Refleksi Akhir Tahun: PB HMI Bahas Masa Depan Gas Bumi

oleh -314 views
Refleksi, Akhir Tahun, PB HMI, Gas Bumi
Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis PGN Tbk, Syahrial Mukhtar dalam Webinar bertema 'Refleksi Akhir Tahun Tentang Masa Depan Gas Bumi' melalui Zoom meeting, pada Jumat (11/12/2020).

LEAD.co.id | Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) Bidang Kemitraan BUMN menggelar Webinar Series bertema ‘Refleksi Akhir Tahun Tentang Masa Depan Gas Bumi’ melalui aplikasi Zoom meeting, pada Jumat (11/12/2020).

Dalam paparannya, Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis PGN Tbk, Syahrial Mukhtar menyampaikan, produksi gas di Indonesia hingga saat ini masih menggenjot infrastruktur yang memadai. Menurutnya produksi gas dan minyak sangat berbeda, gas harus diolah hingga siap didistribusikan sementara minyak masih mentah sudah bisa dijual, misalnya diekspor.

“Sehingga hal tersebut menjadikan produksi gas harus benar-benar memperhatikan infrastruktur agar pasokan gas bisa terselengarakan,” kata Syahrial.

Menurutnya, masa depan Gas Indonesia dan pertumbuhan PGN akan tergantung pada pembangunan infrastruktur untuk konektifitas antar pulau.

Baca :  INDEF dan BPL PB HMI Gelar Pusdiklatsus Ekonomi-Politik

Selain itu, ia juga mengungkapkan bahwa pandemi Covid-19 sangat berdampak pada bisnis gas dunia. Setidaknya bisnis tersebut mengalami penurunan sebanyak 5 persen sepanjang pandemi menghantam dunia.

Tidak hanya itu, kata dia, strategi penanganan Covid-19 setiap negara juga memiliki implikasi tersendiri bagi usaha gas. Di negara yang memberlakukan kebijakan full lockdown misalnya mengalami kontraksi sebesar 25 persen, sedangkan negara dengan partial lockdown menurun hingga 17 persen.

“Dampaknya cukup terasa, di Indonesia saja PGN juga merasakan dampaknya,” ujarnya.

Syahrial Mukhtar menyebut saat ini fokus pembanguna infrastruktur di Indonesia masih berfokus pada wilayah Sumatra. Ke depan pembangunan tersebut akan digeser ke wilayah Indonesia Timur agar dapat lebih merata.

Baca :  Dinilai Menista Agama, Pj Ketum PB HMI Luruskan Maksud KSAD Dudung

“Masa depan gas Indonesia dan pertumbuhan PGN akan tergantung pada pembangunan infrastruktur untuk konektifitas antar pulau,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Bidang Kemitraan BUMN Romadhon Jasn mengapresiasi upaya PGN yang sampai saat ini terus berusaha meratakan pembanguna infrastruktur distribusi gas Indonesia. Ia berharap PGN sebagai perusahaan gas milik negara menjadi motor penggerak dalam mewujudkan kesejahteraan rakyat Indonesia.

“Kami dari kalangan pemuda tentu akan selalu mendukung apa yang menjadi cita-cita besar bangsa Indonesia yakni kesejahteraan rakyat. Dalam hal ini PGN mampu menjadi salah satu pioner untuk mewujudkan cita-cita tersebut,” kata dia.

Pembicara kedua, Founder & Exekutive Direktor IDNext Leader Foundation Hokkop Situngkir, mengatakan perencanaan pemerintah dalam bidang energi hingga tahun 2024 membutuhkan dukungan dari banyak pihak. Termasuk dalam melaksanakan program gas nasional agar dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk masyarakat.

Baca :  Polemik Haji, PB HMI Minta Arab Saudi Tidak PHP

“Ini menjadi penting untuk pemerintah dan perusahaan gas untuk bisa bekerja keras dalam memberikan pemanfaatan,” katanya.

Pembicara ketiga dari Aktivis HMI, Aulia Alfath menyebut gas di Indonesia sangat besar dan masuk dalam 10 besar dunia. “Pada 2018 saja produksi gas mencapai 1,8 juta per hari. Namun hal tersebut terkendala pada biaya dan risiko produksi yang besar,” tuturnya.

Kegiatan yang pandu oleh Gigis Putri Pradani selaku Host dan Gita Sonya selaku moderator ini berlangsung selama 2 jam, serta diikuti hampir 200 peserta dari berbagai kalangan.

Kontributor : Akril
Editor : Aru Prayogi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *