Site icon LEAD.co.id

Sengketa di Langit Biru, Kisah Entong Sang Joki Layangan era 60

LEAD.co.id | Sengketa di langit biru, istilah joki layangan yang sudah bepetualang, di beberapa daerah. Julukan itu melekat pada Poespa Hidayat, warga yang di Jalan Raya Pomad, Gang Kenanga, Desa Sukaraja, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor telah bekiprah 60 tahun mengeluti joki layangan.

Dalam perjalanan menjadi joki layang aduan, Entong (panggilannya) sudah berpetualang tetap konsisten untuk menjadi joki atau saat ini berdagang layang-layang.

Menurutnya, sebagai joki adu layangan ini, memang tidak mudah, apalagi layang-layang ketika berada di langit biru, harus mempunyai teknik agara bisa mengalahkan lawan.

“Kalau berbicara adu di langit itu menjadi sengketa, siapa yang jago dia yang menang, yang harus dipikirkan ketika adu layang adalah bagaimana bermain tekniknya,” katanya saat berbincang-bincang, Selasa (08/09/20).

Dirinya mengaku sering di panggil untuk dalam satu pertandingan, dengan bayaran ribu rupiah.

“Saya pernah dipanggil dan dibayar karena sudah mengalahkan jagoannya waktu itu, tiga kali saya kalahan dalam sekali pertandingan dan saya dapat tropy, bahkan saya sempat bertanding di Negara Malaysia, Brunai, dan Thailand,” sampainya.

Dirinya berharap, baik dari komunitas maupun paguyuban adu layangan ini, harus ada regenerasi karena ini salah satu budaya Indonesia yang harus dipertahankan.

“Budaya ini harus terus di lestarikan ke generasi berikutnya agar permainan layang-layang ini tetap ada,” pungkasnya.

Reporter : Jhonie
Editor : Aru Prayogi

Exit mobile version