Oleh: Apendi Arsyad
InsyaAllah, pada hari Kamis tanggal 30 Desember 2021, di penghujung tahun ini, kakakku (ongaku) genap berusia 80 tahun, sesuatu yang patut disyukuri. Untuk menghormati beliau saya adiknya AA bersama dengan istriku Hj. Sudarijati, SE. MSi juga sudah lama berencana untuk berangkat ke Kota Tanjung Pinang (Tpi), Kepulauan Riau untuk bersilaturrahmi dengan onga EA sekeluarga dan hadir di acara bahagia HUT 80 thn tersebut.
Saya AA sudah lama rindu bersua dengan kakakku ini, akibat pandemi Covid 19 selalu terhalang. Alhamdulillah, kini tiket
City link pp Jkt-Tpi sudah ada di tangan, tinggal test PCR atau antigen yang belum karena ada ketentuan waktunya 1-2 hari sebelum berangkat, take off dari Jakarta tanggal 29 Desember 2021, Rabu siang menuju Tpi. Mohon doanya semua urusan dimudahkan.
Dalam rangka memeriahkan hari bahagia ultah ke 80 tahun, ongaku EA telah merampungkan bukunya yg berjudul “Suka Duka Menjadi Pengacara (lawyer), konsultan hukum, dan Perjalanan hidupnya 80 tahun, yang ditulis sendiri oleh beliau secara apik. Buku catatan ultah ke 80 tahun onga EA, saya sudah menerima kirimannya di Ciawi Bogor, dari ongaku EA yang telah lama mukim di Bukit Bestari, Kota Tg Pinang, buku 80 tahun diterima beberapa hari lalu tepatnya Senin siang tanggal 15/11-2021, malamnya langsung saya baca dan alhamdulillah sudah aku baca hingga tammat dan tuntas hingga tengah malam.
Dalam buku 80 tahun itu, saya AA adiknya diminta menulis satu artikel “pendapat, kesan dan pesan 80 tahun onga Edward”. Jujur saya berkata saya senang dan berbahagia menerima buku, dimana didalam terdapat 5-6 fhoto aku bersama keluarga Ciawi Bogor dimuat onga EA, ini pertanda bahwa onga EA sayang kepadaku, alhamdulillah.
Begitu enak bahasanya dan runtut berpikir ongaku EA, jernih pikirannya menarasikan riwayat dan dinamika perjalanan kehidupan dia bersama keluargnya dengan penuh suka (kesenangan hidup) dan penuh duka (“sulit dan sengsara”nya hidup) dalam proses perjuangan yang dia lalui dengan berliku-liku (up and down) untuk meraih cita-cita mulia agar menjadi manusia yang berguna dan bermartabat (dignity).
Dan diantara narasi yang paling menarik dan mengesankan saya, sampai aku meneteskan air mata adalah cerita kebahagiaan ongaku EA hidup bersama 2 (dua) orang cucunya yang balita yang lucu, lasak nan cerdas. Cucunya telah menemani dan mengisi waktu tua kakeknya (datuaknya), ongaku bermain dan bercengkrama dengan buah hatinya di rumah, villa dan di taman pekarangan rumahnya dengan tingkahlaku yang lucu-lucu nan menghibur.
Ongaku EA sangat menikmati kebahagiaan bersama keluarganya itu di masa hari tuanya, jika cucu-cucu berangkat tamasyah bersama orangtuanya, ongaku EA merasa sangat kesepian, dalam hatiku berkata.. subhanallah, beruntung ongaku punya cucu sebagai sumber kebahagiaan hidup. InsyaAllah aku berharap dan bercita-cita juga demikian.. amiin YRA
Buku 80 tahun itu merupakan kelanjutan buku Perjalanan Hidup 70 tahun onga EA yang mengisahkan perjalanan karier sebagai hakim dan pengabdiannya kepada masyarakat, bangsa dan negara. Pada buku ultah 70 tahun H. Edward Arfa SH, ongaku salah seorang yang aku sangat hormati di tengah keluarga the Arsyad Family, dalam bukunya aku ikut memberikan kata pengantar selaku Ketua Umum IKC se Jabodetabek.
