Dinilai Menista Agama, Pj Ketum PB HMI Luruskan Maksud KSAD Dudung

oleh -464 views
FOTO. KASAD, Jenderal Dudung Abdurachman saat berbincang dalam Podcast Dedy Corbuzier

JAKARTA (LEAD.co.id) – Pj Ketua Umum PB HMI, Romadhon JASN meluruskan maksud Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal Dudung Abdurachman yang mengatakan dirinya berdoa menggunakan bahasa Indonesia karena Tuhan bukan berasal dari Arab.

Menurut Romadhon, maksud pernyataan Dudung yang menuai polemik tersebut sama sekali tidak ada maksud menistakan agama apalagi menyetarakan Tuhan dengan manusia sebagi pencipta.

“Jadi pak Jenderal Dudung ngak ada maksud menista agama apalagi menyetarakan Tuhan, bukan itu maksudnya, tapi beliau kalau berdoa menggunakan bahasa Indonesia karena menurut beliau Tuhan pasti ngerti dengan doa yang pake bahasa apa pun,” kata Romadhon JASN, pada Kamis (2/12/2021).

Lebih lanjut, Romadhon juga mengulas lebih detail maksud dan substansi pernyataan KSAD Dudung tersebut. Baginya, dengan meyakini bahwa Tuhan itu pemilik alam semesta yang sudah pasti mengerti dan mengabulkan setiap doa yang dipanjatkan ummat meski menggunakan bahasa Indonesia sehingga tak perlu pakai bahasa Arab jika tidak mengerti makna dan pesan yang tersirat dalam untaian doa tersebut.

Baca :  Kongres HMI XXXI: Shoim Fokus Perkaderan dan Kemandirian Organisasi

“Tuhan itu pemilik alam semesta, orang berdoa pake bahasa apa aja Allah ngerti, kan itu maksud pak Dudung, kebetulan juga beliau lebih khusyuk pake bahasa Indonesia daripada pakai bahasa Arab tapi tak paham maksud dan tujuan,” urainya.

Apalagi lanjut Romadhon, tak ada kewajiban bagi Umat Islam berdoa menggunakan bahasa Arab yang sesungguhnya mayoritas Muslim Indonesia sendiri tidak pandai berbahasa Arab. Sehingga menggunakan bahasa Indonesia jauh lebih baik sebab tidak akan mengurangi pahala jika berdoa tidak menggunakan bahasa Arab. Sebaliknya dengan berdoa pakai bahasa Indonesia interaksi kepada Allah jauh lebih khusyuk lantara mengerti maksud dan tujuan berdoa.

“Sejauh yang saya pahami gak ada kewajiban berdoa harus pake bahasa Arab, jsutru menurut saya seharusnya dalam berdoa kita juga ngerti maksud dan permintaan kita dalam doa itu, jangan-jangan kita ngak ngerti pake bahasa Arab, apalagi berdoa pake bahasa Indonesia ngak mengurangi pahala kok, lalu apa masalahnya,” papar Romadhon.

Baca :  PB HMI: Menteri BUMN Jangan Hanya Lempar Isu Mafia Alkes, Bongkar saja

Tak hanya itu, kata Romadhon, secara substansi pesan yang tersirat dalam pernyataan tersebut sama sekali tidak mengandung unsur kesalahan apalagi diberitakan salah fatal. Sebab beliau muslim yang taat dalam beribadah. Karena itu, tidak perlu dipolemikkan apalagi dituding menista agama dengan tuduhan yang sangat keji yaitu dituduh melecehkan Tuhan sang pencipta.

“Coba tunjukan pernyataan beliau yang menista agama atau melecehkan Tuhan ngak ada kan,? beliau itu muslim yang taat ibadahnya ngak mungkin melecehkan apalagi menista, maka ngak pantas ini dipolemikkan,” tegas Romadhon.

Untuk itu lanjut Romadhon, jangan langsung menuduh tanpa melakukan klarifikasi terhadap yang bersangkutan. Sebab maksud KSAD Dudung tak seperti yang dituduhkan segelintir orang yang sebenarnya tidak memahami betul substansi dan pesan yang tersurat dalam pernyataan tersebut.

Baca :  Maladministrasi, Batalkan Kongres HMI

“Main asal tuduh, ente kan ngak ngerti maksud dan substansi pernyataan pak Jenderal Dudung, coba klarifikasi dulu, karena maksud pernyataan tersebut sama sekali tak seperti yang dituduhkan orang di luar, ini bahaya kalo asal nuduh begini tanpa tabayyun,” ucap Romadhon.

Sebelumnya, Jenderal Dudung menyampaikan pandangannya terhadap agama Islam itu dalam sesi wawancara dengan Deddy Corbuzier yang tayang di saluran youtube pada Selasa (30/11/2021).

”Kalau saya berdoa setelah sholat, doa saya simpel aja, ya Tuhan pakai bahasa Indonesia saja, karena Tuhan kita bukan orang Arab. Saya pakai bahasa Indonesia, ya Tuhan ya Allah SWT saya ingin membantu orang saya ingin menolong orang itu saja doanya, itu saja,” ucap Dudung.

 

Kontributor : Akril
Editor : Aru Prayogi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *