Kongres HMI XXXI: Shoim Fokus Perkaderan dan Kemandirian Organisasi

0
Kandidat, PB HMI, Nur Aris Shoim Fokus Perkaderan dan, Kemandirian Organisasi, Kongres HMI XXX
Moh Nur Aris Shoim, Kandidat Ketua Umum PB HMI Periode 2021-2023

LEAD.co.id | Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dinilai sedang kehilangan taringnya dalam perkaderan dan kemandirian organisasi di era disrupsi ini. Karena itu, Badan-Badan Khusus di tubuh HMI harus bisa dioptimalkan dalam rangka mengembalikan ghiroh perjuangan HMI sebagai Kawah Candradimuka.

Hal tersebut ditekankan oleh Kandidat Ketua Umum PB HMI Periode 2021-2023 Moh. Nur Aris Shoim yang lokus visi-misinya. Menurutnya, maksimalisasi fungsi dan peran Badan-Badan Khusus akan digalakkan dan direalisasikan untuk menjawab tantangan jaman.

“Di era disrupsi, proses peralihan dari industri 4.0 ke society 5.0 semakin mengaburkan eksistensi organisasi kemahasiswaan seperti HMI. Kita di himpunan saat ini, perkaderan dan kemandirian organisasi lemah. Badan-Badan Khusus penting untuk diperhatikan dan dimaksimalkan dalam penguatan Himpunan,” tutur Shoim saat di arena Kongres HMI XXXI, Surabaya, pada Sabtu (20/3/2021).

Baca :  Shoim: Kongres HMI Momentum Penyatuan Jiwa dan Ruh HMI

Shoim yang juga Ketua Bidang Kewirausahaan dan UMKM PB HMI mengungkapkan bahwa hari ini yang bisa mengembalikan dan menjaga giroh perjuangan HMI, yaitu Badan-Badan Khusus seperto Korps HMI-Wati (KOHATI), Lembaga Pengembangan Profesi (LPP), Badan Pengelola Latihan (BPL), dan Badan Penelitian dan Pengembangan (BPL).

“Menjadi keniscayaan bagi kita untuk memberikan perhatian dan dukungan penuh kepada Badan-Badan Khusus. Kedepannya, mereka ini yang menjadi andalan himpunan, membawa organisasi semakin moderen, semakin mandiri serta semakin permpertajam dan memperluas wawasan tri-komitmen HMI. Mereka jangan dipandang sebelah mata,” lugasnya.

Baca :  PB HMI Desak Pemerintah Ungkap Pelaku Pembakaran Hutan

Ibaratnya, lanjut Shoim, mereka ini adalah pilar-pilar atau tiang-tiang yang menjadi penyangga atau pengokoh kuatnya rumah Himpunan. Bayangkan, ungkapnya, selain Kohati, BPL dan Balitbang, terdapat 10 LPP yang sebenarnya bisa menjadi lembaga strategis dalam mengantarkan Himpunan menjawab tantangan globalisasi yang semakin kencang.

“Ada Lembaga Dakwah (LDMI), Lembaga Pers (LAPMI), Lembaga Teknologi, (LTMI), Lembaga Ekonomi¬† (LEMI), Lembaga Kesehatan (LKMI), Lembaga Pendidikan, (LAPENMI), Lembaga Seni Budaya (LSMI), Lembaga Konsultasi Bantuan Hukum (LKBHMI), Lembaga Pertanian (LPMI), Lembaga Pariwisata dan Pecinta Alam (LEPPAMI). Kohati, BPl, Balitbang dan 10 LPP serta pengurus HMI setingkat harus bersinergi dan berkolaborasi dalam ritme dan frame yang sama,” tegasnya.

Baca :  PB HMI: Pasca Orde Baru, 5.0 Adalah Era Baru Indonesia

Anggota dan alumni HMI, menurutnya, perlu bahu membahu dalam memajukan organisasi dengan menghidupkan dan memajukan Badan-Badan Khusus. Harapan penguatan pegerakan dan perkaderan serta mewujudkan kemandirian organisasi, Shoim percaya ada pada mereka.

Menurut Shoim, anggota HMI perlu menyadari bahwa, Badan-Badan Khusus begitu penting dalam mendukung peningkatan kualitas personal dan organisasi. Karena itu, jika memimpin PB HMI, dirinya akan menjadikan Badan-Badan Khusus sebagai prioritas.

“Alumni pun penting kiranya selalu memberikan dukungan baik moral maupun non-moral kepada mereka. Jika nantinya saya memimpin PB HMI, Badan-Badan Khusus inilah yang menjadi salah satu prioritas handal,” pungkasnya.

Reporter: Jhonie Arya
Editor: Aru Prayogi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here