabupaten bogor yang masih belum efektif dan kondusif penyalurannya”

Baca :  Bupati Bogor Intoleran, Surat Larangan Kegiatan JAI Bertentangan dengan SKB 3 Menteri

Aktivis Kabupaten Bogor serta Pemuda asli Pamijahan ini mengatakan ” Bansos hari ini malah kebanyakan di jadikan ladang usaha oleh mafia mafia tak bermoral dikabupaten Bogor, hal ini terbukti oleh adanya oknum penyalur di salah satu bansos yg turun di kecamatan pamijahan terdapat pungutan liar (pungli)oleh oknum yang tak bertanggung jawab,dan jelas hal ini sangat memalukan sekali dan harus di tindak seadil adilnya oleh pemerintah kabupaten Bogor.”

“Ini sungguh terlalu dan heureyy. Jadi Bupati jangan gagal fokus, Laporkan juga tuh Mafia bansos COVID19 di kabupaten Bogor!,” geramnya.

Sumber: Dipidi
Editor : Aru Prayogi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here