BOGOR (Lead.co.id) – Upaya mencegah kemaksiatan saat bulan Ramadan harus berlangsung optimal di kota Bogor namun saat ini tantangan terhadap menciptakan hal tersebut berlangsung dengan adanya praktek prostitusi online dan tempat hiburan malam yang diduga kembali membuka operasional.
Ketua Gerakan Pemuda Islam (GPI) Kota Bogor, Bayu Noviandi mengungkapkan aparat penegak hukum seperti Satpol PP dan juga TNI Polri harus tetap menjaga kondisi batas wilayah saat bulan Ramadan karena masyarakat melakukan ibadah berpuasa dan lainnya sehingga dibutuhkan kekhusu’an.
“Masyarakat sangat berharap kepada aparat penegak hukum untuk bisa menjalankan aturan sesuai surat edaran yang sudah menjadi ketetapan di pemerintah kota Bogor agar tempat hiburan malam bisa tutup saat bulan Ramadan,” tandasnya.
Sementara itu, kepala Satpol PP kota Bogor Agustiansyah menegaskan bahwa, aturan tetap berlangsung dengan adanya pengawasan dari semua unsur pemerintah daerah kota Bogor.
Pihaknya juga melakukan penegakan aturan dengan menutup tempat hiburan malam yang diduga masih beroperasi dengan menyalahi prosedur seperti menjual minuman keras.
Sedangkan untuk kemaksiatan seperti prostitusi online pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Polresta Bogor kota untuk melakukan tindakan tegas terukur dengan menangkap semua yang terlibat di dalamnya.
“Untuk tempat lokasi dugaan tersebut akan dilakukan penegakan aturan sesuai peraturan yang sudah ada,” kata dia, pada Rabu (5/4/2023).
Satpol PP kota Bogor mengaku tetap menjaga komitmen penegakan Perda dengan memperhatikan semua aspek saat bulan Ramadan ini karena Bogor sudah menjadi pusat perdagangan dan jasa yang harus mengakomodir semua kepentingan dengan arif dan bijaksana.





