LEAD.co.id | Wali Kota Bogor mengapresiasi Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang menyalurkan bantuan paket sembako hingga renovasi RTLH, di Kampung Warung Bandrek, Bondongan, Kota Bogor Selatan, Senin (13/1/2020).
Melalui Yayasan Baitul Maal (YBM), PLN telah menyalurkan sejumlah bantuan, mulai dari paket sembako hingga renovasi rumah tidak layak huni (RTLH).
“Kami berbahagia dan bersyukur ada niat baik dari PLN bisa mengalokasikan anggaran untuk warga Kota Bogor,” ungkap Walikota Bogor, Bima Arya Sugiarto dilansir portal resmi Pemkot Bogor.
Direktur Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN Helmi Najamuddin mengatakan, pihaknya menyalurkan sembako dari dana zakat YBM PLN Bogor sebanyak 300 paket sembako serta uang tunai.
Selain itu, juga ada bantuan pemberdayaan ekonomi dhuafa sebesar Rp 100 juta dari YBM PLN unit induk Jawa Barat, sekaligus penyerahan bantuan untuk biaya perbaikan RTLH di Warung Bandrek sebesar Rp 200 juta.
“Kami berdoa mudah-mudahan dana YBM ini berkah dan Insya Allah dapat sedikit menghibur bagi yang menerima,” harap Helmi.
Dijelaskan dia, YBM PLN mendapat dana dari zakat penghasilan pegawai PLN, dimana pendapatan pegawai PLN dipotong untuk Zakat sebesar 2,5 persen.
“Alhamdulillah PLN se-Indonesia dalam setahun terkumpul Rp 230 miliar. Kami mohon doanya mudah-mudahan pegawai PLN hidupnya lebih berkah dan kami doakan bapak ibu semua semoga Allah berikan kesehatan dan tambah rezeki,” harapnya.
Banyak Permintaan Bantuan, APBD Tidak Cukup
Sementara itu, disebutkan Walikota Bogor, sumber dana dari APBD Kota Bogor memang sangat terbatas, namun Bima bersyukur ada sumber lain yakni dana dari umat. “Sekali lagi terimakasih kepada para karyawan PLN untuk menyisihkan penghasilannya,” tambah dia.
Bima juga mengungkap banyaknya permohonan yang datang ke meja Wali Kota untuk dibantu banyak hal, dijumlah bisa mencapai bisa mencapai 10 triliun sementara dana pemerintah hanya sekitar Rp 2,5 triliun.
“Lalu caranya bagaimana? Pertama, yang pasti kita ikhtiar tidak ada korupsi. Kan itu uang rakyat, rakyat bayar pajak, dikumpulkan lalu dikembalikan lagi dalam bentuk program pembangunan,” jawab dia.
Kedua, lanjut Bima, Pemkot Bogor memastikan agar semua kegiatan yang asalnya uang rakyat melalui APBD itu disalurkan dengan kegiatan yang lebih bermanfaat.
“Jadi, sejak lima tahun lalu Insya Allah ikhtiar kita ke sana. Anggaran untuk kesehatan diperbesar, pengentasan kemiskinan diperbanyak,” kata dia.
Lebih lanjut dia menerangkan, tahun lalu sebanyak Rp 36 miliar telah dikucurkan untuk membangun rumah tidak layak menjadi layak. Sementata untuk tahun ini jumlahnga diperbanyak sekitar Rp 40 miliar lebih untuk RTLH.
Karena itu, kata Bima, Pemkot Bogor terus berikhtiar mencari sumber-sumber pendanaan lain untuk membantu warga.
“Tahun ini kami mulai menerapkan Peraturan Walikota agar ASN di Kota Bogor menyisihkan 2,5 persen penghasilannya untuk yang berhak. Ada sekitar 6.957 ASN di Kota Bogor. Kalau dihitung-hitung satu tahun bisa terkumpul sekitar Rp 12,5 miliar,” tandasnya. (Prokompim/Red)

