Ritual Sakral Dukun Manten, Adat Jawa yang Jarang Diketahui Masyarakat

oleh -1,764 views

BOGOR (Lead.co.id) – Bagi kamu yang hendak menikah dengan adat Jawa, tentu orang tuamu, saudara atau kenalanmu akan memberitahukan kamu mengenai dukun manten atau tukang make-up tradisional pengantin Jawa.

Ya, dukun manten yang berarti dukun pengantin adalah orang yang nanti bertugas merias wajahmu saat pernikahan dengan adat tersebut. Dalam pikiranmu kamu akan mengatakan bahwa dukun manten itu sama dengan seorang make up artist. 

Memang terlihat sama, namun sebenarnya berbeda dalam beberapa hal apalagi dalam teknik riasan wajahnya. Apabila di make up artist riasan biasanya bersifat lebih soft, pengaplikasiannya tidak terlalu tebal, dan foundation yang digunakan itu putih atau pink.

Sedangkan pada dukun manten, tata riasnya jelas membuat paes pada wajah pengantin, dengan warna-warna yang lebih terang dan tebal. Namun mereka mempunyai tujuan yang sama dengan penata rias umumnya, yaitu merias pengantin agar hasil riasannya lebih bagus dan tampak berbeda dari kesehariannya.

Sebelum memulai merias wajah pengantin, ada beberapa ritual yang harus dilakukan oleh dukun manten yang membedakannya dengan juru rias pengantin lainnya, yaitu;

Puasa

Dukun manten melakukan tugasnya tidak hanya saat pernikahan saja, tapi berhari-hari sebelum akad nikah dan resepsi, seorang dukun manten telah melakukan ritual. Tentunya agar pelaksanaan pernikahan bisa berjalan dengan lancar. Perkenalan dengan pihak pengantin dan keluarga adalah hal pertama yang dilakukan.

Baca :  Tradisi Kearifan Lokal Batik

Tujuannya agar hasil riasan pada pengantin nanti bisa maksimal. Dalam arti kecantikannya bisa terpampang nyata dan terpencar dengan cemerlang. Pasangan pengantin akan menjadi Raja dan Ratu satu hari, otomatis penampilan mereka harus diperhatikan karena menjadi pusat perhatian tamu undangan.

Menyiapkan Sesaji

Sesaji ini adalah adat istiadat Jawa, bagi sebagian orang ritual ini sudah tidak dilakukan lagi karena bertentangan dengan ajaran agama. Namun yang masih melanggengkan ritual memberi sesaji juga nggak sedikit. Berbagai bunga-bunga hingga dupa diletakkan di salah satu sudut ruangan yang nantinya akan digunakan sebagai tempat merias.

Biasanya, dukun manten akan merias di kamar pengantin. Doa-doa dirapalkan saat menaruh sesaji itu. Dukun Manten akan memohon agar Tuhan Yang Maha Kuasa memberikan kelancaran saat merias, terutama untuk pengantin perempuan.

Saat di dalam kamar rias, pengantin perempuan akan diminta duduk di atas tikar yang dialasi kain putih. Di bawahnya terdapat daun alang-alang atau daun oboh-oboh, biasanya tikar juga terbuat dari daun pandan.

Baca :  Ajaran Dasar Pembinaan Moral di Kampung Urug

Sedangkan sesaji yang diletakkan di berbagai penjuru kamar meliputi Kelapa kuning, kemiri berkulit 3 biji, keluwak 3 biji, kacang-kacangan, jagung, beras, kain letrek, kaca kecil, bedak, minyak wangi, telur ayam kampung, gula Jawa sepasang, benang lawe, kendi air, jodhog, seperangkat sirih, kembang boreh, pisang raja sepasang. Setelah berdoa dan pengantinnya siap, barulah riasan akan diberikan.

Merias Menurut Pakem

Dukun manten yang telah melakukan berbagai persiapan akan mulai merias sesuai dengan pakem dan aturan yang diwariskan turun temurun. Terutama saat menggambar paes yaitu riasan di dahi pengantin perempuan berupa lekukan-lekukan yang indah dan khas.

Paes dipercaya sebagai simbol kedewasaan dari seorang perempuan. Selain itu juga sebagai bentuk harapan agar nantinya si pengantin wanita derajatnya akan ditinggikan hingga menjadi pasangan yang harmonis. Begitu juga saat menyanggul, ukurannya harus pas dengan bentuk wajah dan tubuh.

Meniup Wajah alias Sembaga

Dengan tangan ahli dukun manten, seorang wanita yang cantik bisa tampil lebih menawan lagi. Paes dan sanggul yang elegan layaknya mahkota bertahtakan emas serta berlian membuat pengantin wanita jadi seperti bidadari.                                       

Baca :  Presiden Serahkan SK Pengelolaan Hutan Sosial, Adat, dan TORA

Dukun manten akan meniup wajah sebagai ritual penutupan atau sembaga yang berarti menjadikan seperti tembaga. Biasanya mereka melakukannya dengan asap rokok, dan hal inilah yang akan menimbulkan kesalahpahaman terutama bagi mereka yang tidak mengerti adat pernikahan Jawa. 

Dukun manten melakukan sembaga adalah supaya pengantin itu tampil mangling atau berbeda saat hari pernikahan. Setelah merias, tukang make up tradisional pengantin Jawa itu akan merapalkan doa-doa lalu menutupnya dengan meniup ubun-ubunmu sebanyak tiga kali.

Itulah beberapa ritual sakral turun temurun yang dilakukan dukun manten untuk melancarkan acara pernikahan yang menggunakan adat Jawa. Pelaksanaan perkawinan adat Jawa yang dilakukan masyarakat bersumber dari kepercayaan sebagian masyarakat yang masih menjunjung tinggi peninggalan-peninggalan ajaran moral yang telah di ajarkan sejak dahulu.

Sebagian masyarakat meyakini bahwa melaksanakan tradisi yang telah diajarkan oleh nenek moyang dapat membawa berkah dan keuntungan dalam kehidupan. Begitu kuat ajaran dan pemikiran mereka terhadap budaya dan tradisi lokal membuat mereka masih tetap melaksanakan ajaran tersebut walaupun zaman dan kehidupan sosial semakin berkembang seiring berjalannya waktu.

Penulis: Putri dkk