KUWAIT (Lead.co.id) – Dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-78 tahun dan 55 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Kuwait, KBRI Kuwait City melaksanakan penanaman pohon bersama di Sabah Al Ahmad Natural Reserve, pada 7 Oktober 2023.
Kegiatan yang dilaksanakan di sebuah pusat pemeliharaan lingkungan yang berjarak sekitar 60 km dari pusat kota itu bekerja sama dengan UN Habitat Kuwait dan unsur Masyarakat dari PCINU Kuwait, PCIM Kuwait, dan Forum Diaspora Indonesia Kuwait. PCINU juga mendedikasikan keikutsertaan pada kegiatan ini sebagai bentuk peringatan 1 abad NU.
Sekitar 250 orang WNI dari berbagai usia dan golongan turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Selain itu, hadir pula beberapa Kepala Perwakilan ASEAN, yaitu Duta Besar Brunei Darussalam, Haji Ahmad bin Haji Jumat, Duta Besar Vietnam, Ngo Toan Thang, dan Duta Besar Kamboja, SMAN Manan.
Kegiatan dibuka dengan sambutan dari H.E. Lena Maryana, Duta Besar LBBP RI untuk Kuwait, yang dilanjutkan dengan sambutan dari Dr. Ameera Alhassan, Kepala Kantor UN-Habitat GCC dan Kuwait, foto bersama seluruh peserta yang hadir, dan kemudian pelaksanaan kegiatan penanaman pohon.
Proses penanaman dimulai secara seremonial oleh Duta Besar RI, Kepala Kantor UN-Habitat, dan tamu-tamu undangan yang hadir, kemudian dilanjutkan penanaman pohon bersama seluruh WNI yang hadir dengan didampingi oleh tim yang disiapkan oleh Sabah Al Ahmad Natural Reserve. Usai melaksanakan kegiatan penanaman, KBRI membagikan makan siang bagi seluruh peserta yang berpartisipasi.
Tanah di Kawasan Sabah Al Ahmad Natural Reserve tidaklah seperti tanah di Indonesia pada umumnya yang tersimpan banyak nutrisi tanaman dan mudah ditumbuhi oleh berbagai macam tanaman, melainkan tanah yang cenderung kering dan tandus, ditambah dengan cuaca yang panas, sehingga memerlukan upaya khusus untuk menumbuhkan, memelihara, dan menjaga tanaman di Kawasan tersebut. KBRI Kuwait City, WNI di Kuwait, dan UN Habitat bekerja sama dengan melakukan upaya-upaya tersebut.
Diharapkan kegiatan ini dapat membawa dampak positif bagi pemeliharaan lingkungan di Kuwait yang juga akan mempengaruhi keberlangsungan pemeliharaan lingkungan dunia.





