Site icon LEAD.co.id

Risiko Tinggi, Kota Bogor Dinyatakan Zona Merah Covid-19

Kota Bogor, PSBB

Wali Kota Bogor Bima Arya bersama jajaran Forkopimda melakukakn konferensi pers terkait perpanjangan PSBB, di Balaikota Bogor, Kamis (4/6/2020).

LEAD.co.id | Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 menyatakan Kota Bogor sebagai zona merah penyebaran virus Corona (Covid-19).

Perkembangan terkini peta risiko Covid-19 di Kota Bogor ini seperti dilaporkan Kompas.com mengutip situs www.covid19.go.id. Dalam situs tersebut, Kota Bogor, dinyatakan masuk zona merah atau risiko tinggi.

Perubahan stasus zonasi Kota Bogor yang sebelumnya berada dalam zona oranye atau risiko sedang itu dihitung berdasarkan indikator-indikator kesehatan masyarakat dengan menggunakan skoring dan pembobotan.

Indikator-indikator yang digunakan dalam menentukan zonasi risiko daerah adalah epidemiologi, surveilans kesehatan masyarakat, pelayanan kesehatan, dan sumber data kasus positif, ODP, dan PDP.

Merespon hal itu, Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengatakan, pemerintah daerah akan mempelajari semua data dan indikator terhadap perubahan zona merah tersebut.

Kami juga baru lihat di situs resmi Gugus Tugas Nasional (GTN). Dari Provinsi belum ada perubahan. Masih oranye. Tapi memang seperti yang selalu saya sampaikan seminggu ini. Tren naik tajam dan bisa saja masuk zona merah,” ucap Bima, saat dikonfirmasi, Kamis (27/8/2020).

Bima mengakui bahwa tren peningkatan kasus positif di wilayahnya dalam beberapa pekan ke belakang terus meningkat.

Ia menyebut, transmisi lokal saat ini sudah terjadi. Klaster utama penyebaran Covid-19 di Kota Bogor berasal dari rumah tangga (keluarga).

Reporter: Sally Sumeke
Editor: Aru Prayogi

Exit mobile version