PB HMI: Menteri BUMN Jangan Hanya Lempar Isu Mafia Alkes, Bongkar saja

0
PB HMI, BUMN, Erick Thohir
Ketua PB HMI, Romadhon Jasn

LEAD.co.id | Tak ada negeri besar tanpa pengaruh dari negeri lain, ungkapan ini pernah diungkapkan oleh salah seorang antagonis dari serial kolosal Film Angling Darma, yaitu Bahadur.

Ungkapan ini seolah-olah sedang menggambarkan tentang kondisi BUMN akhir-akhir ini, mulai dari ungkapan Menteri BUMN yang dikutip oleh Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga pada Jumat (17/4/2020), pada awak media, tentang adanya Mafia besar yang memainkan peran dalam proses pengadaan Alkes, mafia tersebut menghubungkan antara Mafia global dan lokal. ini kami anggap asal-asalan seorang menteri harusnya berbicara sesuai data bukan hanya sekedar berbicara tanpa data yang pasti.

Ucapan Menteri BUMN ini dianggap lucu oleh salah seorang politikus PDIP Adian Napitupulu, sebab kata Adian rekomendasi impor alkes tersebut merupakan sebuah peran-peran antara dua lembaga negara yaitu BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Baca :  PB HMI Bantah Melaporkan Bahlil ke KPK

Jika pernyataan Erick Tohir itu memang sesuai fakta, maka tidak perlu ditutup-tutupi, harus secara jelas dan lugas bahwa dalam proses pengadaan Alkes tersebut merupakan sebuah ulah dari mafia global maupun lokal, silahkan ambil tindakan nyata dan ungkap mafia tersebut sampai ke akar-akarnya.

Menurut Ketua PB HMI, Romadhon Jasn, Menteri adalah orang-orang yang menjalankan setiap kebijakan yang dikeluarkan oleh Presiden, oleh sebab itu kalau memang menteri BUMN Erick Tohir tidak bisa berfikir taktis sebagai seorang menteri maka sebenarnya tidak tepat melempar isu ada mafia alat kesehatan, hanya bikin gaduh ditengah pandemi Covid-19.

Baca :  Webinar PB HMI: Mendorong Kinerja BUMN untuk Kebangkitan Ekonomi

“Apalagi menjabat sebagai menteri BUMN yang wilayah kerjanyan adalah membenahi segala hal yang dianggap perlu untuk memperbaiki BUMN secara keseluruhan, bukan justru menjadi bagian problem yang dihadapi BUMN saat ini, kalau bisa bongkar harus dibongkar bukan mengeluh dan curhat,” katanya, Rabu (22/4/2020).

Sebab, kata Romadhon Jasn, BUMN membutuhkan orang-orang yang memiliki visi dan misi serta memiliki langkah cepat dan taktis dalam bergerak bukan mengeluh dan sebatas ngoceh tanpa faedah.

“Hal ini sangat disayangkan sekali bagi kami kaum muda millenial, jika menteri sekelas BUMN tidak mampu melaksanakan beberapa hal yang perlu dilakukan untuk menuntaskan problem yang terjadi,” ungkapnya.

Jika memang benar ada mafia, maka harus diungkap siapa saja yang terlibat dalam kegiatan kemafiaan tersebut.

Baca :  Gelar Webinar Energi, Gagas Nusantara; Bersama Kita Dukung BBM Euro 4 Ramah Lingkungan

“Terkait dengan kenapa Indonesia selalu impor dalam hal Alkes, itu tugas Pak menteri untuk menuntaskan problem ini bukan hanya sebatas membuai tanpa konsep dan gerakan yang nyata,” papar pemuda kelahiran Bangkalan Madura itu.

Jika tidak mampu, lanjut dia, maka perlu dilakukan sebuah FGD dalam menuntaskan problem yang dihadapi BUMN agar tidak selalu impor.

“Kami para kaum muda siap menyumbangkan berbagai macam konsep agar bisa bergerak secara taktis dan strategis demi ketahanan BUMN kita dalam rangka membangun Masyarakat yang berkeadilan dan dipergunakan sepenuhnya untuk kesejahteraan dan kemakmuran Rakyat,” pungkasnya.

Reporter: Hasanuddin
Editor : Aru Prayogi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here