Sambang Sekolah, Komunitas Compok Literasi Kembangkan Minat dan Bakat Siswa

oleh -512 views

Pamekasan, (LEAD.co.id) – Dalam rangka program Sambang Sekolah, Komunitas Compok Literasi mengadakan Festival dan Pameran Bakat siswa di MI Nurul Faizin Desa Bangkes, Pamekasan, pada Minggu (21/11/2021).

Kegiatan ini menjadi rangkaian terakhir episode Sambang Sekolah yang ke-2. Hadir dalam kegiatan tersebut pihak yayasan, dewan guru, dan wali murid MI Nurul Faizin, serta mitra kolaborasi program Sambang Sekolah yang ke 2, yakni Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pamekasan.

Koordinator program Sambang Sekolah, Maulida Yuniatin Zahroh menyampaikan kegiatan Sambang Sekolah ini ditujukan untuk mendukung program Merdeka Belajar yang diserukan oleh Kemdikbud RI.

Baca :  Komitmen Wujudkan Pamekasan sebagai Kabupaten Literasi

Dengan menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan serta edukatif yang lebih menekankan pada lifeskill yang pada kesempatan tahun ini dilaksanakan di MI Nurul Faizin, Desa Bangkes, Kecamatan Kadur, Kabupaten Pamekasan.

“Sebelumnya laporan dari sekolah, minat serta semangat belajar mereka menurun apalagi pasca Pandemi. Namun setelah kami hadir disini, kami merasakan perubahan yang cukup signifikan. Bahkan anak-anak selalu menunggu kehadiran kami,” kata Maulida, Senin (22/11/2021).

Maulida melanjutkan, terkait kegiatan tersebut, sebelumnya mereka (peserta) disuruh memilih bakat apapun yang ingin ditampilkan, tentunya tanpa ada paksaan dari teman-teman relawan.

Baca :  Perkuat Literasi, UNB Luncurkan Sekolah Pasar Modal

“Dan mereka maju dengan penampilan tarian, pembacaan puisi, mengaji, shalawat bahkan berdrama. Penampilan mereka luar biasa. Ini bukti bahwa anak-anak memiliki bakat dan kreativitasnya masing-masing,” lanjut Maulida.

Sementara Founder Compok Literasi, M. Arinal Haqil Ghifari menambahkan bahwa, kemampuan yang dimiliki siswa berbeda-beda. Sehingga penekanan pada rangkaian kegiatan Sambang Sekolah tidak hanya pada materi pembelajaran.

“Tolong jangan sampai berkata bahwa anak-anak kita bodoh hanya karena tidak bisa mengerjakan soal matematika, Bahasa Indonesia. Setiap anak memiliki kemampuan yang berbeda-beda, bisa jadi anak kita bakatnya mengambar atau menyanyi. Arahkan dan fasilitasi mereka,” katanya.

Baca :  Sedekah Buku untuk Kemajuan Bangsa

Untuk diketahui, Sambang Sekolah merupakan salah satu kegiatan dari Compok Literasi. Kegiatan tersebut berlangsung selama 3 bulan dengan 6 kali pertemuan. Setiap episode sambang sekolah didasarkan pada kurikulum mandiri Compok Literasi yang berbasis problem solving.

 

Reporter: Moh Hasanuddin
Editor: Aru Prayogi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *