RS Anutapura Palu Gelar Simulasi Penanganan Virus Corona

oleh -192 views
Simulasi, Corona, RS Anutapura,
Simulasi penanganan suspect Corona di ruang isolasi IGD RS Anutapura, Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (4/3/2020).

LEAD.co.id | Rumah Sakit (RS) Anutapura menggelar simulasi penanganan suspect Corona di ruang isolasi IGD RS Anutapura, Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (4/3/2020). Simulasi melibatkan empat tenaga kesehatan berbaju hijau lengkap dengan masker dan pelindung diri lainnya.

RS Anutapura di tunjuk jadi pusat penanganan virus Corona setelah menerima surat dari Kemenkes. Itu artinya rumah sakit rujukan yang menangani virus Corona menjadi dua, satunya lagi di RSUD Undata Palu.

Adapun tim dokter untuk menangani pasien suspect Corona berjumlah 7 orang, diantaranya dokter ahli paru, dokter spesialis penyakit dalam sebanyak 4 orang dan sisanya dari radiologi dan patologi dibantu 10 perawat terlatih. Ruang isolasi bisa menampung 12 pasien.

Baca :  Gubernur Sulteng Minta Gencar Sosialisasikan Pencegahan Covid-19

Direktur RS Anutapura, Herry Mulyadi menyampaikan untuk ahli paru-paru yaotu Dr Sarifuddin SPT yang menjabat Ketua Tim Penanganan Virus Corona RS Anutapura.

Dalam penangannya, kata Herry, sampel akan diperiksa di laboratorium dan radiologi, jika terbukti akan dibawa ke ruangan observasi. Kalau tidak terbukti, dipulangkan tapi diisolasi di rumah pasien. Sampel pasien akan dibawa ke Jakarta dan kesimpulannya ada di sana.

“Setelah di kirim, bukti jelas positif atau negatif virus Corona harus menunggu selama 14 hari. Selama itu, pasien tetap berada di ruang isolasi,” papar dia.

Baca :  Satu Demonstran Tewas, Polri Usut Penembakan di Parigi Moutong

Di rumah pasien, tidak perlu ke luar rumah dan tidak boleh ada kontak fisik. Kalau untuk keluarga pasien, mereka menjaga diri menggunakan masker. Intinya tidak boleh ada kontak fisik.

Adapun kebutuhan alat pelindung diri, pihaknya memiliki 22 baju jenis Astronot. Jumlah tersebut dinilai sangat terbatas. Baju tersebut hanya dipakai sekali saja.

Dia mengimbau, agar sebaiknya langsung ke rumah sakit jika mengalami gejala demam atau batuk. Yang harus dilakukan menjaga kebersihan tubuh, kurangi kontak fisik di keramaian. Jaga kondisi tubuh juga.

Baca :  BPTP Sulteng Berdonasi ke Posko Jurnalis Liputan Covid-19

Sampai saat ini diketahui penyebaran itu terjadi melalui kontak fisik atau udara. Faktanya, suhu panas tidak menjamin virus mati. Tetap waspada tapi jangan panik.

Kontributor : Rafiq
Editor : Fardiansyah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *