Site icon LEAD.co.id

Shaum Ramadhan dan Kebersamaan

Shaum Ramadhan, Ramadhan 2022, Kebersamaan, Apendi Arsyad

Oleh: Apendi Arsyad

Bismilahir Rahmanir Rahiem
Terima kasih atas undangan Ketua Himasep utk meminta saya memberikan tausyiah Ramadhan 1443 H sekarang ini. Smg Allah SWT selalu melimpahkan rahmat dan karuniaNya kpd kita yg hadir bukber saat ini.

Senang dan berbahagia kita bisa berkumpul dan bersilaturrahmi di sini. Kita pun bersyukur kpd Allah SWT atas berbagai nikmatNya yg kita dapatkan (nikmat hidup, merdeka/free will, dan iman taqwa). Izinkan saya menyampaikan materi tausyiahnya.

Shaum (puasa) adalah menahan diri dari makan, minum, hubungan suami istri dan pembatal-pembatal lainnya, mulai dari terbit fajar sampai terbenang matahari, dengan berpuasa sebagai ibadah kepada Allah SWT.

Perintah Allah wajib berpuasa Ramadhan ada dalam Al Quran surat Al Baqarah ayat ke 183. “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa”.

Tujuan berpuasa sbg bunyi ayat 183 Al Baqarah diatas adalah takwa, menjadi orang bertaqwa (Muttaqien). Orang muttaqin taat pada ajaran agama Islam (Dinnulislam) berdasarkan Al Quran dan Sunnah Rasullullah Muhammad SAW.
Karena seorang muslim bersahadat,.. “ashaduallah illahaillah, waashaduanna Muhammadar Rasulullah), bahwasanya kita meyakini Allah yang esa (ahad, tauhid) dan mempercayai utusan Allah SWT, nabi dam rasul.Muhammad SAW dengan hadist-hadistnya.

Wahyunya kitab suci Al Quranul.karim, yang.memiliki fungsi:
1. Sebagai peringatan (larangan atau ancaman, azab) dan
2. Sebagai khabar gembira (kehidupan di akhirat, di surgajannatunnsim bagi mereka bertaqwa), yang ditujukan kepada seluruh ummat manusia.

Salah satu perintah Allah SWT dalam Al Quran, ibadah berpuasa (shaum) Ramadhan. Hukum puasa Ramadhan wajib bagi setiap: (1) muslim yang dewasa, (2) berakal, (3) mampu berpuasa, (4) mukim (tidak safar) laki-laki atau perempuan, bebas dari penghalang spt haid, nifas (buat wanita) dan (5) Allah SWT mewajibkan bagi umat Islam sbg mana umat terdahulu.

Menurut Syaikh Muhammad bin Ibrahim bin Abdullah At-Tuwaijiri (2012) dalam kitabnya Ensiklopedi Islam Kaffah, hikmah disyariatkan berpuasa yaitu sbb:
1. Puasa adalah sarana taqwa kepada Allah SWT dengan menjalankan kewajiban dan meninggalkan hal-hal yang dilarang;
2. Puasa melatih seseorang mengendalikan diri dan menahan dorongan hawa nafsunya serta melatih untuk memikul tanggungjawab dan kesabaran atas kesulitan, contoh: kesengsaraan orang miskin (fuqoro masakin) lapar dan dahaga;
3. Puasa membuat seorang muslim merasakan penderitaan saudara-saudaranya. Hal ini mendorongnya untuk.memberi dan berbuat baik kepada fakir miskin, sehingga terwujudlah saling.mencintai dan bersaudara atas kebersamaan (solidaritas); dengan berpuasa kualitas berkehidupan sosial kita meningkat: gemar tolong menolong dan saling membantu antar sesama (gotong royong);
4. Puasa menyucikan jiwa, membersihkan dari akhlaq-akhlaq rendah dan unsur-unsur kotor.
5. Puasa, menjaga kesehatan badan (raga), karena mengistirahatkan alat pencernaan dari aktivitas rutin yang berat demi mengembalikan kekuatan dan fungsinya. Istirahat makan minum lk.1 bulan, sdgkan 11 bulan dalam setahun organ pencernaan di perut bekerja terus. Ibarat mesin mobil, dalam bulan Ramadhan turun mesin utk pemulihan (recovery). Menurut ilmu kesehatan/kedokteran dengan berpuasa hidup sehat.

Berdasarkan hikmah puasa Ramadhan ini begitu indahnya dan mengandung banyak manfaat (fadhila) baik secara individual (material dan spiritual) maupun secara kehidupan sosial (kolektif, community).

Bagi mereka menjalankan ibadah puasa, maka akan terpupuk atau terbina jiwa sosial yang baik, yang akan tampak dalam karakter dan kepribadiannya yang gemar menolong dan hidup bermasyarakat dengan suritauladan, yang menyenangkan lingkungan sosialnya.

Dengan berpuasa, jiwa raga manusia dididik dan dilatih akan lebih peka dan berempati pada nasib saudara-2nya, tetangga-2nya dan atau kerabat-2nya yang tidak berpunya (have-not), hidup tidak beruntung, fakir- miskin, dhuafah dan mustaafin (orang tertindas).
Jadi dengan beribadah puasa (shaum) Ramadhan akan meningkatkan kebersamaan dan solidaritas kita dalam.kehidupan sosial kita sehari-hari, dan menjauhi sikap dan perilaku egois, angkuh dan sombong yang merusak tatanan sosial.

Mari kita amalkan ibadah berpuasa Ramadhan.dengan khusuk niat karena Allah SWT seraya mengambil hikmah berpuasa sebagaimana disebutkan di atas.

-Materi tausyiah bukber Shaum Ramadhan 1443 H Himasep Faperta UNIDA Bogor, di resto Ababa Tajur, 20 April 2022-

 

Penulis adalah Dosen dan Pendiri UNIDA Bogor, Konsultan dan Pegiat serta pengamat Sosial

Exit mobile version