IKC adalah singkatan dari Ikatan Keluarga Cerenti, yang sempat aku pimpin selama 17 tahun dari 2002 sd. 2019, kemudian minta berhenti dan beristirahat. Organisasi IKC ini sebagai wadah untuk merekat persaudaraan antar sesama perantau asal Kecamatan Cerenti se Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi dan sekitarnya termasuk warga perantau Cerenti yang mukim di Bandung. IKC selain berfungsi memupuk persaudaraan dan kepedulian terhadap kampung halaman Cerenti berupa sumbangan ide-ide pembangunan melalui penerbitan buletin Canang IKC, juga penyaluran dana infaq dan sedekah, membantu pembangunan kampung dan berqurban di hari raya idul adha.
Ongaku EA, selama ini sangat peduli dengan nasib orang-orang miskin di kampungnya dan kondisi buruk nagori Cerenti yang demikian lambat kemajuannya dan semakin banyak kasus-kasus perbuatan asusila dan amoral warga masyarakat di kampung yang melanggar norma dan kaidah adat istiadat dan agama. Itu menjadi perhatian dan keprihatinan beliau dan kita selama ini.
Dalam 2 atau 3 buku yang telah beliau tulis dan karang sendiri, ongaku EA telah banyak mengisahkan mengenai sejarah budaya, adat istiadat masyarakat Cerenti yang perlu dilestarikan, serta permasalahan sosial yang menimpa dan harus dipecahkan. Juga dalam kedua buku authobiografi onga EA tersebut terdapat profil keluarganya dan aktivitas pengabdian kepada masyarakat Cerenti selama beberapa dasawarsa, yang beliau tak pernah lelah dan menyerah kalah, tapi menang, ada bukti dan fakta nyatanya.
Sikap kepedulian dan pengabdian ke kampung halaman patut kita contoh, agar keberadaan kita orang asal Cerenti ada manfaatnya untuk memajukan nagori leluhur dan para dun sanak kita di kampuang. Selain itu perbuatan mulia tersebut, insyaAllah diijabah Allah menjadi ladang amal ibadah untuk meraih pahala dari Tuhan Yang Maha Kuasa, Allah SWT sebagai bekal hidup di akhirats kelak.
Jika saya tak salah menerina informasi bahwa ongaku EA akan pulang (baliak) ke kampung nagori Cerenti hari ini Kamis siang tgl 18 Nopember 2021, take-off dari bandara Hang Nadim Batam menuju Kota Pekanbaru Riau. Cerenti adalah nama kecamatan, dimana tempat beliau dilahirkan, dibesarkan dan dididik semasa kecil yang penuh cerita nostalgia. Ongaku EA akan menemui dan berkumpul dengan sanak keluarga yang saling menya yangi, antara lain kakak kandung, adik dan anak kemenakan, cucu serta para kerabatnya (dun sanak).
Ongaku EA sudah berkali-kali menelponku di Bogor selama masa pandemi Covid-19 bahwa beliau sudah sangat rindu untuk pulang (baliak) ke kampuang karena ingin bertemu langsung dengan para anggota keluarganya keturunan alm. Haji Arsyad (the Arsyad Family) di Cerenti, terutama rindu sama uwo kandungnya Hj. Rusmani binti Arsyad, walaupun beliau dalam kondisi kesehatan kurang baik (masih sakit) akibat peristiwa kecelakaan, beliau ditabrak kenderaan motor menimpanya setahun yang lalu di kota Tg Pinang, sehingga ditubuhnya ada beberapa bekas jahitan dan di tulang yang cidra dipasang alat “pen” ini yang sangat mengganggu pikirannya.
Saya selalu menyarankan banyak bersabar dan beristighfar, Allah SWT sayang kepadanya, memberi kesempatan bertaubat, semoga perbuatan sabar dan beristigfar, insyaAllah bisa membakar dosa-dosa masa lalu dan mengampuninya karena Allah Maha Pengasih dan Penyayang, dan Allah Maha Pengampun bagi hambaNya yg soleh dan selalu berdoa kepadaNya.
Aku paham kondisinya, karena
beliau ongaku EA sering mengungkapkan keluhan-keluhan sakitnya atas musibah mengerikan itu, dan beliau “curhat” denganku adiknya AA tentang nasib malang berupa cobaan demi cobaan dari Allah yang menimpa kehidupan di hari tuanya, yang beliau tengah hadapi saat ini. Saya AA sebagai adiknya selalu memberikan saran agar tetap bersemangat dalam hidup, berpikiran positif, selalu dekat dengan Allah SWT, banyaklah beristighfar dan banyaklah bersabar serta jaga dan tenangkan pikiran serta lapangkan hati. Walaupun ini pekerjaan psikologis yang tidak mudah untuk diatasi, menuntut berbagai latihan kesabaran dan keikhlasan.
Harapan saya dan kita dengan ongaku EA baliak ke kampung dan nagori Cerenti kali ini, beliau bisa berada di tengah-tengah warga keluarga Arsyad yang menyenangkan dan menghibur, hendaknya bisa memberikan semangat hidup yang lebih bergairah, saling memotivasi positif, optimis bisa sehat kembali kesehatannya, serta meningkatkan kekebalan (immunitas) tubuh dari segala penyakit yang kini menimpanya.
Dengan kata lain ongaku EA sepulang dari kampung, selamat balik kembali ke kota Tg Pinang, beliau dalam keadaan sehat walaffiat dan tak kurang sesuatu apa pun. Sehingga nanti di acara miladnya ke 80 tahun nanti, tepatnya Kamis tgl 30 Desember 2021, dimana saya bersama istriku akan hadir, insyaAllah, semakin melengkapi rasa kebahagiaan dan syukur kepada Allah SWT atas berbagai nikmat dan karuniaNya yg kita peroleh bersama keluarga selama ini.
Saya berharap kepada The Arsyad Family, onga, adik, anak kemenakan dan cucu serta cicit, jangan lupa bersilaturrahmi dengan onga EA di kelurahan Koto Peraku Kecamatan Cerenti, Kabupaten Kuantan Singingi Provinsi Riau. Ongaku EA berada di kampung selama lk seminggu tgl 18 sd 26 Nopember 2021 jika tidak ada halangan.
Gunakan kesempatan bertemu beliau untuk minta nasehat, menimba pengalaman hidup beliau terutama bagaimana kita membesarkan Yayasan Arsyada Cerenti Madani (ACM) yang baru kita dirikan dengan berbagai program dan kegiatan yg cerdas, agar bermanfaat buat warga masyarakat yang duafah, dan memajukan kehidupan nagori Cerenti. Salah satu program Yayasan ACM adalah pemberian beasiswa kepada para siswa siswi dan para pelajar anak yatim dari keluarga yang tidak mampu yg masih bersekolah di kampung halaman Cerenti.
Pesan ocu AA kepada kmd Yean Asnudi SPd. MPd selaku Ketua Pengurus Yayasan ACM mengajak anggota pengurus, pengawas dan pembinanya bersilaturrahmi dengan Tintuo Edward di rumahnya di Koto Peraku Cerenti.
Berceritalah sepuasnya dan bercengkramalah antara kalian para dunsanak di kampung dengan onga EA yg sudah sepuh dan kaya ilmu dan pengalaman, manfaatkanlah momen kebahagiaan silaturrahmi itu dengan penuh rasa syukur kepada Allah SWT, sehingga kita bisa meraih keluarga yang saling menghargai, mengasihi dan menyayangi, Samarah Fam, kita saling memaafkan dengan onga EA, sehingga Allah SWT mengampuni segala dosa yg kita perbuat selama ini.
Semoga Allah SWT selalu memberkahi kehidupan kita di dunia dan akhirat Amiin YRA. Sekian dan terima kasih. Titip salam buat para Dunsanak di Cerenti, Good luck..
Fave Hotel PGC, Jakarta, 18 Nop 2021
Wassalam
Penulis adalah Dosen dan Pendiri Universitas Djuanda Bogor, Konsultan K/L negara, Aktivis Ormas, Pendiri dan Ketua Dewan Pembina Yayasan Arsyada Cerenti Madani, dll





