LEAD.co.id | Musyawarah Nasional Kohati (Munaskoh) ke XXIV telah resmi dibuka pada 17 Maret 2021. Susanti, merupakan salah satu kandidat Ketua Umum Kohati PB HMI dengan misi ke-Islam-an, Ke-Mahasiswa-an, dan ke-Indonesia-an.
Kegiatan ini merupakan forum pengambilan keputusan tertinggi bagi Korps HMI-Wati (Kohati). Selain sebagai pertanggung-jawaban program kerja kepengurusan, juga menjadi ajang pemilihan ketua umum (formateur).
Munaskoh menjadi satu rangkaian dalam Kongres HMI XXXI di Surabaya, Jawa Timur, pada 17 – 22 Maret 2021 yang secara resmi dibuka oleh Presiden Jokowi. Sebanyak delapan (8) Kandidat Ketua Umum Kohati PB HMI yang telah dinyatakan lolos verifikasi oleh Steering Committee (SC), salah satunya Kandidat nomor urut 01, Susanti.
Susanti pernah mengenyam pendidikan S1 di Universitas Sriwijaya (Unsri) kemudian melanjutkan jenjang pendidikan S2 di Universitas Indonesia (UI) hingga lulus tahun 2020. Selama di HMI, dirinya pernah menjabat sebagai Pengurus Kohati HMI Cabang Palembang, Wakil Sekretaris Bidang (Wasekbid) Kohati PB HMI, hingga Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) PB HMI periode 2018 – sekarang.
Pada Munaskoh XXIV ini, Susanti membawa visi “Untuk Pertiwi Kohati Mengabdi. Bersinergi dalam aktualisasi Muslimah Insan Cita.” Sedangkan misi yang dicantumkan adalah, mengokohkan platfom gerakan Kohati dalam dinamika ke-Islam-an, Ke-Mahasiswa-an, dan ke-Indonesia-an.
Selain itu, melaksanakan kinerja Kohati sebagai organisasi mahasiswa, berfungsi sebagai organisasi perkaderan, berperan sebagai organisasi perjuangan. Serta, meningkatkan kerjasama dengan pemerintah dan lembaga terkait dalam program program kemahasiswaan, keperempuanan, keagamaan, dan kemasyarakatan baik di dalam negeri maupun luar negeri.
Dalam artikel yang diterima LEAD.co.id, Susanti membahas tentang “Perempuan, Ruang Publik dan Kohati”. Menurutnya, Prinsip Islam berupa persamaan antara manusia tanpa diskriminasi perbedaan jenis kelamin, negara, bangsa, suku, dan keturunan.
“Semuanya berada dalam posisi yang sejajar. Hal yang dapat meninggikan dan perendahkan kualitas seseorang adalah nilai pengabdiannya dan ketakwaannya kepada Allah SWT. (Q.S. Al-Hujurat: 13),” sebut Kohati asal Palembang ini.
Berdasar ayat tersebut, lanjut dia, dapat dikatakan bahwa agama Islam sangat terbuka untuk semua umatnya tanpa memandang jenis kelamin untuk sama-sama meningkatkan kapasitas diri. Karenanya, Kohati tanggap dalam merespon isu-isu tentang keperempuanan, serta bertanggung jawab untuk melahirkan kader yang berkualitas dan peradaban manusia yang beradab.
menurut dia, sebagai organisasi mahasiswi yang selaras dengan pergerakan HMI, pergerakan Kohati diarahkan pada pembinaan dan peningkatan kualitas baik akhlak, intelektual, keterampilan, kepemimpinan, keorganisasian, persiapan keluarga yang sejahtera, serta beberapa kualitas lain yang menjadi kebutuhan.
Atas dasar tersebut, pembinaan perempuan dalam Kohati diarahkan untuk dapat melaksanakan peran perempuan secara optimal sebagai anak, istri, ibu dan anggota masyarakat yang bertanggung jawab dalam memperjuangakan nilai-nilai ke-Islam-an, ke-Indonesia-an, ke-Perempuan-an dan anak.
Reporter: Jhonie Arya
Editor: Aru Prayogi





