Seorang Warga Ditemukan Tewas saat Cari Ikan di Situ Cikaret

oleh -638 views

BOGOR (Lead.co.id) – Suhendi (37), warga Cikaret dikabarkan tewas akibat tenggelam saat mencari ikan menggunakan perahu rakit di Situ Cikaret, Cibinong, Kabupaten Bogor, pada Sabtu (11/6/2022).

Sebelumnya korban berangkat ke Setu Cikaret untuk mencari ikan pada Sabtu dini hari. Namun hingga siang hari, korban berinisial S itu belum juga pulang.

Kakak korban mengatakan, biasanya korban pulang sekitar pukul 07.00 WIB. Kemudian pada sekitar pukul 13.00 WIB, ditemukan perahu rakit yang diduga milik korban.

“Sekitar pukul 13.00 Wib ditemukan perahu rakit dan jala diduga milik korban berada di Situ Cikaret, namun korban belum kembali ke rumah,” ungkap Kapolsek Cibinong, AKP Adhimas Sriyono Putra.

Baca :  Warga Cibinong Terdampak Angin Puting Beliung Dapat Bantuan dari Akabri 99

Hingga dilakukan pencarian oleh Tim BPBD Kabupaten Bogor, Tim Rescue Pemadam Kebakaran, Relawan dari PMI, Koramil dan Polsek Cibinong, korban masih juga belum ditemukan.

Selanjutnya, pada pukul 16,00 WIB warga sekitar menemukan jenazah diduga korban S. Jenazah itu ditemukan diduga akibat tenggelam di Setu Cikaret.

Menurut Kapolsek, sekitar pukul 21.00 WIB petugas BPBD yang berada di sekitar TKP mendapat kabar telah ditemukan mayat yang diduga korban S di dekat pintu air menuju Cilodong.

“Setelah dicek ternyata benar korban S yang menghilang sejak dini hari ditemukan sudah tidak bernyawa. Kemudian korban dievakuasi dibawa kerumahnya,” ungkap AKP Adhimas.

Baca :  Toko Sepatu di Cibinong Kebakaran, Diduga Akibat Korsleting Listrik

Sementara itu, istri korban mengaku
langsung ikut mengevakuasi korban bersama warga sekitar setelah mendapat kabar jenazah suaminya ditemukan.

“Saya dapat laporan, dari warga sekitar suami saya telah meninggal di setu karena tenggelam,” kata dia saat di lokasi.

Dia menjelaskan, sebelum berangkat ke Setu untuk mencari ikan biasanya suaminya berpamitan. Namun, dayung perahu rakit patah hingga mengakibatkan korban tenggelam.

“Namun entah mengapa, getek yang digunakannya patah hingga tengelam di Setu tersebut,” ungkapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *