LEAD.co.id | Kongres HMI ke XXXI harus menjadi momentum untuk menyatukan jiwa dan ruh para kadernya agar memiliki karakter, kapasitas dan integritas yang mumpuni. Hal itu ditegaskan oleh Kandidat Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) Periode 2021-2023, Moh. Nur Aris Shoim dalam Kongres HMI XXXI, di Surabaya, Jawa Timur.
“Kita menyadari bahwa perlu ada perubahan di HMI untuk mengarah ke hal itu. Momentum Kongres harus dipergunakan sebaik mungkin. Setidaknya ada 3 hal yang mesti diperhatikan, dalam perubahan itu, yakni karakter, kapasita dan inovasi,” tegas Shoim saat di arena Kongres HMI XXXI, Surabaya, pada Selasa (23/3/2021).
Pertama adalah perubahan karakter, lanjut Shoim yang pernah di lembaga perkaderan – BPL bidang peningkatan spritual, moral dan kinerja. Para kader HMI, bagi dia, hidup di era yang serba tidak pasti dan tidak menentu, peningkatan kualitas spritual, moral dan kinerja menjadi benteng menghalau pengaruh dan gangguan negatif.
“Kemudian poin kedua, yakni peningkatan kapasitas intelektual, ketrampilan (skill) dan jiwa enterpreneur. Dalam rangka menuju insan leader yang unggul dan handal maka perlu memiliki tiga kapasitas tersebut. Bagi saya, ketiga kapasitas tersebut merupakan keniscayaan,” tandasnya.
Poin terakhir, lanjut Shoim, peningkatan inovasi yang dapat menginspirasi peningkatkan kesejahteraan publik. Hal ini, tegasnya, harus digalakkan oleh kader-kader HMI baik secara personal maupun secara kelembagaan untuk membantu negara dalam memakmurkan rakyat.
“Kita di HMI, jangan jadi beban negara tetapi kita mampu menjadi solusi bagi kebutuhan dan kepentingan umat dan bangsa. Sebagai organisasi yang mapan seharusnya kita kedepannya mampu menjadi parner berpikir dan kritis bagi pemerintah. Bagaimanapun, kita HMI tidak bisa dipisahkan dari perjalanan bangsa Indonesia, kita adalah anak kandung jaman/ seharah Indonesia,” lugasnya.
Oleh karena itu, Shoim mengharapkan Kongres kali ini bisa menjadi momentum mengembalikan penyatuan jiwa dan roh himpunan melalui para kader. Pastinya, perlu kerja keras dan butuh sosok pemimpin yang bersyukur dan ikhlas dalam pengabdian terhadap masa depan HMI kedepannya menjadi lebih baik dan mampu menjawab tantangan jaman.
Reporter: M Ikhsan
Editor: Aru Prayogi

